Presiden KSPI Tak Yakin 8 Tokoh Terlibat Makar

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 19 Desember 2016 | 20:45 WIB
Presiden KSPI Tak Yakin 8 Tokoh Terlibat Makar
Presiden KSPI Said Iqbal. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal meyakini jika delapan tokoh yang telah ditetapkan sebagai tersangka sangat tidak merancang aksi makar seperti yang disangkakan pihak kepolisian.

Alasannya, kata dia, untuk melakukan aksi makar dibutuhkan persiapan yang matang seperti persenjataan dan bantuan logistik.

"Kalau sikap buruh dari awal sudah jelas bahwa kita tidak percaya makar dilakukan para terduga disangka ini. Karena mereka tidak memiliki kemampuan senjata, logistik dan sebagainya," kata Said Iqbal di Polda Metro Jaya, Senin (19/12/2016).

Dia juga menilai adanya upaya penangkapan dan penetapan tersangka terhadap tokoh-tokoh tersebut bisa mengganggu proses berjalannya demokrasi di Indonesia. Sebab, dia berpikir delapan tokoh tersebut hanya mengeluarkan pandangannya untuk bersikap kritis.

"Yang kedua kalau ada orang kritis itu jangan dibungkam dengan tuduhan yang berat sehingga demokrasi nggak sehat, demokrasi yang sehat kalu ada check and balance. Jadi orang yang bersikap kritis itu wajar. Oleh karena itu buruh berpendapat check and balance dalam negara berdemokrasi itu penting," katanya.

Said Iqbal pun mengaku sepakat dengan pernyataan beberapa pihak yang menduga jika para tokoh yang ditetapkan kasus makar adalah orang-orang yang sangat kritis kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bukan kasus lain.

"Kalau melihat dari beberapa statementnya iya (kritis terhadap Ahok)," kata dia.

Kata dia, salah satu tersangka kasus dugaan makar, Ratna Sarumpaet dianggap sangat kontra terhadap kebijakan Ahok. Said Iqbal mengaku kenal dengan Ratna ketika buruh ikut bergabung menolak penggurusan yang dilakukan Ahok di kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

"Lebih jauh saya nggak gitu kenal dengan semua tokoh itu kecuali Ratna. Ratna dengan buruh itu singgungannya adalah ketika kita menolak penggusuran di kampung Akuarium. Itu aja nggak ada yang lain," katanya.

Kepolisian telah menetapkan 12 tokoh menjadi tersangka. Sebelas tokoh diciduk di beberapa lokasi berbeda menjelang aksi damai pada Jumat (2/12/2016). Satu tokoh lagi diciduk, Kamis (8/12/2016) dini hari.

Delapan orang yang ditetapkan menjadi tersangka dugaan upaya makar, yakni mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (purn) Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Bidang Ideologi Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, dan tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz.

Tiga tersangka yang lain, Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, Hatta Taliwang disangka melakukan penyebaran ujaran kebencian.

Sedangkan, Ahmad Dhani disangkakan melakukan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Dari 12 tokoh, hanya Sri Bintang Pamungkas, Rizal, Jamran, dan Hatta yang ditahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekjen KSPI: Ratna Sarumpaet Tak Ajak Buruh Makar

Sekjen KSPI: Ratna Sarumpaet Tak Ajak Buruh Makar

News | Senin, 19 Desember 2016 | 19:45 WIB

Bendahara Partai Ini Dicecar Polisi Soal Aliran Dana Makar

Bendahara Partai Ini Dicecar Polisi Soal Aliran Dana Makar

News | Senin, 19 Desember 2016 | 18:31 WIB

Kasus Makar, Sekjen KSPI Klaim Tak Kenal Ratna Sarumpaet

Kasus Makar, Sekjen KSPI Klaim Tak Kenal Ratna Sarumpaet

News | Senin, 19 Desember 2016 | 17:15 WIB

Selain Ruang Kerja, Polisi Juga Geledah Rumah Rachmawati Pagi Ini

Selain Ruang Kerja, Polisi Juga Geledah Rumah Rachmawati Pagi Ini

News | Kamis, 15 Desember 2016 | 10:08 WIB

Geledah Ruang Kerja Rachmawati, Polisi Sita Beberapa Dokumen

Geledah Ruang Kerja Rachmawati, Polisi Sita Beberapa Dokumen

News | Kamis, 15 Desember 2016 | 10:02 WIB

Polisi Terus Dalami Aktor yang Mendanai Rencana Makar

Polisi Terus Dalami Aktor yang Mendanai Rencana Makar

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 14:25 WIB

Polisi Kebut Berkas Perkara Kasus Makar

Polisi Kebut Berkas Perkara Kasus Makar

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 14:07 WIB

Geledah Rumah Sri Bintang, Polisi Cari Bukti Tambahan Kasus Makar

Geledah Rumah Sri Bintang, Polisi Cari Bukti Tambahan Kasus Makar

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 13:22 WIB

Polisi Telusuri Tokoh di Balik Ketua Yayasan Sahabat Cendana

Polisi Telusuri Tokoh di Balik Ketua Yayasan Sahabat Cendana

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 12:39 WIB

Polda Metro Menolak Semua Dalil Buni Yani di Praperadilan

Polda Metro Menolak Semua Dalil Buni Yani di Praperadilan

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 12:01 WIB

Terkini

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap

Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi

Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini

Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:38 WIB

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:30 WIB