Jangan karena Beda Politik, Lalu Jenazah Diancam Tak Disalatkan

Siswanto, Dian Rosmala

Senin, 27 Februari 2017 | 14:23 WIB
Jangan karena Beda Politik, Lalu Jenazah Diancam Tak Disalatkan
Azyumardi Azra [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Guru besar sejarah dan peradaban Islam dari Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra tidak seluruhnya setuju dengan pesan spanduk di masjid yang bertuliskan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama." Spanduk tersebut muncul menjelang pilkada Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017 yang akan diikuti pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Saya tidak tahu pasti ya siapa yang menerbitkan (spanduk). Tapi siapa pun yang memasang spanduk seperti itu, saya kira substansinya tidak bisa dibenarkan," kata Azyumardi di Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).

Azyumardi mengatakan mengurusi jenazah sesama umat muslim diwajibkan.

"Jadi orang Islam itu, selama dia masih percaya pada dua kalimat syahadat, maka wajib disalatkan jenazahnya," ujar Azyumardi.

Azumardi menekankan pilihan politik seseorang tidak boleh dikait-kaitkan dengan menjalankan kewajiban tersebut.

"Jadi kalau soal dia mendukung secara politik, mendukung si ini dan si itu, tidak disukai oleh sebagian umat Islam yang lain. itu saya kira tidak boleh melarang menjalankan salat jenazahnya," ujar Azyumardi.

Azyumardi mengatakan prinsip pokok dalam ajaran Islam, setiap orang yang beriman -- meskipun tidak lagi menjalankan ibadah wajib -- namun masih percaya dengan dua kalimat syahadat, maka wajib hukumnya untuk mengurusi jenazah sesama umat.

"Kalau tidak salatkan orang Islam yang lain itu berdosa. Isi spanduk itu nggak benar. Nggak tahu ajaran tauhid, nggak tahu ajaran aqidah," tutur Azyumardi.

"Hal-hal yang fundamental dalam Islam itu ya harus diselenggarakan, seperti mengurusi orang meninggal itu tadi. Ya harus dimandikan, dikhafani, disalatkan dikuburkan. Jadi jangan karena sikap politiknya berbeda, mungkin mendukung calon tertentu, kemudian diancam tidak disalatkan, itu nggak bisa dibenarkan," Azyumardi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok, Polisi: Jangan Terjebak Situasi

Spanduk Boikot Jenazah Pro Ahok, Polisi: Jangan Terjebak Situasi

News | Senin, 27 Februari 2017 | 14:09 WIB

Jika Jenazah Pro Ahok Ditolak di Satu Masjid, Cari Masjid Lain

Jika Jenazah Pro Ahok Ditolak di Satu Masjid, Cari Masjid Lain

News | Senin, 27 Februari 2017 | 13:59 WIB

Isu Boikot Jenazah Pro Ahok, Ini Bahaya Politik Praktis di Masjid

Isu Boikot Jenazah Pro Ahok, Ini Bahaya Politik Praktis di Masjid

News | Senin, 27 Februari 2017 | 13:41 WIB

Polisi Tunggu Laporan Kasus Boikot Jenazah Pendukung Ahok

Polisi Tunggu Laporan Kasus Boikot Jenazah Pendukung Ahok

News | Senin, 27 Februari 2017 | 13:00 WIB

Aksi Tolak Salatkan Mayat Pro Ahok, Alissa Wahid: Berbahaya

Aksi Tolak Salatkan Mayat Pro Ahok, Alissa Wahid: Berbahaya

News | Senin, 27 Februari 2017 | 12:41 WIB

Terkini

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Suara.com hingga NU Online Sabet Penghargaan Bergengsi, Ini Daftar Juara AMSI Awards 2026

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 21:16 WIB

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

Prabowo dan Sejumlah Menteri Diduga Disadap, Bagaimana dengan Gibran?

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:15 WIB

×