Suara.com - Andrea Dovizioso mengaku kini bisa tidur nyenyak di rumahnya di Italia. Kondisi itu menyusul performa motor Ducati Desmosedici GP17 yang ditungganginya saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Dalam tes yang berlangsung tiga hari sejak 30 Januari hingga 1 Februari lalu, Dovizioso tercatat dua kali menembus jajaran tiga besar teratas.
Pertama, saat tes pada, Senin (30/1/2017), dimana Dovizioso menempati urutan kedua. Pada tes hari pertama tersebut Dovi, sapaan akrabnya, mencatatkan waktu terbaik 1 menit 59,797 detik.
Catatan waktunya ini terpaut tipis 0,117 detik dari pebalap penguji Ducati yang juga juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, yang keluar sebagai yang tercepat.
Selang sehari berikutnya, performa Dovi sempat menurun, yakni menempati urutan ketujuh. Dia pun bekerja keras di hari terakhir tes, Rabu (1/2/2017), dan berhasil menembus posisi ketiga.
Terkait performa di akhir tes, Dovi mengaku mendapatkan wangsit positif. Dia optimistis tahun ini Ducati mampu bersaing ketat dengan kompetitor lainnya, seperti Honda dan Yamaha.
"Saya sangat senang, kami menuntaskan program yang disusun. Tidak pernah mudah menjalani tes pertama pramusim. Kami banyak mendapatkan data dan saya pulang ke rumah dengan perasaan bahagia," kata Dovi.
"Saya nggak nyangka bisa kompetitif seperti ini dan merasa mudah mengendalikan motor, dibanding tahun lalu. Kami memiliki beberapa hal yang meningkat, seperti di tikungan menengah."
"Saya yakin kalau kami ingin menang kami harus berkembang lagi, tapi kami sudah dekat dengan kemenangan. Kecepatan kami juga sangat bagus, dan saya bahagia akan hal itu," jelasnya.
Terkait tes pramusim berikutnya di Sirkuit Phillip Island, Australia, 15-17 Februari mendatang, Dovi mengatakan harus bekerja lebih keras. Pasalnya, karakter sirkuit ini kurang cocok dengan gaya balapnya.
"Tes berikutnya di Phillip Island akan sangat penting buat saya, karena treknya baru dan juga saya selalu kesulitan di sirkuit tersebut," ujar pebalap berusia 30 tahun ini.
"Treknya berbeda (dengan Sepang) dan banyak tikungan cepat. Tapi, saya senang karena bisa mencoba trek yang berbeda sebelum kompetisi dimulai. Jadi, kami (harus) lebih siap," pungkasnya. (MotoGP)