Array

Kalimat Ini yang Bikin Elektabilitas Ahok di Atas Anies dan Agus

Kamis, 15 Desember 2016 | 19:50 WIB
Kalimat Ini yang Bikin Elektabilitas Ahok di Atas Anies dan Agus
Calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diprotes seorang dosen di universitas swasta di Jakarta Barat. [suara.com/Bowo Raharjo]
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Kuskridho Ambardi menilai permintaan maaf yang sering disampaikan calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada publik terkait perkara dugaan penodaan agama menjadi salah satu faktor yang mendongkrak elektabilitas pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat menjelang pilkada Jakarta.
 
Menurut hasil survei LSI yang dirilis hari ini, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot unggul dengan 31,8 persen,  pasangan Agus Harimurti Yudhoyon - Sylviana Murni sebesar 26,5 persen, dan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno 23,9 persen. 
 
Sebanyak 86 persen respon tahu permintaan maaf Ahok, hanya 14 persen responden yang menyatakan tidak tahu Ahok meminta maaf.
 
Sebanyak 59 persen menilai permintaan maaf Ahok tulus,  kemudian 25 persen menganggap  Ahok tidak tulus, dan 16 persen responden menyatakan tidak tahu. 
 
"Kemudian juga bahwa dia mengakui bahwa dia (Ahok)  salah, itu sedikit menambah proporsi dukungan terhadap Ahok," ujar Kuskridho di Hotel Atlet Century,  Senayan, Jakarta,  Kamis (15/12/2016).
 
Elektabilitas Ahok, kata Kurkridho, meningkat karena faktor kinerja Ahok dan Djarot serta. 
 
"Ternyata sebagian dari pemilih sudah melihat lagi kinerja itu penting loh untuk diperhatikan. Kinerja itu banyak komponen yah misalnya kebijakan, hampir dari mayoritas kebijakan itu yang menanggapi positif meningkat sedikit pada satu bulan terakhir,"paparnya. 
 
Survei dilakukan pada 3 Desember sampai 11 Desember 2016. 
 
Populasi survei adalah seluruh warga Indonesia di Jakarta yang punya hak pilih atau sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah. Jumlah responden yang disurvei sebanyak 800 orang.

Survei dilakukan dengan metode multi stage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar plus minus 3. 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh kecamatan yang terdistribusi secara proporsional.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI