Gara-Gara Tak Mau Sikat Gigi, Ibu Bunuh Anaknya yang Masih Balita

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 09 Februari 2017 | 17:13 WIB
Gara-Gara Tak Mau Sikat Gigi, Ibu Bunuh Anaknya yang Masih Balita
Iris Hernandez Rivas, ibu muda di Amerika Serikat, tega menganiaya putrinya yang masih balita hingga tewas, hanya lantaran sibuah hati tak mau menyikat gigi.

Suara.com - Iris Hernandez Rivas, ibu muda di Maryland, Amerika Serikat, tega menganiaya putrinya yang masih balita hingga tewas, hanya lantaran sibuah hati tak mau menyikat gigi.

Iris, seperti diberitakan The Washington Post, awalnya tidak mengakui kematian balitanya yang bernama Nohely (4), akibat dianiaya dirinya sendiri.

"Tapi, setelah kami desak, dia akhirnya mengakui Nohely tewas akibat ditendang oleh dirinya. Ironis, balita itu tewas hanya karena tak mau sikat gigi," tutur Kapten Paul Starks, juru bicara Kepolisian Distrik Montgomery, Rabu (8/2/2017).

Peristiwa nahas itu berawal pada Kamis (26/1/2017) malam. Ketika itu, Iris menyuruh Nohely sendirian menyikat gigi di kamar mandi. Namun, ketika dirinya memasuki toilet untuk memeriksa, Nohely justru tak melakukan perintahnya.

Karena kesal, Iris lantas menendang balitanya itu di bagian perut, sembari kembali menyuruh segera menyikat gigi.

Iris menganggap biasa aksinya itu, dan lantas keluar toilet. Tapi, tak berselang lama, Iris khawatir karena Nohely tak kunjung keluar. Ketika ia kembali memeriksa, Nohely sudah tergeletak di lantai.

Bukannya menelepon saluran emergensi 911, Iris malah membiarkan Nohely yang tak sadarkan diri selama satu jam. Baru setelahnya ia memberanikan diri menelepon ambulans Rumah Sakit Rockville.

Dokter RS itu menyatakan terdapat bekas kemerah-merahan tanda penganiayaan di banyak tubuh Nohely. Selain itu, ada luka di bagian otak.

Berdasarkan diagnosa itu, Nohely lantas dirujuk ke Children's National Medical Center, untuk mendapat perawatan lebih baik.

Namun, nyawa Nohely tak terselamatkan. Balita itu menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (3/2) pekan lalu.

Iris sendiri kekinian berada dalam terungku kepolisian dan menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mau ke Amerika Serikat? Serahkan "Password" Media Sosial Anda

Mau ke Amerika Serikat? Serahkan "Password" Media Sosial Anda

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 16:39 WIB

Deplu AS Sahkan Lagi Visa Warga Asing yang Sempat Dicabut

Deplu AS Sahkan Lagi Visa Warga Asing yang Sempat Dicabut

News | Minggu, 05 Februari 2017 | 04:41 WIB

Trump Jadi Presiden AS, 100.000 Visa Telah Dicabut

Trump Jadi Presiden AS, 100.000 Visa Telah Dicabut

News | Sabtu, 04 Februari 2017 | 06:29 WIB

AS Keluarkan Sanksi Baru Kepada Iran

AS Keluarkan Sanksi Baru Kepada Iran

News | Sabtu, 04 Februari 2017 | 06:22 WIB

Terkini

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:37 WIB

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:35 WIB

Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah

Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:32 WIB

Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran

Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar

Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:17 WIB

Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu

Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:53 WIB

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

Momen Hangat Prabowo Bertemu Diaspora Indonesia di Jepang: Bisa Selfie Bareng

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:49 WIB

Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel

Iran Hantam Pembangkit Listrik Kuwait, Pekerja Tewas Akibat Balas Dendam Kepada Amerika Dan Israel

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:45 WIB

Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB

Satu Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi Transparan atas Serangan ke Pasukan PBB

News | Senin, 30 Maret 2026 | 11:42 WIB