LSI Denny JA: Agus-Sylvi Unggul di Pemilih Muslim Jakarta

Arsito Hidayatullah | Dian Rosmala | Suara.com

Selasa, 24 Januari 2017 | 15:40 WIB
LSI Denny JA: Agus-Sylvi Unggul di Pemilih Muslim Jakarta
Konferensi pers hasil survei LSI Denny JA terkait 'Berebut Pemilih Muslim' di Jakarta, Selasa (24/1/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menggelar konferensi pers untuk mengumumkan temuan terbarunya terkait Pilkada DKI Jakarta. Tema konferensi pers kali ini adalah "Berebut Pemilih Muslim".

Peneliti dari LSI Denny JA, Adrian Sopa, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan tanggal 5-11 Januari 2017, pasangan Agus Harimurti Yudhoyo-Sylviana Murni unggul di pemilih muslim Jakarta dibanding pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat serta pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Di pemilih muslim dengan base 85 persen, Agus-Sylvi 39,6 persen, Ahok-Djarot 28,0 persen, dan Anies-Sandiaga 23,4 persen, dan sisanya tidak menjawab," kata Sopa di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

Sopa kemudian menjelaskan rincian dari pembagian pemilih muslim tersebut. Yang pertama yaitu berdasarkan tingkat penghasilan.

"Di pemilih muslim dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta, Agus-Sylvi mendapatkan 40,1 persen, Ahok 27,1 persen dan Anies 29,4 persen," kata Sopa.

Sementara, di pemilih muslim dengan penghasilan di atas Rp3,5 juta, lanjut Sopa, Agus mendapatkan 37,1 persen, Ahok 27,8 persen, sementara Anies 29,2 persen.

Selain itu, kata Sopa lagi, jika dilihat dari tingkat pendidikannya, maka hasilnya Agus unggul di pemilih muslim dengan pendidikan SMA. Namun, ia kalah oleh Anies di pemilih muslim dengan pendidikan tinggi.

"Di pemilih muslim pendidikan sampai SMA, Agus mendapatkan 41,8 persen, Ahok 28,2 persen dan Anies 20,9 persen," ujar Sopa.

"Sedangkan Anies unggul di segmen muslim pendidikan tinggi. Di pemilih muslim pendidikan universitas, Agus mendapatkan 26,5 persen, Ahok 27,1 persen dan Anies 34,3 persen," kata Sopa menambahkan.

Lebih lanjut, Sopa menjelaskan bahwa survei tersebut menggunakan metode sampling yaitu multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 880 orang. Sedangkan tingkat margin of error-nya yaitu kurang lebih 3,4 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Hasil Survei, Timses Anies-Sandi Sindir LSI dan SMRC

Soal Hasil Survei, Timses Anies-Sandi Sindir LSI dan SMRC

News | Sabtu, 21 Januari 2017 | 13:04 WIB

Hasil Survei Berbeda, Ini Komentar Ketua KPUD DKI Jakarta

Hasil Survei Berbeda, Ini Komentar Ketua KPUD DKI Jakarta

News | Sabtu, 21 Januari 2017 | 11:34 WIB

Survei LSI Usai Kasus Al Maidah: Elektabilitas Ahok Teratas

Survei LSI Usai Kasus Al Maidah: Elektabilitas Ahok Teratas

News | Kamis, 15 Desember 2016 | 15:29 WIB

Kasus Lembaga Survei, Polda Periksa Persepi

Kasus Lembaga Survei, Polda Periksa Persepi

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 17:24 WIB

Terkini

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:26 WIB