Kelaparan di Sudan Selatan Nyata

Tomi Tresnady

Minggu, 05 Februari 2017 | 07:59 WIB
Kelaparan di Sudan Selatan Nyata
Seorang anak Afrika menadah beras sebagai simbol kelaparan. [shutterstock]

Suara.com - Badan kemanusiaan PBB telah memperingatkan resiko kelaparan di Sudan Selatan nyata buat ribuan orang di daerah yang kekurangan pangan dan masyarakat yang terpengaruh konflik.

Dalam laporan terakhirnya, yang mengutip keterangan para ahli kehidupan dan keamanan pangan, Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan rakyat Sudan Selatan tampaknya akan menghadapi tingkat parah kerawanan pangan selama musim yang tidak stabil dari Februari sampai Juli 2017.

"Meskipun musim panen, tingkat gizi buruk akut tetap tinggi. Prevalensi Global Acute Malnutrition (GAM), yang dicatat oleh survei SMART yang dilaksanakan antara September dan November 2016, tetap serius atau bertambah buruk (10 persen atau lebih tinggi)," kata OCHA dalam laporan yang disiarkan pada Jumat malam (3/2/2017).

Laporan itu mengatakan berlanjutnya devaluasi Pound Sudan Selatan (SSP), kondisi tak aman di sepanjang jalur jalan penting, panen di bawah rata-rata, dan kurangnya ketersediaan pangan yang terjadi selanjutnya di pasar lokal telah membuat harga melonjak ke tingkat yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Pada November 2016, rata-rata harga sorgum eceran di Aweil, Wau dan Juba 7,7 dolar AS/kilogram, empat kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan 10 sampai 15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan harganya pada November 2013, bulan sebelum wabah konflik meletus.

"Penduduk kota masih berjuang mengatasi, dan sebanyak 400.000 orang di Juba, Wau dan Aweil kini menghadapi kondisi rawan pangan," kata PBB, sebagaimana dikutip Xinhua yang dilansir Antara, Minggu (5/2).

Menurut OCHA, gizi buruk diperkirakan bertambah parah sampai tingkat "kritis" selama musim yang tidak stabil sebab simpanan pangan berkurang dan harga diperkirakan akan naik.

Laporan tersebut mengatakan karena banyak rumah tangga tak bisa memanen tanaman, orang makin mengandalkan ikan dan makanan liar untuk bertahan hidup.

Pada puncak musim yang tidak stabil pada Juli 2016, sebanyak 4,8 juta orang diperkirakan menghadapi kondisi rawan pangan serius.

baca juga

Selama kuartal terakhir 2016, setelah panen, semua mitra memperkirakan bahwa sebanyak 3,8 juta orang berada dalam kondisi rawan pangan, naik satu juta orang dibandingkan dengan priode yang sama pada 2915. Para ahli keamanan pangan memperingatkan keuntungan dari panen akan berlangsung singkat.

"Dengan konflik menyulut pengungsian baru, dan kemerosotan ekonomi yang berlangsung terus sehingga membuat harga melonjak, jumlah ini diperkirakan bertambah pada 2017," demikian peringatan OCHA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembelaan Orangtua Gadis Belia yang Meninggal Usai Puasa 68 Hari

Pembelaan Orangtua Gadis Belia yang Meninggal Usai Puasa 68 Hari

News | Senin, 10 Oktober 2016 | 20:07 WIB

Kasus Gadis Belia Meninggal Usai Puasa 68 Hari Menuai Kecaman

Kasus Gadis Belia Meninggal Usai Puasa 68 Hari Menuai Kecaman

News | Senin, 10 Oktober 2016 | 19:45 WIB

75 Ribu Anak di Nigeria Terancam Kelaparan

75 Ribu Anak di Nigeria Terancam Kelaparan

News | Jum'at, 30 September 2016 | 05:00 WIB

PBB Upayakan Akhiri Bencana Kelaparan Lewat Lembah Silikon

PBB Upayakan Akhiri Bencana Kelaparan Lewat Lembah Silikon

News | Selasa, 12 Juli 2016 | 04:13 WIB

34 Negara Terancam Alami Krisis Pangan

34 Negara Terancam Alami Krisis Pangan

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 09:22 WIB

11 Juta Anak di Afrika Terancam Kelaparan

11 Juta Anak di Afrika Terancam Kelaparan

News | Rabu, 11 November 2015 | 08:06 WIB

Dipecat dari Pekerjaan, Lelaki Ini Biarkan Dirinya Mati Kelaparan

Dipecat dari Pekerjaan, Lelaki Ini Biarkan Dirinya Mati Kelaparan

News | Sabtu, 22 Agustus 2015 | 06:35 WIB

PBB Klaim Orang Kelaparan di Dunia Berkurang

PBB Klaim Orang Kelaparan di Dunia Berkurang

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 17:47 WIB

Terkini

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

×