Difitnah Berhaluan Kiri, Politikus PDIP Laporkan 2 Akun Medsos

Dythia Novianty | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 31 Januari 2017 | 20:12 WIB
Difitnah Berhaluan Kiri, Politikus PDIP Laporkan 2 Akun Medsos
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hendry Yosodingrat melaporkan dua akun medsos ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/1/2017). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hendry Yosodingrat, melaporkan pemilik akun media sosial Facebook Satu Channel dan akun instagram @habib.rizieq ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat karena Hendry merasa dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), sebagaimana postingan foto yang diunggah kedua akun tersebut di medsos.

"Intinya, saya melaporkan satu yang bertanggung jawab terhadap akun Facebook Satu Chanel dan satu lagi yang bertanggung jawab terhadap Instagram habib, akun IG Habib Rizieq. Kenapa? Karena itu saling berhubungan, yaitu mereka memasukkan dalam akun FB, ya sama IG ada foto saya disertai dengan kalimat bahwa saya sebagai politisi yang berhaluan komunis kemudian saya memusuhi umat Islam," kata Hendry usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, foto yang beredar menuduh dirinya sebagai politikus berhaluan komunis, merupakan fitnah yang sangat keji. Berdasarkan postingan foto yang diunggah akun Facebook Satu Channel itu, juga memuat nama-nama politikus PDI Perjuangan lain seperti Budiman Sudjatmiko, Hasto Kristianto, Eva Sundari dan Ribka Tjiptaning.

"Tidak bisa saya terima, saya dikatakan politisi yang berhaluan komunis kemudian politisi yang memusuhi umat Islam, betapa buruknya saya kalau seperti itu dan betapa kejinya fitnah itu. Sehingga saya harus melaporkan itu demi kehormatan saya dan agar tidak terjadi perpecahan," kata Hendry.

Dia menganggap, tuduhan sebagai politikus berhaluan kiri yang memusuhi umat islam tersebut bisa menimbulkan stigma negatif yang berimbas ke keluarga dan keturunannya.

"Mungkin tidak mengancam keselamatan jiwa saya tapi anak anak saya, keturunan saya. Wah, ini anak dari seorang yang memusuhi umat Islam, anak dari seorang politisi yang berhaluan komunis. Oleh karena itu, saya laporkan kepada pihak kepolisian dan saya meminta agar segera dilakukan penyelidikan, penyidikan dan proses hukum sesuai dengan kajian hukum yang berlaku," kata dia.

Diterangkan Hendry, munculnya foto-foto yang disebar kedua akun tersebut usai dirinya menyambangi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, Jumat (20/1/2017) lalu, untuk mendesak polisi segera memenjarakan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab atas berbagai kasus.

"Esok harinya muncul ini, ini enggak saya persoalkan, kalau dibuka misalnya di Googel cari foto saya, foto ini enggak pernah muncul. Kemudian kemarin hari Sabtu ini ya, muncul foto ini muncul yang di FB ini," kata dia.

Terkait adanya tuduhan tersebut, membuat Hendry meradang.

"Tapi yang pasti saya menilai adalah perbuatan keji dari sekelompok orang keji yang pengecut muncul dong siapa kalian. Ngaku, jangan sembunyi apapun yang kalian minta dari saya. Saya siap," katanya.

Bahkan, dirinya mengaku siap untuk berkelahi dengan pemilik kedua akun yang telah mencap dirinya sebagai politikus berhaluan komunis.

"Siap dalam arti secara fisik pun saya siap. Ayo kita berantem jangan gini caranya, jangan hancurkan reputasi saya, jangan lakukan pembunuhan karakter terhadap saya, saya siap berkelahi secara fisik dengan siapapun yang memfitnah saya. Sumpah demi Tuhan saya tidak takut," katanya.

Dia pun meminta polisi untuk mendalami apakah akun Facebook Satu Channel dan akun Instagram @habib.rizieq ada dugaan dimiliki oleh satu orang.

"Ini fotonya sama, nah nanti silahkan penyidik yang telusuri apakah ada hubungan terlapor satu dengan terlapor dua," kata Hendry.

Hendry juga belum bisa langsung menyimpulkan apakah akun Instagram @habib.rizieq merupakan akun resmi Rizieq Shihab atau bukan. Dia menyerahkan agar polisi mengusutnya secara tuntas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Sebut Habib Rizieq Tak Kooperatif saat Diperiksa

Polisi Sebut Habib Rizieq Tak Kooperatif saat Diperiksa

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 17:17 WIB

Anggota DPR Sudah Lihat Chat Sex: Itu Hina, Buat Jelekkan Rizieq

Anggota DPR Sudah Lihat Chat Sex: Itu Hina, Buat Jelekkan Rizieq

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 16:08 WIB

Rizieq Diimbau Jangan Bawa Laskar, Khawatir Singgung Warga Jabar

Rizieq Diimbau Jangan Bawa Laskar, Khawatir Singgung Warga Jabar

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 15:42 WIB

Bukti Kuat yang Jadikan Rizieq Tersangka Penghinaan Pancasila

Bukti Kuat yang Jadikan Rizieq Tersangka Penghinaan Pancasila

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 15:38 WIB

Jusuf Kalla Percaya Polisi Tuntaskan Kasus Rizieq

Jusuf Kalla Percaya Polisi Tuntaskan Kasus Rizieq

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 14:39 WIB

Terkini

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

Pemprov DKI: Jakarta Terbuka untuk Pendatang Asal Punya Skill dan Lapor 1x24 Jam

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:28 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan Pekan Depan, RI Tuntut Investigasi PBB

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:17 WIB

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:15 WIB

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

Lautan Serap Energi Berlebih, Jadi Ancaman Serius bagi Pangan Global: Kenapa?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:30 WIB

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

News | Jum'at, 03 April 2026 | 12:16 WIB

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:53 WIB

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

Liga Arab Siap Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB Besok

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:47 WIB

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

Kolaborasi Pembiayaan Hijau Kian Digenjot, Sasar Kelestarian Hutan dan Ekonomi Petani

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:34 WIB

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

Kajari Karo 'Siap Salah' di DPR, 7 Fakta Kasus Amsal Sitepu yang Divonis Bebas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:30 WIB