Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tulungagung

Ardi Mandiri

Minggu, 13 November 2016 | 23:12 WIB
Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Tulungagung
Ilustrasi banjir lumpur. (Shutterstocks)

Suara.com - Bencana banjir bandang kembali melanda sedikitnya lima desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu dampak hujan deras yang mengguyur daerah hulu dan Kabupaten Trenggalek yang memicu peningkatan debit sungai-sungai setempat.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berarti dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah akses jalan raya, perkampungan serta sejumlah areal persawahan/perkebunan terendam banjir.

"Hujan turun sejak tadi malam dan menyebabkan permukaan air sungai-sungai naik, mungkin dampak banjir kiriman dari wilayah Trenggalek," kata Khusainudin, warga Desa Bantengan, Kecamatan Bandung.

Informasi dari beberapa sumber warga dan perangkat, ada lima desa di dua kecamatan yang terdampak banjir bandang kiriman dari Trenggalek itu, yakni Desa Bantengan, Nglampir, Talun Kulon Kecamatan Bandung serta Desa Siyoto Bagus dan Tulungrejo, Kecamatan Besuki.

Akibat dari terjangan banjir membuat akses jalur dari Tulungagung menuju ke pantai Prigi Trenggalek terganggu.

Sebab, air dengan ketinggian antara 30 centimeter hingga 50 centimeter yang menggenangi jalan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan PMK Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Nadlori Alwi menyatakan banjir bandang tersebut dipicu luapan air sungai Karangtuwo, yang kemudian meluber hingga pemukiman penduduk sekitar.

"Daerah tersebut merupakan langganan banjir, apabila terjadi hujan dipastikan terjadi banjir," katanya.

Nadlori mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait akan permasalahan banjir tersebut yang terjadi di setiap tahunnya guna mencari solusinya.

Ia menyatakan, bencana banjir yang terjadi saat ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun materi.

Namun diakuinya aktivitas keseharian warga sempat terganggu.

"Untuk korban jiwa maupun materi tidak ada atau nihil. Banjir hanya mengganggu akses jalan menuju wisata Prigi dan aktivitas warga terganggu," ujarnya.  [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tujuh Rumah di Trenggalek Rusak Diterjang Longsor

Tujuh Rumah di Trenggalek Rusak Diterjang Longsor

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 03:14 WIB

Korban Bencana Rentan Alami Gangguan Kejiwaan

Korban Bencana Rentan Alami Gangguan Kejiwaan

Health | Senin, 10 Oktober 2016 | 19:24 WIB

Terkini

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Gajian Tiap Bulan, tapi Takut Kehabisan Uang: Inikah Realitas Dunia Kerja?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:20 WIB

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

Karhutla di Poso Meluas ke Permukiman, 15 Hektare Lahan dan 2 Rumah Terbakar

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:05 WIB

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Tampil Gagah ala Harley-Davidson, Motor Cruiser Yamaha V Star 250 Dibanderol Cuma Rp80 Jutaan

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 17:03 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih, Indonesia Bidik 7,5 GW pada 2034

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 17:00 WIB

×