Di Pulau Seribu, Lulung Serukan Berani Tak Pilih Ahok

Senin, 10 April 2017 | 17:55 WIB
Di Pulau Seribu, Lulung Serukan Berani Tak Pilih Ahok
mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Demi memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta, mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung rela turun sendiri ke Kepulauan Seribu, Senin (10/4/2017).

Lulung menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan ratusan warga di 3 pulau sekaligus. Yaitu, Pulau Tidung, Pulau Harapan dan Pulau Kelapa.

Melalui pidato politik, Lulung berpesan kepada warga agar mereka tidak takut dengan ancaman penghapusan program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat dan program Penanganan Sarana dan Prasarana Umum serta santunan lansia jika tidak memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada putaran kedua.

Wakil Ketua DPRD DKI itu memastikan, jika duet yang diusung koalisi PKS dan Gerindra itu terpilih, program-program pro rakyat seperti KJP, KJS, dan PPSU, serta santunan lansia akan dilanjutkan bahkan ditingkatkan.


‎"Saya datang ke sini, untuk menegaskan kepada bapak dan ibu sekalian, bahwa beberapa program pro rakyat tetap akan dilanjutkan jika Anies-Sandi memimpin DKI.‎ Jadi, KJP, KJS dan program PPSU saya jamin akan jalan terus, bahkan ditingkatkan," kata Lulung saat pidato di Pulau Tidung.

Ia menjelaskan, penentu kebijakan yang di Pemprov DKI Jakarta, bukan semata-mata gubernur dan wakil gubernur yang menjabat. Melainkan juga legislatif yang ia pimpin saat ini.

"Bohong besar jika itu diklaim hanya program gubernur. Kalau tidak ada dukungan kita (DPRD) tidak bisa jalan itu. Jadi, Bapak Ibu jangan mau dibohongi pakai KJP, KJS dan PPSU. Diancam-ancam akan dihapus gitu ya," kata Lulung sembari tertawa.

Sebab itu, antara pihak eksekutif, dalam hal ini Pemprov DKI, harus berhubungan baik dengan pihak legislatif. Apabila dua lembaga tersebut senergis, maka akan mudah bagi Pemprov merealisasikan program-program prorakyat.

"Uangnya (untuk melaksanakan program KJP, KJS dan PPSU,) juga bukan uang gubernur. Melainkan itu uang pajak dari semua masyarakat. Sudah sepantasnya kembali lagi ke masyarakat," ujar Lulung.‎

Baca Juga: Konsultan Politik Anies-Sandi Curigai 542 TPS yang Menangkan Ahok

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI