Ini Penyebab Ricuhnya Rapat Paripurna DPD

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Senin, 03 April 2017 | 18:07 WIB
Ini Penyebab Ricuhnya Rapat Paripurna DPD
DPD RI

Suara.com - Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sempat ricuh, Senin (3/4/2014). Sejumlah anggota DPD terlibat aksi saling dorong dalam rapat kali ini.

Kericuhan ini terjadi terkait pembahasan agenda rapat paripurna. Sedianya, undangan rapat paripurna kali ini terkait tentang pembahasan penyampaian putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tata tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017 dan pembahasan lain-lain materi terkait konsekuensi terbitnya putusan MA.

Undangan ini disebarkan Sekretaris Jenderal DPD Sudarsono Hardjosoekarto sesuai dengan kesepakatan Panitia Musyawarah 3 April.

Namun, sejumlah Anggota DPD menganggap agenda ini  menyalahi keputusan Panitia Musyawarah pada 20 Maret  yang menyatakan harus ada pemilihan pimpinan DPD sesuai dengan tata tertib sebelum ada putusan MA. Dalam tata tertib itu, disebutkan masa jabatan pimpinan DPD berumur 2 tahun 6 bulan. Pembahasan ini juga sudah disepakati sebelum munculnya putusan gugatan MA tentang tata tertib DPD tadi beberapa waktu lalu.

"Jadi kita harus melakukan pemilihan, kalau tidak dan ini tetap dilanjutkan, maka produk hukum yang akan dihasilkan nanti adalah ilegal," kata Anggota DPD asal Maluku Utara Basri Salama dalam interupsinya.

Setelah ada interupsi ini, kemudian banyak interupsi lainnya yang menunjukan pro kontra atas agenda hari ini. Ada yang meminta agenda paripurna hari ini untuk Pemilihan pimpinan DPD baru. Ada juga yang meminta membacakan putusan MA yang membatalkan masa jabatan pimpinan DPD berusia 2 tahun 6 bulan.

Hingga saat ini, sekira pukul 16.00 WIB, rapat paripurna DPD masih berjalan. ‎Interupsi tentang agenda yang akan dibahas juga masih berlangsung sejak rapat dibuka pukul 13.30 WIB.

Rapat paripurna dipimpin oleh GKR Hemas dan Farouk Muhammad. Sedangkan, Ketua DPD Mohammad Saleh tidak hadir karena sedang dirawat di rumah sakit.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awal Keributan Sesama Senator Saat Rapat Paripurna DPD

Awal Keributan Sesama Senator Saat Rapat Paripurna DPD

News | Senin, 03 April 2017 | 16:03 WIB

Sesama Senator di Ruang Sidang Paripurna DPD Ribut

Sesama Senator di Ruang Sidang Paripurna DPD Ribut

News | Senin, 03 April 2017 | 15:00 WIB

Mungkin DPD RI Perlu Dipimpin Orang seperti Donald Trump

Mungkin DPD RI Perlu Dipimpin Orang seperti Donald Trump

News | Rabu, 08 Maret 2017 | 12:17 WIB

Raker Menkeu dengan Komite IV DPD

Raker Menkeu dengan Komite IV DPD

Foto | Selasa, 07 Februari 2017 | 12:40 WIB

Setelah Ahok Jadi Tersangka, Kader Golkar Jakarta Jadi Militan

Setelah Ahok Jadi Tersangka, Kader Golkar Jakarta Jadi Militan

News | Rabu, 16 November 2016 | 18:16 WIB

Golkar Tuding Penolakan Ahok Dilakukan 'Sekelompok Orang'

Golkar Tuding Penolakan Ahok Dilakukan 'Sekelompok Orang'

News | Selasa, 15 November 2016 | 18:27 WIB

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Kemenperin dan DPD Kompak Bangun Industri via Potensi Daerah

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:09 WIB

Akhirnya, Saleh Dilantik Jadi Ketua DPD Gantikan Irman Gusman

Akhirnya, Saleh Dilantik Jadi Ketua DPD Gantikan Irman Gusman

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 12:25 WIB

Saleh Disahkan Jadi Ketua DPD Baru, Kalahkan Ratu Yogya

Saleh Disahkan Jadi Ketua DPD Baru, Kalahkan Ratu Yogya

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 21:07 WIB

Muhammad Saleh Jadi Pimpinan DPD

Muhammad Saleh Jadi Pimpinan DPD

Foto | Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:59 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×