Pesawat Pakistan Jatuh, 47 Tewas Termasuk Penyanyi Religi

Tomi Tresnady | Suara.com

Kamis, 08 Desember 2016 | 10:45 WIB
Pesawat Pakistan Jatuh, 47 Tewas Termasuk Penyanyi Religi
Pesawat jenis ATR-42 300 milik maskapai penerbangan Utair Ukraine. [shutterstock]

Suara.com - Sebanyak 47 orang yang berada dalam penerbangan Pakistan Internasional Airlines (PIA) tewas setelah pesawat itu jatuh di dekat Abbottabad.

Seorang pilot sempat membuat panggilan "mayday" dan mengatakan bahwa ia kehilangan kontrol satu mesin dari dua mesin pesawat, kata Saigol, pimpinan PIA.

"Kami yakin bahwa pesawat bisa mendarat dengan satu mesin bekerja," kata Saigol.

Perusahaan penerbangan itu mengatakan bahwa pesawat PK-661 membawa 42 penumpang dan lima awak ketika kehilangan kontak dengan menara kontrol dalam perjalanan dari Chitral ke Islamad. Pesawat pun jatuh di pegunungan dekat Abbottabad dan Havelian.

Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan mengatakan bahwa 46 dari 47 pesawat telah ditemukan.

Seorang bintang pop yang menjadi penyanyi religi Junaid Jamshed jadi salah satu penumpang yang tewas, kata manajer Junaid, Arsalan Khan, mengatakan kepada CNN.

Junaid meraih ketenaran pada tahun 1980-an bersama grup band Vital Signs, salah satu grup musik yang sangat berpengaruh di Pakistan.

Setelah karier sebagai penyanyi sukses pada tahun 1990-an, Junaid memilih keluar dari musik pop dan memilih karier penyanyi religi.

Dia sempat nge-tweet di hari Minggu dengan menunjukkan gambar "surga dunia" di Chitral, kota Pakistan bagian utara, di mana pesawat sudah lepas landas.

ATR-42 merupakan pesawat bermesin baling-baling yang diproduksi oleh patungan antara Airbus dengan Leonardo asal Italy.

Ada tiga anggota awak kokpit dalam pesawat, yakni kapten, seorang perwira pertama, dan pilot yang masih pelatihan.

Tak jelas apakah pilot yang masih dilatih itu yang menerbangkan pesawat, menurut salah satu pejabat PIA yang tak mau disebutkan namanya.

Menurut pimpinan PIA, kapten pilot telah memiliki 12.000 jam. Adia selain pengalaman terbang juga seorang pelatih penerbangan untuk pesawat ATR-42.

Pakistan, dengan penduduk sekitar 190 juta orang, memiliki bisnis maskapai udara dengan penerbangan lokal yang terus berkembang, namun punya sejarah penerbangan udara yang buruk.

Ada tiga kecelakaan yang fatal pada tahuun 2010 hingga merenggut nyawa 185 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakistan Segera Privatisasi Perusahaan Penerbangan Nasionalnya

Pakistan Segera Privatisasi Perusahaan Penerbangan Nasionalnya

Bisnis | Rabu, 09 Desember 2015 | 22:06 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB