DPR Kenang Hasyim Muzadi Sebagai Kyai Toleran dan Pluralis

Pebriansyah Ariefana | Bagus Santosa | Suara.com

Kamis, 16 Maret 2017 | 12:42 WIB
DPR Kenang Hasyim Muzadi Sebagai Kyai Toleran dan Pluralis
Sejumlah santri dan pelayat melakukan salat jenazah KH Hasyim Muzadi di Pondok pesantren Al Hikam, Cenggerayam, Malang, Jawa Timur, Kamis (11/3). [Antara Foto/Ari Bowo Sucipto/aww/17]

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berduka atas wafatnya Mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Kamis (16/3/2017). Hasyim merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo.

‎‎Ketua DPR Setya Novanto menilai Hasyim adalah tokoh karismatik dan juga guru bangsa. ‎

"Beliau menyentuh bukan hanya di pendidikan agama tapi juga masalah politik kebangsaan dan saya terakhir-terakhir sebelum beliau almarhum selalu mendekat selalu berdiskusi dengan beliau banyak hal dan saya juga selalu berkunjung ke pesantren beliau, banyak berikan arti untuk kepentingan diri saya dan juga partai Golkar," kata Novanto di DPR, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Senada, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Hasyim Muzadi. Fadli menganggap Hasyim adalah tokoh nasional, ‎ulama, pemikir dan banyak aktif di berbagai bidang, utamanya dalam bidang kerukunan antar umat beragama. Wafatnya Hasyim, kata Fadli, membuat kehilangan yang besar.

"Kiai merupakan orang yang sangat concern dengan kerukunan umat beragama di Indonesia, saya berkali kali berinteraksi terkait bagaimana hubungan yang harmonis antara umat Islam dengan umat yang lain, begitu juga Islam jangan menjadi agama yang identik dengan sesuatu yang bertentangan dengan tradisi. Juga soal komunisme konsen pak hasyim cukup tinggi, jangan smapai ini kembali menjadi kekuatan yang ada di tanah air, karena ini bertentangan dengan pancasila. Dua hal yang saya tau," kata Fadli.

Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani juga berduka dengan wafatnya Hasyim. Arsul menganggap, Hasyim adalah sosok ulama dan pemimpin yang berhasil membawa ummat, paling tidak kaum nahdhiyin, pada pemahaman keislaman dan keiindonesian menjadi dua hal yang tidak perlu dipertentangkan. Beliau, sambungnya, juga menjadi garda terdepan dalam upaya menjauhkan ummat Islam dari paham-paham yang radikal cenderung menegasikan NKRI dengan menggunakan pemahaman-pemahaman keislaman yang diimpor dr tempat lain.‎

"Namum beliau di sisi juga melakukan pembelaan terhadap kelompok Islam yang secara tidak adil dan tidak proporsional ditempatkan sebagai kelompok radikal anti NKRI, padahal mereka sebenarnya hanya bercara yang dianggap radikal dalam memperjuangkan prinsip amar ma'ruf nahi munkar, bukan kelompok yang punya agenda tertentu yang hendak merubah  keutuhan NKRI. Karena itu tidak mengherankan meskipun Hasyim tokoh Islam yang moderat, namun silaturahminya dengan tokoh-tokoh yang dianggap keras sepert Habib Rizieq tetap terjaga dengan baik‎," tutur Anggota Komisi III DPR ini.‎

Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq beranggapan Hasyim merupakan tokoh yang memberikan inspirasi kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami bagaimana cara menjelaskan posisi Islam dalam kehidupan global dan peran para Da'i dalam membangun bangsa dan Negara.

"Sosok yang punya kepedulian terhadap nasib kiai dan pesantren. Selain orator beliau adalah pendengar yang baik. Beliau tanpa lelah meneguhkan kembali komitment Islam ahlussunah wal jamaah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta mensosialisasikan itu hingga ke luar negeri. Kaum muda seperti kami sangat kehilangan Hasyim," kata Maman Anggota Komisi VIII DPR ini.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Jazuli Juwaini juga menyampaikan dukanya yang mendalam. Dia berdoa agar seluruh amal, ibadah dan perjuangan Kiai Hasyim bisa diterima Allah SWT.‎

"Beliau adalah figur yang patut kita teladani perjuangan dan kiprahnya dlm membangun keumatan, kebangsaan dan menjaga Kebhinekaan," ‎ujar Anggota Komisi I DPR ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenangan Tak Terlupakan Megawati tentang Hasyim Muzadi

Kenangan Tak Terlupakan Megawati tentang Hasyim Muzadi

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 12:41 WIB

Khofifah Kenang Hasyim Muzadi Sebagai Sosok Anti Radikalisme

Khofifah Kenang Hasyim Muzadi Sebagai Sosok Anti Radikalisme

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 12:32 WIB

Teman Baik Hasyim Muzadi, Djarot Teringat Isi Ceramahnya

Teman Baik Hasyim Muzadi, Djarot Teringat Isi Ceramahnya

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:58 WIB

Ini Wasiat KH Hasyim Muzadi Sebulan Sebelum Wafat

Ini Wasiat KH Hasyim Muzadi Sebulan Sebelum Wafat

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:57 WIB

Momen Jokowi Oleskan Minyak Angin ke Kaki Mendiang Hasyim Muzadi

Momen Jokowi Oleskan Minyak Angin ke Kaki Mendiang Hasyim Muzadi

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:43 WIB

JK Bakal Pimpin Upacara Pemakaman KH Hasyim Muzadi

JK Bakal Pimpin Upacara Pemakaman KH Hasyim Muzadi

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:32 WIB

Polda Metro Jaya Amankan Perjalanan Terakhir KH Hasyim Muzadi

Polda Metro Jaya Amankan Perjalanan Terakhir KH Hasyim Muzadi

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 09:31 WIB

Hasyim Muzadi, dari Pesantren ke Istana Presiden Jokowi

Hasyim Muzadi, dari Pesantren ke Istana Presiden Jokowi

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 09:20 WIB

KH Hasyim Muzadi Wafat, Akan Dikebumikan di Al Hikam Depok

KH Hasyim Muzadi Wafat, Akan Dikebumikan di Al Hikam Depok

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 07:43 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, KH Hasyim Muzadi Wafat

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, KH Hasyim Muzadi Wafat

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 07:22 WIB

Terkini

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:21 WIB