Timses Temukan Tiga Faktor yang Bisa Bikin Ahok Terjungkal

Jum'at, 14 April 2017 | 13:34 WIB
Timses Temukan Tiga Faktor yang Bisa Bikin Ahok Terjungkal
Suasana Debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
Survei mutakhir yang dilakukan internal tim sukses pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menunjukkan elektoral Ahok-Djarot berada di atas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Survei internal menunjukkan suara Ahok-Djarot telah menyalip perolehan dukungan Anies-Sandiaga. Namun perolehan Ahok-Djarot, menurut survei itu, masih di bawah 50 persen dan masih berada dalam rentang margin error," ujar juru bicara timses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, Jumat (14/4/2017).

Survei internal menemukan ada tiga faktor yang dapat mengakibatkan Ahok-Djarot kalah.

Pertama karena faktor petugas penyelenggara pilkada yang tidak netral.

Raja mencontohkan kasus pemberian sanksi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu kepada Ketua KPUD Jakarta Sumarno karena dianggap tidak menjalin komunikasi dengan tim pasangan Ahok-Djarot sehingga acara acara penetapan pasangan cagub-cawagub di Hotel Borobudur, Jakarta, 4 Maret 2017, berlangsung terlambat dari jadwal.

"Sanksi DKPP kepada ketua KPU adalah peringatan serius agara KPU bekerja secara independen, netral dan tidak berpihak," kata Raja.

Belajar dari pengalaman pilkada putaran pertama, Raja meminta KPUD memastikan panitia pemungutan suara di TPS melaksanakan tugas dengan baik agar semua pendukung Ahok-Djarot dapat menggunakan hak pilih.

"Jangan sampai undangan (C6) tidak sampai kepada pendukung kami yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak memilih atau boleh memilih pada jam terakhir namun ternyata surat suara habis," kata dia.

Kedua, karena politik uang yang dituduhkan kepada Ahok-Djarot.

"Sudah banyak laporan masuk bahwa basis Ahok-Djarot diserang pembagian sembako dengan alasan pasar murah. Nampaknya praktik money politics akan semakin gencar dilakukan menjelang tanggal 19 April," tuturnya.

Raja meminta pengawas pemilu menjalankan tugas semaksimal mungkin.

"Kami meminta Bawaslu untuk tegas mengawasi lapangan jelang pemilihan agar proses demokrasi tidak dicederai hal kotor semacam itu," ucap Raja.

Ketiga, karena intimidasi terhadap pendukung Ahok-Djarot dengan menggunakan isu SARA.

"Masih banyak forum-forum pengajian dan rumah ibadah yang dipergunakan untuk mengintimidasi pemilih Ahok-Djarot dengan mempergunakan isu SARA. Rizieq Shihab salah seorang pendukung utama Anies-Sandi di cermahnya terakhir di Surabaya mengajak para pendukungnya, pesilat dan jawara untuk datang ke Jakarta dengan alasan pengamanan yang sebenarnya merupakan bagian dari intimidasi," katanya.

Raja meyakini pendukung Ahok-Djarot dapat melawan intimidasi. Tapi, Raja tetap meminta aparat keamanan mengantisipasi adanya intimidasi.

"Namun saya percaya pendukung Ahok-Djarot sudah kuat melawan intimidasi dari hari ke hari. Saya berharap pihak keamanan dapat mengantipasi intimidasi dan teror yang akan menciderai proses demokrasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI