19 Orang Diperiksa Terkait Bom Samarinda

Ardi Mandiri

Selasa, 15 November 2016 | 05:14 WIB
19 Orang Diperiksa Terkait Bom Samarinda
Ilustrasi bom (Shutterstock).

Suara.com - Polisi telah memeriksa 19 orang terkait ledakan bom di Gejera Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, kata Kapolda Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin.

"Sejauh ini, sudah 19 orang kami mintai keterangan terkait ledakan yang terjadi di Gereja Oikumen kemarin (Minggu)," kata Safaruddin kepada wartawan di Samarinda, Senin.

Dari informasi yang berhasil dihimpun hingga Senin petang, pascaledakan di Gereja Oikumene, polisi menggerebek dan menggeledah sejumlah rumah di beberapa tempat di Kota Samairnda, khususnya di kawasan Samarinda Seberang.

Termasuk menggeledah rumah yang ditempati terduga pelaku peledakan bom di belakang Masjid Mujahidin di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 04, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Dari informasi tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas aksi peledakan yang diduga dilakukan pria berambut panjang bernama Juhanda, yang pernah terlibat kasus teror bom Puspitek di Serpong, Tangerang Selatan, dan bom buku di Jakarta pada 2011.

"Baru satu yang telah ditangkap, yakni terduga pelaku sementara lainnya baru dimintai keterangan sebagai saksi. Proses penyelidikan masih terus kami lakukan, termasuk terkait jenis bom yang digunakan masih dalam proses penyelidikan dan hari ini, digelar olah TKP di lokasi," kata Safaruddin.

Sementara itu olah TKP yang dilakukan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Surabaya yang berlangsung mulai Senin sore pukul 15.30 Wita dan berakhir pukul 18. 20 Wita.

Olah TKP yang dipimpin Ajun Komisaris Besar Polisi Maruli dibantu empat personel Inafis Polda Kaltim dilakukan dengan memberi tanda pada 13 titik di lokasi ledakan di depan halaman Gereja Oikumene, termasuk empat unit motor yang rusak parah akibat ledakan, salah satunya motor milik terduga pelaku jenis Honda Kharisma dengan Nomor Polisi H 2372 PE.

Tim Labfor Mabes Polri juga terlihat membawa beberapa bungkusan yang diambil dari lokasi ledakan bom di Gereja Oikumene.

Ledakan bom terjadi di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 03, Nomor 37, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Minggu pagi sekitar pukul 10. 15 Wita, menyebabkan lima orang terluka, empat diantaranya menderita luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda Seberang.

Empat korban terluka yang dirawat di RSUD IA Moes yang merupakan balita tersebut yakni, Intan Olivia Marbun (2,5), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Triniti Hutahaya (3) serta Anita Kristabel Sihotang (2).

Sementara, terduga bernama Juhada berhasil ditangkap warga saat hendak melarikan diri dengan cara berenang di Sungai Mahakam.

Dua balita yang menderita luka bakar cukup parah, yakni Intan Olivia Marbun dan Triniti Hutahaya pada Minggu (13/11) sore sekitar pukul 16. 15 Wita dirujuk ke RSUD AW Syahranie.

Pada Senin pagi, Intan Olivia Marbun meninggal dunia akibat mengalami luka bakar hingga 78 persen. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

#RIPIntan, Indonesia Berduka bagi Balita Korban Bom Samarinda

#RIPIntan, Indonesia Berduka bagi Balita Korban Bom Samarinda

News | Senin, 14 November 2016 | 17:02 WIB

Bom Gereja Samarinda, BNPT Dinilai Gagal Cegah Teroris

Bom Gereja Samarinda, BNPT Dinilai Gagal Cegah Teroris

News | Senin, 14 November 2016 | 14:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×