Begini Cara Komunitas NTT Pulihkan Korban Penusukan Anak SD

Dythia Novianty | Nikolaus Tolen | Suara.com

Minggu, 18 Desember 2016 | 13:16 WIB
Begini Cara Komunitas NTT Pulihkan Korban Penusukan Anak SD
Ilustrasi aksi penusukan. (Shutterstock)

Suara.com - Komunitas Persaudaraan Propinsi Nusa Tenggara Timur mendesak Badan Reserse Kriminal Polri membentuk Tim Psikolog demi memulihkan kejiwaan korban penusukan di SDN I Sabu. Dan untuk memastikan Polda NTT tidak main-main dalam mengungkap kasus tersebut, komunitas ini mendatangi Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar.

"Peristiwa tragis ini harus menjadi peristiwa terakhir, tidak boleh terjadi lagi di bumi NTT, karenanya Komunitas Persaudaraan NTT meminta agar Kapolda NTT tidak boleh secara prematur memberikan penilaian bahwa peristiwa penusukan tersebut sebagai kriminal murni," kata Koordinator Komunitas Persaudaraan NTT di Jakarta, Petrus Selestinus melalui keterangan persnya, Minggu (18/12/2016).

Karena itu, kata dia, Polda NTT harus terus menggali motif dasar secara mendalam melalui teknik psikodiagnostik terhadap jejak-jejak yang ditinggalkan oleh pelaku. Sehingga dapat disusun profiling psikologi untuk membantu penyidik guna memperkirakan siapa-siapa saja yang menjadi pelaku dengan ciri-ciri yang termuat dalam profiling.

"Meskipun pelaku penusukan sudah mati akibat penghakiman oleh massa, namun kita meminta agar polisi tidak boleh berhenti mengusut kasus ini dan harus diusut sampai tuntas. Selain itu, para korban harus diberikan pemulihan kejiwaan oleh Tim Psikologi dari Bareskrim Polri," katanya.

Menurut Advokat Peradi ini, autopsi psikologi juga sangat penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang kepribadian pelaku yang sudah mati. Sehingga publik bisa mengetahui apakah peristiwa ini bagian dari aktivitas kelompok radikal atau ini perkara kriminal murni.

"Karena sebelumnya terdapat aktivitas kelompok radikal di NTT yang telah dideteksi oleh Polda NTT, bahkan beberapa kelompok telah diamankan dan dipulangkan oleh Polda NTT tanpa proses hukum," kata Petrus.

Dan terkait permintaannya untuk membentuk Tim Psikolog, Boy sudah menurutinya. Karenanya, kata dia, keputusan Mabes Polri tersebut menjadi langkah yang sangat tepat karena selain hendak memulihkan kejiwaan dan trauma tujuh siswa, tetapi juga seluruh siswa dan guru-guru di SDN I Sabu Barat.

"Juga sebetulnya masyarakat NTT yang sebelumnya sudah trauma akibat adanya aktivitas kelompok radikal di beberapa tempat di NTT sepanjang Tahun 2015, yang ditandai dengan tertangkapnya Syarifudin, seorang anggota jaringan teroris kelompok Santoso, pada 18 April 2015 di Manggarai Barat, tiga terduga jaringan ISIS ditangkap di Kabupaten Alor oleh Densus 88 pada 31 Juli 2015, penemuan lambang bendera kelompok bersenjata ISIS yang digambar di tembok bangunan di Kabupaten TTS," kata Petrus.

Pria yang juga menjadi Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia tersebut juga menilai bahwa kejadian tersebut sudah mengancam toleransi di NTT. Karenanya, Mabes Polri harus membantu Polda NTT dengan segera membangun fasilitas penegakan hukum yang memadai di Kabupaten Sabu Raijua berikut enam Kabupaten lainnya di NTT (Nagekeo, Malaka, Rote Ndao, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur dan Sumba Tengah) yang hingga sekarang belum memiliki sarana penegakan hukum seperti Kantor Polres, Kejaksaan Negeri dan Kodim.

"Sejumlah Kabupaten pemekaran di NTT yang sudah berusia 10 tahun lebih tidak memiliki Polres, Kejaksaan dan Pengadilan, Kodim dan lain-lain, seperti di Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai Timur, akan menjadi lahan subur bagi aktivitas kelompok radikal/ISIS di NTT," kata Petrus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi SP3 Kasus Penyerangan Brutal Tiga Polisi di Tangerang

Polisi SP3 Kasus Penyerangan Brutal Tiga Polisi di Tangerang

News | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 19:46 WIB

Begal Motor Tusuk Tukang Parkir Hingga Tewas

Begal Motor Tusuk Tukang Parkir Hingga Tewas

News | Jum'at, 12 Agustus 2016 | 11:41 WIB

Driver Gojek Ditusuk Juru Parkir di Mall Sunter

Driver Gojek Ditusuk Juru Parkir di Mall Sunter

News | Rabu, 09 Desember 2015 | 22:17 WIB

Polisi Tangani Kasus Penusukan Warga Korsel

Polisi Tangani Kasus Penusukan Warga Korsel

News | Sabtu, 07 November 2015 | 13:04 WIB

Asyik Tusuk Sate, Malah Tewas Ditusuk Adik Ipar

Asyik Tusuk Sate, Malah Tewas Ditusuk Adik Ipar

News | Jum'at, 25 September 2015 | 16:30 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB