Assad: Serangan Kimia Rekayasa, Agar AS Bisa Serang Kami

Ruben Setiawan | Suara.com

Jum'at, 14 April 2017 | 07:00 WIB
Assad: Serangan Kimia Rekayasa, Agar AS Bisa Serang Kami
Presiden Suriah Bashar al-Assad. (AFP)

Suara.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad akhirnya buka suara soal serangan senjata kimia pasukan pemerintah kepada warganya sendiri. Menurut Assad, serangan senjata kimia hanya fitnah agar Amerika Serikat punya alasan untuk melakukan serangan militer ke Suriah.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan AFP di Damaskus - wawancara eksklusif perdananya sejak serangan senjata kimia 4 April lalu - Assad mengatakan bahwa pasukannya sudah menyerahkan seluruh senjata kimianya untuk dimusnahkan dalam rangkaian proses penghancuran senjata kimia Suriah berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) 2118 tanggal 27 September 2013.

“Jelas sekali, 100 persen bagi kami, itu adalah rekayasa,” kata Assad dalam wawancara Rabu (12/4/2017).

Assad bahkan tak segan-segan menuduh Amerika Serikat bekerjasama secara diam-diam dengan teroris.

“Pendapat kami adalah bahwa negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, bekerjasama dengan para teroris. Mereka merekayasa seluruh cerita ini untuk mendapatkan alasan melakukan serangan,” sambungnya.

Para pemimpin negara Barat termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Assad sebagai dalang serangan senjata kimia di kawasan Khan Sheikhun, yang dikuasai pemberontak. Trump menuduh pasukan Assad menjatuhkan senjata kimia lewat serangan udara.

Insiden tersebut menewaskan 87 orang termasuk banyak anak-anak. Sejumlah foto yang memperlihatkan korban tewas dan luka memicu kemarahan masyarakat dunia.

Suriah membantah melakukan serangan kimia, sementara Rusia - sekutu dekat Suriah - mengatakan bahwa insiden itu terjadi saat serangan udara menghantam gudang senjata yang berisi “zat beracun”.

Badan pengawas senjata kimia internasional mengatakan, sejumlah pakarnya telah menganalisis informasi yang tersedia dan hasilnya bahwa serangan senjata kimia tersebut benar adanya.

Video palsu

Dalam wawancara dengan AFP, Assad tak yakin apakah serangan di Khan Sheikhun benar-benar telah terjadi. Ia menyebut video soal korban serangan kimia yang beredar sebagai video palsu.

“Anda tahu sekarang banyak beredar video palsu,” katanya.

“Kita tidak tahu apakah mayat anak-anak itu benar-benar terbunuh di Khan Sheikhun,” imbuhnya.

Assad menegaskan kembali pasukannya sudah menyerahkan seluruh senjata kimia pada tahun 2013, melalui kesepakatan yang dimediasi Rusia, untuk mencegah aksi militer AS.

“Tidak ada perintah untuk melakukan serangan, kami tidak memiliki senjata kimia, kami sudah memberikan seluruh senjata (kimia) kami beberapa tahun lalu,” ujar Assad.

Menyusul gempuran puluhan rudal Tomahawk AS yang melanda salah satu pangkalan militernya, Assad mengatakan kekuatan militer negaranya tidak berkurang hanya karena serangan tersebut.

“Kekuatan militer kami, kemampuan kami untuk menyerang teroris tidak terpengaruh oleh serangan (AS) ini,” ujar Assad. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Your Say | Minggu, 01 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harapan Kecil untuk Tetap Hidup dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow

Harapan Kecil untuk Tetap Hidup dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:54 WIB

Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 22:46 WIB

Kuwait Batal Hadapi Timnas Indonesia Malah Lawan Suriah, Erick Thohir Geleng-geleng

Kuwait Batal Hadapi Timnas Indonesia Malah Lawan Suriah, Erick Thohir Geleng-geleng

Bola | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:30 WIB

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai

Video | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 12:05 WIB

Israel Serang Ibu Kota Suriah, Sempat Kirim Peringatan ke Pemerintah

Israel Serang Ibu Kota Suriah, Sempat Kirim Peringatan ke Pemerintah

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 08:09 WIB

Timur Tengah Memanas: Isreal Serang Kementerian Pertahanan Suriah

Timur Tengah Memanas: Isreal Serang Kementerian Pertahanan Suriah

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 21:45 WIB

Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?

Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?

News | Jum'at, 04 April 2025 | 18:35 WIB

Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak

Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak

News | Kamis, 03 April 2025 | 18:02 WIB

Suriah Terjebak Krisis Paling Serius di Dunia: 16,5 Juta Orang Butuh Bantuan Mendesak

Suriah Terjebak Krisis Paling Serius di Dunia: 16,5 Juta Orang Butuh Bantuan Mendesak

News | Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB