Megawati Ingin Pensiun, Kader PDI Perjuangan: Harus Soft Landing

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 04 April 2017 | 19:05 WIB
Megawati Ingin Pensiun, Kader PDI Perjuangan: Harus Soft Landing
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri makan siang di Istana Merdeka, Jakarta [Biro Pers]

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ‎TB Hasanuddin menyadari sebuah organisasi perlu adanya regenerasi yang baik.

Hal itu menanggapi keinginan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk segera pensiun dari jabatannya sebagai pimpinan partai berlambang banteng itu. ‎‎

"Statement Ibu Mega itu dalam konteks tugas sikap legowo untuk menyampaikan tongkat kepemimpinan dan itu karakter pemimpin yang baik," kata Hasanuddin di DPR, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Dia pun menyadari peralihan kepimpinan ini tidak mudah. Karenanya, perlu persiapan secara khusus yang terbuka supaya pergantian ini bisa menyatukan semua pihak.‎

"Saya kira itu harus ada soft landing. Iya tetap dibutuhkan kaderisasi tetapi juga dibutuhkan ketokohan komplilasi. Kedua itulah itu membutuhkan struktur yang baik. Sehingga kompilasi, kaderisasi muda dan generasi lama, bisa menyatu semua," kata Hasanuddin.

Wakil Ketua Komisi I DPR ini menambahkan, sosok Soekarno menjadi hal yang penting untuk PDI Perjuangan. Sebab, kata dia, PDI Perjuangan secara historis dan ideologis memiliki kedekatan dengan trah Soekarno.

"Kalau menurut hemat saya, bagaimanapun trah Soekarno di PDI Perjuangan memgang peran secara historis dan idelogis, jangan dilupakan," tutur dia.

Perlu diketahui, Megawati menyampaikan keinginan pensiunnya ketika menghadiri acara peresmian kantor DPP Banteng Muda Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

"Saya sendiri suka berkata pada diri saya, mereka itu kok nggak kapok-kapokya, sebetulnya sudah dari tahun lalu sudah bikin pensiun. Karena tidak mudah apalagi seorang wanita menjadi ketua umum partai di Republik ini," ujar Megawati.

Megawati mengungkapkan ada kader yang yang mempertanyakan kenapa Megawati selalu menjadi calon tunggal ketua umum PDI Perjuangan.

Megawati memaparkan proses pemilihan ketua umum PDI Perjuangan dimulai dari suara kader paling bawah, kemudian dikerucutkan ke anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pimpinan cabang, dan sampai ke daerah.

Megawati menegaskan proses pemilihan ketua umum selama ini tidak menggunakan money politic.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerindra Akui Jokowi Pantas Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP

Gerindra Akui Jokowi Pantas Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP

News | Selasa, 04 April 2017 | 17:27 WIB

Sinyal Megawati Mau Pensiun, Eva Sundari: Ini Buat Shock Therapy

Sinyal Megawati Mau Pensiun, Eva Sundari: Ini Buat Shock Therapy

News | Senin, 03 April 2017 | 17:41 WIB

Megawati Ingin Pensiun, Apa Maknanya Bagi Kader PDIP?

Megawati Ingin Pensiun, Apa Maknanya Bagi Kader PDIP?

News | Senin, 03 April 2017 | 14:11 WIB

Megawati Ingin Pensiun, Kader PDIP: Politisi Nggak Ada Pensiun

Megawati Ingin Pensiun, Kader PDIP: Politisi Nggak Ada Pensiun

News | Senin, 03 April 2017 | 12:25 WIB

Peti Mati Soekarno Jadi Favorit di Museum Prasasti

Peti Mati Soekarno Jadi Favorit di Museum Prasasti

News | Minggu, 02 April 2017 | 12:06 WIB

Megawati Jelaskan Ciri Khas Partainya

Megawati Jelaskan Ciri Khas Partainya

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 18:24 WIB

Megawati: Kalau Tak Suka dengan PDIP, Keluar Saja

Megawati: Kalau Tak Suka dengan PDIP, Keluar Saja

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 17:29 WIB

Nasihat Megawati ke Ahok Berhasil, Sekarang Tak Terlalu Cerewet

Nasihat Megawati ke Ahok Berhasil, Sekarang Tak Terlalu Cerewet

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 16:38 WIB

Beredar Surat Perintah Mega untuk Menangkan Ahok, Ini Kata PDIP

Beredar Surat Perintah Mega untuk Menangkan Ahok, Ini Kata PDIP

News | Sabtu, 25 Maret 2017 | 17:16 WIB

Ucapan Menristek Soal Insinyur Jadi Politikus Kesasar, Diprotes

Ucapan Menristek Soal Insinyur Jadi Politikus Kesasar, Diprotes

News | Senin, 20 Maret 2017 | 11:45 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB