Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK

Ardi Mandiri

Sabtu, 04 Februari 2017 | 01:15 WIB
Telusuri TKI Ilegal, BNP2TKI Gandeng KPK
Nusron Wahid [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - KPK bersama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menelusuri celah pengiriman TKI ilegal.

"Kami rapat bersama tim dari KPK yang dipimpin dari ibu Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan untuk membahas kelanjutan kerja sama tentang perbaikan tata kelola penempatan dan pengelolaan Tenaga Kerja Indonesia," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Hal yang dibahas misalnya adalah moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah.

"Tapi ternyata efeknya masih ada pengiriman TKI ke Timur Tengah secara ilegal, sudah dilarang tapi kenapa masih ada pengiriman? Ini ada potensi penyelewengan kalau ada potensi penyelewengan kan pasti ada potensi dimana letak korupsi yang diselewengkan itu siapa? Ada yang disogoklah kasarannya kenapa sampai bisa berangkat," tambah Nusron.

Isu kedua adalah mengenai pengiriman TKI ke Malaysia dan Singapura.

"Yang terdata banyak sekali tenaga tenaga kerja Indonesia yang tanpa izin masuk kesana sehingga disana menjadi tenaga kerja gelap dan ilegal sehingga secara kesejahteraan tidak baik. Ini siapa pemainnya ada apa ada potensi apa tidak dan gimana cara mengatasinya?" jelas Nusron.

Isu ketiga adalaah biaya yang dibebankan kepada TKI sehingga mengurangi manfaat yang diterima oleh TKI itu sendiri.

"Kami berdiskusi apakah biaya mahal itu ada potensi 'high cost' ekonomi yang tidak perlu tapi hal itu masih ada atau ada pungli di situ," tambah Nusron.

Persoalan terakhir adalah rencana kerja 2017 untuk membuka kantor pelayanan satu pintu untuk TKI.

"Sudah kami tetapkan ada 50 kabupaten kota kantor TKI dan ini jadi supervisi KPK kita akan buka 50. Tahun ini kita akan buka di 24 kabupaten kota supaya teman-teman TKI itu kalau mau keluar negeri urus dokumen tidak banyak pintu tapi cukup satu pintu supaya waktunya efisien biayanya efisien," ungkap Nusron.

Selanjutnya, KPK dan BNP2KTI juga akan mengurus isu TKI di bandara agar mengurangi potensi pemerasan.

"Karena dulu kalau ke luar negeri antara TKI dan warga lainnya dibedakan, nah sekarang sudah tidak ada lagi perbedaan sekarang kalau mau keluar bandara tidak ada beda lagi. Dia manusia yang sama orang yang sama, dia mau kerja jadi TKI, mau jadi akuntan, mau jadi haji, pulang dari pintu imigrasi yang sama. Juga mengurangi potensi potensi pungli," tambah Nusron. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Pengangkut TKI Karam di Malaysia, DPR Sorot Kinerja BNP2TKI

Kapal Pengangkut TKI Karam di Malaysia, DPR Sorot Kinerja BNP2TKI

News | Jum'at, 27 Januari 2017 | 10:03 WIB

4 TKI Asal Cina Tak Punya Ijin Kerja, Diciduk

4 TKI Asal Cina Tak Punya Ijin Kerja, Diciduk

News | Kamis, 26 Januari 2017 | 00:32 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×