Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meluruskan pemberitaan yang sebelumnya menyatakan program pemerintah provinsi DKI Jakarta bernama Jakarta Creative Hub mirip dengan program One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK Oce) yang dijanjikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno, Ahok.
"Nggak benar saya nyontek-nyontek (program) pasangan calon lain lah. Bagaimana nyontek?" ujar Ahok saat menyampaikan kata sambutan pada acara penandatanganan berita cara serah terima perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT. Global Infotech Solution tentang Pemanfaatan IBM Server dan Aplikasi Lumen Helpdesk di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Dengan nada bercanda, Ahok malah menuding pesingnya di Pilkada Jakarta 2017 itu yang menyontek program calon petahana. Menurut Ahok, program tersebut sudah digagas dari satu setengah tahun yang lalu namun baru diresmikan, Rabu (1/3/2017).
"Kalau bilang nyontek berarti dia yang nyontek saya. Yang penting barangnya kita sudah jadi," kata Ahok.
Jakarta Creative Hub terletak di gedung Graha Niaga Thamrin, Jalan K. H. Mas Mansyur, Kelurahan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tempat ini merupakan tempat pengembangan industri kreatif bagi anak-anak muda.
Sebelumnya Ahok mengibaratkan Jakarta Creative Hub seperti klub kebugaran. Artinya, orang yang suka olahraga, namun tidak memiliki uang untuk membeli alat kebugaran sendiri.
"Jadi ini sebetulnya untuk pemula, kreatif yang ingin bangun bisnis. Makanya kami di sini bukan hanya tempat kumpul komunitas, sediakan alat, tapi kami juga menyediakan kantor subsidi," kata Ahok saat acara peresmian.
Pemerintah Jakarta menawarkan modal dengan pembagian 80 persen - 20 persen. Sebanyak 80 persen untuk penggagas usaha kreatif dan 20 persen untuk biaya pengelolaan.
"Makanya kami tidak mau berkelompok, kami mau temukan dulu siapa yang kreatif, begitu dia kreatif siapkan tempat, alat ini dari fashion, kerjaan kulit, logam, kayu lengkap," katanya.
- Ahok Buka-bukaan Soal Gaji
Baca Juga
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah bekerjasama dengan sektor swasta, di antaranya penyelenggara Jakarta Fashion Week.
Ide pembuatan Jakarta Creative Hub digagas oleh istri Ahok, yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah DKI, Veronica Tan.
"Waktu Jakarta Fashion Week banyak anak muda yang sudah ikut tapi tidak semua punya mesin potong (bahan), mesin jahit, komputer desain. Makanya kami langsung berpikir kenapa cuma ikut JFW udah terkenal kok nggak ada tempatnya," kata Ahok.