Basuki, Pengusaha Pemberi Suap 'Bela' Patrialis Akbar

Rizki Nurmansyah, Nikolaus Tolen

Jum'at, 27 Januari 2017 | 08:01 WIB
Basuki, Pengusaha Pemberi Suap 'Bela' Patrialis Akbar
Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar,n ditahan KPK [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pengusaha daging impor, Basuki Hariman, tak yakin hakim Makhamah Konstitusi, Patrialis Akbar, terlibat dalam kasus dugaan suap terkait uji materi UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Seperti diketahui, Basuki sendiri telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus ini.

"Kalau menurut saya Pak Patrialis nggak terlibat dalam hal ini," kata Basuki usai selesai diperiksa di gedung KPK, jalan Rasuna Said Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017) dini hari WIB.

Basuki pun membantah dirinya memberikan uang langsung kepada mantan menteri hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Dia menceritakan, Patrialis hanya mendengarkan penjelasan darinya terkait begitu banyaknya daging impor dari India yang masuk ke Indonesia.

"Jadi saya jelaskan kepada Pak Patrialis biar beliau mengerti. Begitu dia mengerti, dia coba pelajari. Tetapi saya tidak pernah memberikan uang apa-apa," katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ke mana uang yang dikeluarkannya mengalir. Dia menyebutkan nama Kamaludin yang diketahuinya sebagai orang dekat Patrialis.

"Itu ada, namanya Kamal. Dia temen saya dan juga dekat dengan Pak Patrialis, gitu. Saya memberi uang kepada dia (Kamal)," kata Basuki.

Menurut pengusaha yang pernah berurusan dengan KPK dalam kasus impor daging petinggi PKS, Lutfi Hasan Ishaq tersebut, mengatakan uang yang diberikannya bertujuan untuk mengumrohkan Patrialis.

baca juga

Hal itu berdasarkan penuturan Kamaludin. Namun, dia yakin, uang 200 ribu dolar Singapura tersebut dipakai sendiri oleh Kamaludin.

"Dia bilang uang itu buat umroh. Tapi saya percaya uang itu buat dia pribadi, Kamaludin sendiri," tutup Basuki.

Diketahui, dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, setelah menangkap 11 orang dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (25/1/2017) siang hingga malam.

Mereka yang dijadikan tersangka adalah, Hakim MK, Patrialis Akbar, Basuki Hariman, Kamaludin (perantara Patrialis dengan Basuki), dan Ng Fenny (sekretasi Basuki).

Kamaludin dan Patrialis diduga sebagai penerima suap, sementara Basuki dan Ng Fenny diduga sebagai pemberi suap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Langsung Ditahan KPK, Patrialis: Saya Jadi TSK, Ini Ujian Berat

Langsung Ditahan KPK, Patrialis: Saya Jadi TSK, Ini Ujian Berat

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 01:56 WIB

Penyuap Patrialis Akbar Pernah Diperiksa KPK

Penyuap Patrialis Akbar Pernah Diperiksa KPK

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 01:53 WIB

Patrialis Dibekuk KPK, Seperti Ini Perasaan Jimly Asshiddiqie

Patrialis Dibekuk KPK, Seperti Ini Perasaan Jimly Asshiddiqie

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 07:00 WIB

Patrialis Dibekuk KPK, Mahfud: Mas Sudjiwo, Jangan Tambahi Pilu

Patrialis Dibekuk KPK, Mahfud: Mas Sudjiwo, Jangan Tambahi Pilu

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 06:30 WIB

SETARA: Korupsi Patrialis Akbar Makin Ragukan Kualitas Putusan MK

SETARA: Korupsi Patrialis Akbar Makin Ragukan Kualitas Putusan MK

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 05:01 WIB

Patrialis Akbar Diincar KPK Sejak Juli 2016

Patrialis Akbar Diincar KPK Sejak Juli 2016

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 23:45 WIB

Hakim MK Patrialis Akbar Disuap Rp2 Miliar

Hakim MK Patrialis Akbar Disuap Rp2 Miliar

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 22:34 WIB

Terkini

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Mengambil Pelajaran tentang Bahaya Perang Opini di Novel Bungkam Suara

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:30 WIB

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen Lampaui Nasional, Pramono Pamer Inflasi Terendah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:20 WIB

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

4 Sabun Cuci Muka Cowok yang Bikin Putih dan Glowing, Hempas Minyak!

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:19 WIB

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

9 Tinted Sunscreen untuk Samarkan Noda dan Ratakan Warna Kulit

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:15 WIB

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

Siap Gerakkan Buruh Pasang Badan untuk Prabowo, Said Iqbal: Jangan Coba-coba Jatuhkan Presiden!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 13:14 WIB

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

4 Zodiak yang Paling Perhitungan dan Detail saat Bayar Split Bill, Tidak Mau Ada yang Terlewat

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 13:11 WIB

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 13:06 WIB

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Kementerian ESDM Serahkan Lahan Bekas Tambang Batubara di Kaltim untuk Kopassus

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 13:03 WIB

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Novel Tanah Para Bandit: Ketika Penegak Hukum Justru Terlibat Kejahatan

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 13:00 WIB

×