Aung San Suu Kyi Sangkal Terjadi Pemusnahan Etnis Rohingya

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 06 April 2017 | 14:38 WIB
Aung San Suu Kyi Sangkal Terjadi Pemusnahan Etnis Rohingya
Politisi Myanmar pemimpin Partai NLD Aung San Suu Kyi. (Reuters/Jorge Silva)

Suara.com - Pemimpin Myanmar sekaligus penerima hadiah Nobel Perdamaian 2012, Aung San Suu Kyi, melontarkan pernyataan kontroversial yang bisa meruntuhkan persona dirinya sebagai tokoh demokratis. Pernyataan itu adalah, ia membantah terjadi pemusnahan etnis Rohingnya di negerinya.

Pernyataan tersebut, seperti dilansir The Guardian, Kamis (6/4/2017), diutarakan Suu Kyi saat diwawancarai secara eksklusif oleh jurnalis BBC, Fergal Keane.

Suu Kyi menuturkan, terjadi sejumlah kekerasan pada etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Wilayah itu memang dihuni oleh sedikitnya satu juta jiwa etnis Rohingya.

“Tapi, tidak ada pembersihan etnis. Di daerah itu banyak permusuhan. Bahkan ada pula muslim yang membunuh muslim (Rohingya membunuh Rohingya) kalau mereka bekerjasama dengan militer,” tutur Suu Kyi.

Dengan begitu, kata dia, persoalan Rohingya bukanlah mengenai pembersihan etnis, melainkan perseteruan antarwarga dan antarkubu dalam komunitas Rohingya.

Suu Kyi juga membantah pamornya sebagai pejuang hak asasi manusia sampai puluhan tahun menjadi tahanan rumah pemerintah junta militer Myanmar turun, karena dirinya berdiam diri atas pembunuhan etnis Rohingnya.

“Apakah karena aku tak mau mengutuk salah satu komunitas seperti yang diinginkan banyak orang, maka aku dianggap berdiam diri?” tutur Suu Kyi beretorika.

Untuk diketahui, pernyataan Suu Kyi mengenai tak adanya pembersihan etnis Rohingnya justru 180 derajat berbeda dengan hasil penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Oktober 2016.

Dalam hasil penyelidikannya, PBB mengungkapkan 1.000 warga Rohingnya tewas dibunuh militer Myanmar dalam operasi yang direstui pemerintah. Belum lagi penyiksaan, pemerkosaan, serta perbudakan anak dan perempuan Rohingya.

Selain itu, Myanmar hingga kekinian belum mau mengakui Rohingya sebagai warga negara. Mereka dianggap imigran gelap dari Bangladesh. Hal inilah yang dinilai PBB sebagai sumber segala diskriminasi dan penindasan keji terhadap Rohingya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Flare Tetap Menyala di Pakansari, Indonesia Terancam Sanksi AFC

Flare Tetap Menyala di Pakansari, Indonesia Terancam Sanksi AFC

Bola | Rabu, 22 Maret 2017 | 15:19 WIB

Indonesia Dikalahkan Myanmar, Ini Tanggapan Ketum PSSI

Indonesia Dikalahkan Myanmar, Ini Tanggapan Ketum PSSI

Bola | Rabu, 22 Maret 2017 | 13:53 WIB

Bima Sakti: Timnas Indonesia Kalah karena Kurang Kompak

Bima Sakti: Timnas Indonesia Kalah karena Kurang Kompak

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 23:25 WIB

Komentar Pemain Bola Timnas Usai Dikalahkan Myanmar

Komentar Pemain Bola Timnas Usai Dikalahkan Myanmar

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 23:18 WIB

Luis Milla Tak Mau Ungkap Alasan Pilih Bagas Adi Jadi Kapten

Luis Milla Tak Mau Ungkap Alasan Pilih Bagas Adi Jadi Kapten

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 22:36 WIB

Pelatih Myanmar Kagum Kualitas Pemain Indonesia, Siapa Saja?

Pelatih Myanmar Kagum Kualitas Pemain Indonesia, Siapa Saja?

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 22:09 WIB

Kalahkan Indonesia, Pelatih Myanmar: Nggak Penting

Kalahkan Indonesia, Pelatih Myanmar: Nggak Penting

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 22:02 WIB

Kalah dari Myanmar, Milla Beberkan Kekurangan Skuat Garuda Muda

Kalah dari Myanmar, Milla Beberkan Kekurangan Skuat Garuda Muda

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 21:15 WIB

Baru Sehari Latihan, Milla Jelaskan Keputusan Mainkan Ezra Walian

Baru Sehari Latihan, Milla Jelaskan Keputusan Mainkan Ezra Walian

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 20:42 WIB

Penasaran dengan Ezra, Suporter Ini Rela Naik Motor dari Bandung

Penasaran dengan Ezra, Suporter Ini Rela Naik Motor dari Bandung

Bola | Selasa, 21 Maret 2017 | 20:13 WIB

Terkini

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

News | Senin, 13 April 2026 | 19:36 WIB

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

News | Senin, 13 April 2026 | 19:29 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

News | Senin, 13 April 2026 | 19:20 WIB

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

News | Senin, 13 April 2026 | 19:11 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB