Begini Peta Kerawanan Narkotika di Indonesia Menurut Kepala BNN

Arsito Hidayatullah | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 11 April 2017 | 20:59 WIB
Begini Peta Kerawanan Narkotika di Indonesia Menurut Kepala BNN
Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso saat menggelar barang bukti narkotika di Gedung BNN, Jakarta, Selasa (7/3/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso memaparkan daerah rawan narkotika di Indonesia saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (11/4/2017). Menurutnya, fokus pertama BNN adalah daerah perbatasan dengan Malaysia yang saat ini menjadi daerah terindikasi darurat narkotika.

"Sebaran jaringan narkotika di kawasan daerah terindikasi darurat narkotika adalah yang pertama, daerah perbatasan dengan Malaysia, misalnya Kalimantan, Sumatera Utara, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau," kata Budi di DPR, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menambahkan, kerawanan narkotika juga terjadi di daerah yang mempunyai jalur transportasi dengan Malaysia. Contohnya adalah di daerah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Aceh, Sumut, Riau, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

"Melalui kapal perdagangan, kapal nelayan dan speedboat yang berlalu lalang," katanya.

Dalam kesempatan ini, Budi juga menerangkan kota-kota besar yang menjadi lokasi tempat beraksinya jaringan narkotika, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan. Selain itu menurutnya, jaringan narkotika juga terpantau beraksi di daerah-daerah wisata seperti Bali, Nusa Tenggara Barat dan Batam.

"Khususnya tempat hiburan malam dan penginapan, untuk pesta narkotika, antara pengedar dan bandar satu dengan yang lain saling terkait jaringan narkotika (yang) tersebar di berbagai wilayah," kata Budi.

Budi juga bercerita tentang jaringan narkotika internasional yang beraksi di Indonesia. Dalam catatannya, ‎jaringan narkotika internasional ini antara lain berasal dari Cina, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Afrika Barat, Iran, Pakistan dan Australia.

"Sedangkan jaringan nasional berasal dari Aceh, Medan, Surabaya, Kalimantan Selatan, Lampung, Palembang. Jaringan lapas, (antara lain) Lapas Tangerang, Medan, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Cipinang, Cirebon dan Lampung," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buwas Endus Permintaan Narkoba Cukup Besar Jelang Akhir Tahun

Buwas Endus Permintaan Narkoba Cukup Besar Jelang Akhir Tahun

News | Jum'at, 30 Desember 2016 | 04:16 WIB

Kurir Pembawa 15 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi Ditangkap

Kurir Pembawa 15 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi Ditangkap

News | Senin, 28 November 2016 | 00:10 WIB

BNN Telusuri "Money Laundry" Narkoba

BNN Telusuri "Money Laundry" Narkoba

News | Sabtu, 19 November 2016 | 01:02 WIB

Kepala BNN Buwas Siap Tembak Mati Bandar Narkoba

Kepala BNN Buwas Siap Tembak Mati Bandar Narkoba

News | Kamis, 27 Oktober 2016 | 06:31 WIB

Terkini

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB