Ini Ciri Khas Komplotan Bandit Pimpinan Ramlan "Porkas" Saat Aksi

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 02 Januari 2017 | 14:47 WIB
Ini Ciri Khas Komplotan Bandit Pimpinan Ramlan "Porkas" Saat Aksi
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan saat jumpa pers penangkapan Iyus Pane (belakang berbaju abu-abu) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/1/2017). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Yuwono mengungkapkan aksi empat bandit pimpinan Ramlan Butarbutar alias Porkas tergolong rapi ketika merampok rumah Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, Kayu Putih, Jakarta Timur. Bandit yang telah menewaskan enam orang di rumah Dodi merupakan spesialis perampok rumah mewah.

"Jadi kelompok empat ini memang modus operandinya dia tidak pernah merusak pintu. Selama dia merampok ke mana-mana mulai dari Solo, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, dia tidak pernah merusak pintu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (2/1/2016)

Argo mengatakan komplotan perampok itu selalu mengincar rumah mewah yang pintu gerbangnya tidak dikunci.

Modus operandi mereka setiap kali mendatangi rumah korban yaitu berpura-pura sudah pernah kenal korban.

"Modusnya seperti itu hanya kalau pintu terbuka dia baru masuk. Jadi masuk itu kemudian dia pura-pura sudah pernah kenal," kata Argo

Setelah masuk ke dalam rumah, barulah mereka mengeluarkan senjata untuk mengancam korban.

"Dia gunakan pertama ancaman verbal. Dia bentak atau apa yang dua dengan menodongkan senjata. Atau senjata tajam," katanya.

Agar leluasa menggasak barang-barang berharga, komplotan tersebut biasanya mengikat korban dan menyekapnya di salah satu ruangan.

"Yang ketiga pasti mengikat entah itu pakai tali sepatu atau rafia atau lakban. Yang seterusnya pasti menempatkan korban di suatu ruangan, kemudian dia melakukan aksi. Dari hasil interogasi kemarin kebetulan yang terjadi di Pulomas, ruangan yang terdekat adalah kamar mandi," katanya.

Ketika merampok di rumah Dodi pada Senin (26/12/2016), komplotan tersebut memiliki peran masing-masing. Sebagian memaksa korban menunjukkan kamar Dodi, tempat menyimpang barang berharga. Sebagian lagi memaksa para korban masuk ke dalam kamar mandi.

Sebelas korban -- termasuk Dodi dan dua anak perempuannya -- dipaksa masuk ke dalam kamar mandi.

Mengenai kenapa gagang pintu kamar mandi dirusak, apakah ulah pelaku agar korban tidak bisa ke luar, Argo mengatakan gagang pintu dirusak oleh korban sendiri untuk mencari udara.

"Pintu patah karena korban berupaya untuk cari oksigen dari dalam makanya dia mematahkan dari dalam pintu itu gerendel itu dengan harapan ada lubang," kata Argo.

Setelah menggondol barang berharga, komplotan perampok yang terdiri dari Ramlan Butarbutar alias Porkas, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga, dan Ius Pane kabur.

Korban baru ditemukan keesokan harinya, Selasa (27/12/2016) pagi. Enam meninggal dunia dan lima lemas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Video | Selasa, 03 Januari 2023 | 14:00 WIB

Terkini

Geger Kasus Penyadapan Prabowo, SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

Geger Kasus Penyadapan Prabowo, SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:45 WIB

Harga Acuan Batu Bara Turun Hampir 1%

Harga Acuan Batu Bara Turun Hampir 1%

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 13:42 WIB

Apakah Penyadapan Termasuk Makar? Beda Sikap Menko Kumham dan PDIP Soal Listyo Cs

Apakah Penyadapan Termasuk Makar? Beda Sikap Menko Kumham dan PDIP Soal Listyo Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:41 WIB

PNS Malaysia Dilarang Pakai Waze karena Punya Israel

PNS Malaysia Dilarang Pakai Waze karena Punya Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:38 WIB

Jangan Dibuang! Biji Delima Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Jangan Dibuang! Biji Delima Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Sumut | Rabu, 04 November 2026 | 13:35 WIB

Biodata dan Agama Letjen TNI Ariyo Windutomo yang Ditunjuk Jadi Plt KSP

Biodata dan Agama Letjen TNI Ariyo Windutomo yang Ditunjuk Jadi Plt KSP

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 13:34 WIB

Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Prabowo, SBY Kirim Doa: Semoga Tuhan Berikan Kekuatan

Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Prabowo, SBY Kirim Doa: Semoga Tuhan Berikan Kekuatan

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:34 WIB

Listyo Tidak Sadap Gibran adalah Bentuk Pelecehan terhadap Wapres, Kata Arif Wicaksono

Listyo Tidak Sadap Gibran adalah Bentuk Pelecehan terhadap Wapres, Kata Arif Wicaksono

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:33 WIB

Pakar Hukum Trisakti: Dugaan Penyadapan Prabowo Oleh Listyo Masuk Delik Makar

Pakar Hukum Trisakti: Dugaan Penyadapan Prabowo Oleh Listyo Masuk Delik Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:31 WIB

Kapan Penyadapan Prabowo Dilakukan oleh Listyo Sigit Cs?

Kapan Penyadapan Prabowo Dilakukan oleh Listyo Sigit Cs?

News | Rabu, 04 November 2026 | 13:30 WIB

×