Mengenang Ahmad Taufik, Salah Satu Jurnalis Pendiri AJI

Adhitya Himawan

Jum'at, 24 Maret 2017 | 21:33 WIB
Mengenang Ahmad Taufik, Salah Satu Jurnalis Pendiri AJI
Pemakaman jurnalis pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ahmad Taufik di TPU Karet Kebembem, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Wartawan senior Tempo Ahmad Taufik Jufri meninggal pada Rabu (23/3/2017) petang, pukul 18:50 WIB di rumah sakit Medistra, Jakarta Selatan. Ahmad Taufik yang kerap disapa AT itu meninggal karena kanker paru-paru pada usia 52 tahun.

Pria yang akrab disapa AT tersebut dikenal sebagai wartawan pejuang kebebasan pers. Pada 1995, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukumnya 2 tahun 8 bulan penjara. AT dianggap menyebarkan kebencian dan permusuhan kepada pemerintahan Orde Baru Soeharto. Dia bersama sejumlah jurnalis dianggap memusuhi rezim lantaran mendirikan organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan menerbitkan media tanpa surat izin.

Salah satu sahabat terdekat AT yang pernah sama-sama di penjara, Eko Maryadi menceritakan bahwa sosok Ate yang ia kenal adalah sosok ang sangat baik. Ia bahkan mengaku selama puluhan tahun mereka bersahabat, AT dan dirinya tidak pernah bertengkar sekalipun. Ketika AT tidak setuju dengan seseorang, ia memilih menjauh daripada memunculkan pertengkaran.

"Bahkan ketika pilihan politik kami berbeda, tetap saling sapa dan silaturahmi tanya kabar. Itu yang paling membuat saya kehilangan. Dimana politik memecah belah, kita tetap sahabat. Enggak peduli pilih partai apa, kami tetap bersatu saling menjaga," kata pria yang akrab disapa Item tersebut dalam acara pemakaman AT di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Kebembem, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Semasa masih aktif sebagai wartawan, Item mengungkapkan AT sering kali berbenturan dengan editornya karena berbeda paham. Terutama jika menyangkut sudut pandang sebuah pemberitaan yang menurutnya lebih menarik daripada permintaan redaksi. "Taufik orang yang punya prinsip, kalau menurut dia A berarti A bukan B," kenang Item.

Item mengenang pengalaman mereka saat dipenjara karena dianggap melawan Rezim Orde Baru. Menurut Eko, meski mereka hidup susah di penjara namun Taufik tidak pernah mengeluh. Namun, pada saat ayahnya meninggal dunia tahun 1996, Taufik tidak diizinkan melayat sehingga dia menuliskan hal tersebut dan dimuat di beberapa media. Akibatnya Ate a dipindahkan dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Cirebon tempatnya saat itu.

"Saat itu di LP Cirebon lalu Taufik dipindah ke LP Kuningan," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum AJI Indonesia tersebut.

Selama mereka dipenjara, sempat mengalami perpindahan lapas sebanyak empat kali. Namun AT mengalami perpindahan sebanyak lima kali karena insiden tersebut. Eko berharap, perjuangan AT tidak akan berakhir sampai di sini. Menurutnya, akan ada Ahmad Taufik lainnya yang meneruskan perjuangan.

baca juga

"Saya berdoa ada Ahmad Taufik lain yang lahir di bumi pertiwi ini. Bukan hanya membela kebebasan pers, membela kebebasan media, media yang profesional dan beretika tapi juga orang-orang yang berani membela rakyat kecil, membela orang-orang yang lemah dan itu yang dilakukan Taufik sejak saya kenal dia sampai tutup usia," tutup Item.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PMR Bikin Parodi Lagu "Terlalu Lama Sendiri" Milik Kunto Aji

PMR Bikin Parodi Lagu "Terlalu Lama Sendiri" Milik Kunto Aji

Entertainment | Kamis, 16 Maret 2017 | 22:04 WIB

Berlaga di Final, Ini yang Dihindari Pelatih Arema

Berlaga di Final, Ini yang Dihindari Pelatih Arema

Bola | Sabtu, 11 Maret 2017 | 19:03 WIB

Puji PBFC, Aji: "Mereka Bagus Sekali Mainnya"

Puji PBFC, Aji: "Mereka Bagus Sekali Mainnya"

Bola | Sabtu, 11 Maret 2017 | 17:13 WIB

AJI Protes Larangan Siaran Langsung Sidang e-KTP

AJI Protes Larangan Siaran Langsung Sidang e-KTP

News | Kamis, 09 Maret 2017 | 07:41 WIB

Jurnalis  Perempuan Belum Aman dari Pelecehan dan Kekerasan

Jurnalis Perempuan Belum Aman dari Pelecehan dan Kekerasan

News | Kamis, 09 Maret 2017 | 06:54 WIB

Dilatih Milla, Kiper Seleksi Timnas U-22 Ini Ingin Seperti De Gea

Dilatih Milla, Kiper Seleksi Timnas U-22 Ini Ingin Seperti De Gea

Bola | Selasa, 07 Maret 2017 | 11:53 WIB

Arema Singkirkan Semen Padang, Aji: "Luar Biasa"

Arema Singkirkan Semen Padang, Aji: "Luar Biasa"

Bola | Senin, 06 Maret 2017 | 20:15 WIB

Agar Jurnalis Tak Jadi Korban Terus, Ini Pesan LBH Pers

Agar Jurnalis Tak Jadi Korban Terus, Ini Pesan LBH Pers

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 12:57 WIB

AJI Kutuk Kekerasan pada Wartawan di Aksi 112

AJI Kutuk Kekerasan pada Wartawan di Aksi 112

Video | Sabtu, 11 Februari 2017 | 20:46 WIB

AJI Kecam Penganiayaan Tiga Jurnalis saat Liput Aksi 112

AJI Kecam Penganiayaan Tiga Jurnalis saat Liput Aksi 112

News | Sabtu, 11 Februari 2017 | 18:04 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×