Dikira Sudah Punah, Macan Tutul Ini Tampakkan Diri di Sukabumi

Rizki Nurmansyah

Jum'at, 10 Februari 2017 | 00:25 WIB
Dikira Sudah Punah, Macan Tutul Ini Tampakkan Diri di Sukabumi
Ilustrasi macan tutul [Shutterstock]

Suara.com - Macan tutul atau Panthera pardus melas yang merupakan salah satu satwa penghuni Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga telah punah akibat perburuan dan perambahan, terlihat kembali keberadaannya melalui kamera jebak (camera trap).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Sustyo Iriyono, di Jakarta, Kamis (9/2/2017), mengatakan kabar gembira ini diketahui berdasarkan hasil pengamatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat pada bulan Juli-Agustus 2016.

Berawal dari informasi dari peneliti mahasiswa dan masyarakat sekitar kawasan SM Cikepuh, serta hasil survei primata International Animal Rescue (IAR), menurut dia, mengungkap adanya tanda-tanda keberadaan macan tutul seperti cakaran, kotoran, dan jejak. Namun, hal ini masih diragukan mengingat minimnya data yang tersedia.

Guna menjawab keraguan tersebut, BBKSDA Jawa Barat sebagai pengelola kawasan SM Cikepuh, bersama masyarakat, IAR, dan Yayasan Harimau melakukan pengamatan untuk menguji kebenaran informasi keberadaan macan tutul tersebut.

Pengamatan menggunakan kamera jebak pada lokasi-lokasi yang diduga menjadi wilayah jelajah, serta area tempat ditemukannya tanda-tanda keberadaan macan tutul.

Dari hasil pengamatan selama 28 hari tersebut, Sustyo mengatakan memperlihatkan tujuh frame video yang menunjukkan aktivitas macan tutul di SM Cikepuh.

Dari video tersebut, diketahui sebanyak tiga individu merupakan macan tutul dengan pola tutul kuning, sedangkan satu individu merupakan varian tutul hitam atau yang sering dikenal dengan macan kumbang.

Identifikasi menunjukkan keempat macan tutul tersebut sebagai individu yang berbeda. Melalui analisa sederhana, diprediksi bahwa populasi macan tutul di SM Cikepuh saat ini sekitar 12 ekor.

Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kepastian jumlah individu serta sex ratio macan tutul di kawasan ini.

baca juga

Kepunahan macan tutul secara lokal diduga akibat rusaknya 50 persen kawasan SM Cikepuh karena perambahan pada awal era reformasi 1998-2001 yang disertai perburuan.

Hadirnya kembali satwa ini, merupakan salah satu indikator keberhasilan rehabiiitasi dan restorasi kawasan SM Cikepuh sebagai zona inti Geopark Ciletuh.

Lebih lanjut, Sustyo mengatakan hal ini juga ditegaskan bahwa restorasi kawasan seharusnya bukan hanya dilakukan terhadap tumbuhan, melainkan juga terhadap satwa liar yang ada di dalamnya.

Karena itu, upaya memasukkan kembali satwa-satwa yang pernah hidup dalam kawasan (reintroduksi) merupakan program strategis kawasan yang perlu mendapat dukungan semua pihak.

Sebagai tindak lanjut hasil pengamatan ini, KLHK akan menyusun beberapa program dan rencana kerja yang disinergikan dengan program strategis kawasan lainnya, di antaranya inventarisasi macan tutul, mitigasi konflik macan tutul, pengendalian kebakaran hutan, pengembangan zona inti Geopark Ciletuh, reintroduksi satwa liar lainnya serta restorasi habitat satwa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hujan 4 Jam, Pesisir Pelabuhan Ratu Sukabumi Banjir Parah

Hujan 4 Jam, Pesisir Pelabuhan Ratu Sukabumi Banjir Parah

News | Sabtu, 14 Januari 2017 | 21:14 WIB

Longsor Tutup Jalan Menuju Wisata Geopark Ciletuh

Longsor Tutup Jalan Menuju Wisata Geopark Ciletuh

News | Sabtu, 05 November 2016 | 02:28 WIB

Gempa Subang Terasa Hingga Sukabumi

Gempa Subang Terasa Hingga Sukabumi

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 09:07 WIB

Masuk Gubuk, Macan Tutul Dikeroyok 3 Perempuan

Masuk Gubuk, Macan Tutul Dikeroyok 3 Perempuan

News | Rabu, 03 Agustus 2016 | 03:56 WIB

Studi: Harimau, Singa, dan Gajah Lenyap di 2100

Studi: Harimau, Singa, dan Gajah Lenyap di 2100

Tekno | Senin, 01 Agustus 2016 | 19:49 WIB

Pergerakan Tanah di Sukabumi Semakin Menghawatirkan

Pergerakan Tanah di Sukabumi Semakin Menghawatirkan

News | Minggu, 24 Juli 2016 | 21:50 WIB

Berhari-hari Tanah Bergerak, Ratusan Warga Desa Ini Kabur

Berhari-hari Tanah Bergerak, Ratusan Warga Desa Ini Kabur

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 19:35 WIB

Antrean Panjang Kendaraan Padati Jalur Mudik Sukabumi

Antrean Panjang Kendaraan Padati Jalur Mudik Sukabumi

News | Sabtu, 09 Juli 2016 | 03:00 WIB

Polres Sukabumi Sita 470 Butir Obat Terlarang

Polres Sukabumi Sita 470 Butir Obat Terlarang

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 08:00 WIB

Terkini

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:35 WIB

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:21 WIB

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:20 WIB

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:50 WIB

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:36 WIB