Waketum Gerindra: Pemerintah "Rampas" Hak Untuk Mengkritisi

Adhitya Himawan

Jum'at, 20 Januari 2017 | 13:08 WIB
Waketum Gerindra: Pemerintah "Rampas" Hak Untuk Mengkritisi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono di Jakarta, Senin (9/1/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, menilai pemerintah belakangan ini tampak mulai panik. Hal itu dikatakannya bisa ditilik dari banyaknya kebijakan pemerintah yang berlebihan belakangan ini dirilis terkait isu penanganan isu hoax ini dikhawatirkan akan berimbas pada meredamnya daya kritis masyarakat.

“Pemerintah belakangan ini memang panik dengan merilis banyak kebijakan soal penanganan hoax ini bisa meredam daya kritis masyarakat. Misalnya, tuduhan makar ke Rachmawati dan kawan-kawan itu merupakan bagian yang hampir sama untuk pembungkaman lewat medsos, ini sudah merampas hak mengkritisi kepada pemerintah,” tutur Ferry di Jakarta, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya, hak pernyataan masyarakat lewat media sosial itu dianggap sebagai bentuk alternatif media perlawanan. Ia bersikeras untuk melawan kebebasan berpendapat. Sebab, masyarakat banyak yang beranggapan kalau media mainstreame itu rentan dikuasai dan dimonopoli pemerintah.



“Media sosial itu media alternatif perlawanan efektif. Banyak media mainstream saat ini telah dikuasai pemerintah,” katanya.

Ia menuturkan persoalan hoax sebenarnya bisa segera langsung tertangani tanpa membuat pembungkaman berlebihan. Semisal sumbernya bisa langsung dilacak baik dari penyebar hoax maupun pemilik akun yang bersangkutan.

“Hoax itu sebenarnya persoalannya bisa langsung tertangani. Sumbernya juga bisa di trace baik dari penyebar maupun pemilik akun terkait,” ujar Ferry.

Politisi Partai Gerindra ini menyatakan pemerintah terkesan cenderung ada yang sedang disenyembunyikan. Seharunya pemerintah mampu optimalkan instrumen yag ada. Padahal ada instrumen yang dimiliki pemerintah sebenarnya cukup untuk menangkal hoax, seperti adanyaada intelejen, media, data statistik, dan sebagainya.

“Kebenaran dari sebuah pembenaran kalau dimonopoli oleh pemerintah itu memang pemerintah cenderung ada yang sedang disembunyikan atau ada suatu kesalahan. Tapi kemudian disalahkan semua. Sikap kritis kita harus didorong,” pungkasnya.

Lanjut, ia juga mengisahkan bahwa terpilihnya presiden saat itu karena peran besar media sosial yang terbukti efektif. Termasuk keberhasilan penggalangan gerakan, seperti gerakan 212 yang dianggap titik lemah yang kemudian pemerintah mengintervensinya. Dan, hoax cenderung digerakin oleh buzzer yangg diinstruksikan oleh orang yang mempunyai kekuatan dan kepentingan politik.

“Presiden terpilih juga karena peran Socmed dan ternyata efektif. Kemunculan gerakan 212 seperti dinilai pemerintah sebagai titik lemah yang kemudian mengintervensinya. Penggerak hoax banyak yang dilakukan buzzer bayaran dari orang yang punya kekuatan dan kepentingan politik tertentu,” paparnya.

Juru Bicara Presiden, Johan Budi, meminta masyarakat untuk membedakan antara kritik dan fitnah. Presiden dikatakannya sangat terbuka untuk kritik, asalkan bukan fitnah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Makar, Sekjen KSPI Dicecar Polisi Terkait Sejumlah Pertemuan

Soal Makar, Sekjen KSPI Dicecar Polisi Terkait Sejumlah Pertemuan

News | Rabu, 18 Januari 2017 | 20:31 WIB

Gerindra Minta Industri Gula Tak Dipaksa Bangun Kebun Tebu

Gerindra Minta Industri Gula Tak Dipaksa Bangun Kebun Tebu

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 12:24 WIB

Menkominfo Akan Bicara soal Hoax dengan Facebook Akhir Januari

Menkominfo Akan Bicara soal Hoax dengan Facebook Akhir Januari

Tekno | Rabu, 18 Januari 2017 | 08:51 WIB

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 18:13 WIB

PAN Sebut Pansus Makar Belum Diperlukan

PAN Sebut Pansus Makar Belum Diperlukan

News | Senin, 16 Januari 2017 | 12:38 WIB

Polisi Ungkap Pemeriksaan Saksi Kegiatan Safari Kivlan Zein

Polisi Ungkap Pemeriksaan Saksi Kegiatan Safari Kivlan Zein

News | Senin, 16 Januari 2017 | 12:09 WIB

Facebook Bergerak Menangkal 'Hoax' Menjelang Pemilu Jerman

Facebook Bergerak Menangkal 'Hoax' Menjelang Pemilu Jerman

Tekno | Senin, 16 Januari 2017 | 11:50 WIB

Donny BU: Hoax Bukan Salah Teknologi Informasi dan Media Sosial

Donny BU: Hoax Bukan Salah Teknologi Informasi dan Media Sosial

wawancara | Senin, 16 Januari 2017 | 07:00 WIB

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

Jokowi Akui Medsos Bisa Mengancam Persatuan dan Kesatuan RI

News | Minggu, 15 Januari 2017 | 12:29 WIB

Timses Anies Tuding Ahok Bohongi Publik

Timses Anies Tuding Ahok Bohongi Publik

News | Sabtu, 14 Januari 2017 | 05:01 WIB

Terkini

Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas

Apa Penyebab Truk Molen Tabrak Halte di Bekasi, 6 Orang Tewas

Bekaci | Senin, 02 November 2026 | 17:06 WIB

Novel The Newcomer, saat Kebohongan Kecil Menyembunyikan Sebuah Kebenaran

Novel The Newcomer, saat Kebohongan Kecil Menyembunyikan Sebuah Kebenaran

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:00 WIB

Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November

Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:56 WIB

BEI Proyeksi Puluhan UKM Siap IPO Tahun 2027

BEI Proyeksi Puluhan UKM Siap IPO Tahun 2027

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:56 WIB

Buah Manis Kepercayaan, Investasi Senilai Rp9,7 Triliun Segera Masuk Jateng

Buah Manis Kepercayaan, Investasi Senilai Rp9,7 Triliun Segera Masuk Jateng

News | Senin, 02 November 2026 | 16:55 WIB

Bestari Barus Sentil Demokrat soal Putusan MA Gibran: Jangan Buru-buru Ingin AHY Jadi Wapres

Bestari Barus Sentil Demokrat soal Putusan MA Gibran: Jangan Buru-buru Ingin AHY Jadi Wapres

News | Senin, 02 November 2026 | 16:54 WIB

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kontak Hilang Sendiri di iPhone? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Kencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 16:51 WIB

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total

Malang | Senin, 02 November 2026 | 16:50 WIB

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

Kasus Penggeledahan Ponpes di Jateng, Reza Indragiri Khawatir Polri Lindungi Sesama Anggota

News | Senin, 02 November 2026 | 16:48 WIB

×