Politisi: Pembubaran Paksa Ibadah Natal di Sabuga Tindak Pidana

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 07 Desember 2016 | 11:52 WIB
Politisi: Pembubaran Paksa Ibadah Natal di Sabuga Tindak Pidana
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ‎Masinton Pasaribu menyatakan pembubaran paksa kegiatan ibadah perayaan Natal di Gedung Sabuga ITB, Bandung pada Kamis (6/12/2016) merupakan tindakan pidana. Ibadah dibubarkan oleh masa intoleran mengatasnamakan Pembela Ahlus Sunnah (PAS).

Masinton menyatakan itu merupakan tragedi intoleransi. Lantaran nilai sakral kegiatan peribadatan hari besar keagaman tidak dihargai dan dihormati.

‎"Negara harus benar-banar hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warga negara dalam melaksanakan ritual ibadah sesuai agama dan keyakinannya. Apalagi terkhusus dalam perayaan hari-besar keagamaan yang disakralkan setiap tahunnya. Seperti Ibadah Natal, Idul Fitri dan Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad, Isra’ Mi’raj, Waisak, Galungan, Imlek, dan lain-lain," kata Masinton dalam pernyataannya, Jakarta, Rabu (7/12/2016).‎

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini meminta, aparatur negara tidak boleh kalah dan tunduk pada tekanan sekelompok massa dengan cara semena-mena menghentikan prosesi ibadah keagamaan.

"Polisi harus tegas kepada pelaku pembubaran kegiatan ibadah perayaan Natal di gedung Sabuga ITB, Bandung. Karena perbuatan merintangi kegiatan keagamaan adalah perbuatan pidana," kata dia.

Dia menerangkan, dalam Pasal 175 KUHP disebutkan, 'Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan, atau upacara keagamaan yang diizinkan, atau upacara penguburan jenazah, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan'.‎

Dalam kasus ini, Pihak PAS meminta panitia Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut di rumah ibadah atau gereja. Karena dianggap melanggar UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Masinton menerangkan dalih pelanggaran UU Penataan Ruang dan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri yang dituduhkan pihak PAS yang menolak sangat tidak berdasar. Karena penggunaan ruangan gedung Sabuga ITB dalam perayaan Tahunan seperti Perayaan Natal yang diselenggarakan Panitia KKR sifatnya hanya saat hari itu saja, bukan permanen atau setiap saat. Sama halnya dengan seluruh umat beragama di Indonesia yang melaksanakan prosesi ibadah diluar tempat ibadah pada saat perayaan Tahunan Keagamaan.

"Sepanjang pergaulan saya sehari-hari, yang saya hayati dan pedomani, dalam konsep Tasamuh, Islam memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menjalankan apa yang ia yakini sesuai dengan ajaran masing-masing tanpa ada tekanan. Tasamuh adalah keyakinan terhadap kemuliaan manusia, apapun agamanya, kebangsaannya dan kerukunannya," kata Masinton.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemendagri Klaim Tak Ada Perda Intoleran yang Dihapus

Kemendagri Klaim Tak Ada Perda Intoleran yang Dihapus

News | Kamis, 16 Juni 2016 | 22:27 WIB

Pembubaran Acara Korban 1965 Dinilai Cermin Ketidakpatuhan Polisi

Pembubaran Acara Korban 1965 Dinilai Cermin Ketidakpatuhan Polisi

News | Jum'at, 15 April 2016 | 17:29 WIB

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

Dibubarkan Kelompok Intoleran, YPKP Ngadu ke Komnas HAM

News | Jum'at, 15 April 2016 | 16:08 WIB

Awas Berita "Hoax" Kerusuhan di Aceh Singkil

Awas Berita "Hoax" Kerusuhan di Aceh Singkil

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 00:36 WIB

Perintah Jokowi Terkait Kekerasan di Aceh Singkil

Perintah Jokowi Terkait Kekerasan di Aceh Singkil

News | Selasa, 13 Oktober 2015 | 23:32 WIB

Polisi Endus Masalah Bentrokan di Aceh Singkil Sejak 4 Bulan Lalu

Polisi Endus Masalah Bentrokan di Aceh Singkil Sejak 4 Bulan Lalu

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 06:15 WIB

Komnas HAM: Pemerintah Aceh Takut dengan Kelompok Intoleran

Komnas HAM: Pemerintah Aceh Takut dengan Kelompok Intoleran

News | Rabu, 14 Oktober 2015 | 06:04 WIB

Kelenteng Boen Tek Bio Tak Pernah Khawatir soal Intoleransi

Kelenteng Boen Tek Bio Tak Pernah Khawatir soal Intoleransi

News | Selasa, 21 Juli 2015 | 18:34 WIB

TNI: Tak Ada Warga Sengaja Bakar Musala di Tolikara

TNI: Tak Ada Warga Sengaja Bakar Musala di Tolikara

News | Sabtu, 18 Juli 2015 | 18:47 WIB

Paksa Mahasiswa Makan Babi, Sekolah Ini Didenda Rp986 Juta

Paksa Mahasiswa Makan Babi, Sekolah Ini Didenda Rp986 Juta

News | Rabu, 13 Mei 2015 | 15:41 WIB

Terkini

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×