Wapres JK Kritisi Pemberitaan Media Asing soal Pilkada DKI

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 21 April 2017 | 06:43 WIB
Wapres JK Kritisi Pemberitaan Media Asing soal Pilkada DKI
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Michael R. Pence di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (20/4/2017). [Antara]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritisi media luar negeri yang dinilainya kurang adil dalam pemberitaan terkait Pilkada DKI Jakarta.

Saat memberikan sambutan dalam peluncuruan buku Takziah Muhammadiyah untuk KH A Hasyim Muzadi di Jakarta, Kamis (20/4/2017) malam, Wapres Jusuf Kalla mengatakan ia menyampaikan hal itu saat pertemuan dengan Wapres Amerika Serikat, Michael Richard Pence.

"Soal Pilkada, tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence, saya bilang juga. Tidak adil ini media luar, karena yang menang yang banyak didukung oleh teman-teman organisasi Islam dan sebagainya, dianggap garis keras yang menang," katanya.

Wapres mengatakan, Anies Baswedan justru merupakan salah satu tokoh Islam moderat yang paling lembut.

"Karena ada 'imam besar' dianggap keras, padahal dukung saja ini, padahal apa pun demokrasi, siapa pun, apakah yang dipilih oleh yang ringan yang keras, tetap dong demokrasi. Tidak ada bedanya karena dipilih orang banyak," katanya.

JK menambahkan, dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta yang telah berlangsung Kamis (19/4), yang menang adalah demokrasi. "Mudah-mudahan dapat dipahami bahwa yang menang demokrasi. Itu kita hormati semuanya," katanya.

Sebelumnya diketahui, Wapres JK menerima Wapres AS Michael Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis, sekitar pukul 11.30 WIB. Pence melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres Kalla hingga pukul 12.30 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, JK sempat mengatakan bahwa Michael Pence datang pada saat yang tepat untuk melihat kehidupan demokrasi Indonesia pascapilkada yang dewasa.

"Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat. Pilkada selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut. Itulah demokrasi Indonesia. Jadi dia tidak menyinggung lagi," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres JK untuk menanggapi pertanyaan terkait hasil pertemuan bilateral dengan Wapres AS Michael Pence tentang toleransi dan Islam moderat. JK pun menggarisbawahi bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk mempererat kerjasama peningkatan nilai toleransi dan Islam moderat. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Masih Akan Kawal Proses Pilkada DKI Selanjutnya

Polisi Masih Akan Kawal Proses Pilkada DKI Selanjutnya

News | Kamis, 20 April 2017 | 23:39 WIB

Pilkada DKI Panas, Investor Sempat Tunda Investasi

Pilkada DKI Panas, Investor Sempat Tunda Investasi

Bisnis | Kamis, 20 April 2017 | 22:29 WIB

Semua Janji Anies dan Sandiaga Ini Pasti Ditagih Warga Jakarta

Semua Janji Anies dan Sandiaga Ini Pasti Ditagih Warga Jakarta

News | Kamis, 20 April 2017 | 19:10 WIB

Ini Meme Kocak Pilkada Putaran Kedua

Ini Meme Kocak Pilkada Putaran Kedua

Tekno | Kamis, 20 April 2017 | 20:14 WIB

Terkini

Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!

Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:45 WIB

Pramono Anung Beberkan Proyek Strategis DKI, dari RS Internasional hingga Perpanjangan LRT Jakarta

Pramono Anung Beberkan Proyek Strategis DKI, dari RS Internasional hingga Perpanjangan LRT Jakarta

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:34 WIB

Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:29 WIB

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

Ketua BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan LKPP 2025 ke DPR, Bapanas Jadi Satu-satunya Raih WDP

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:14 WIB

DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030

DPR Sahkan 7 Anggota Komisi Informasi Pusat Periode 2026-2030

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:00 WIB

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

Reaksi Roy Suryo Saat Bidkum Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban Permohonan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:39 WIB

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

Puan Maharani Pimpin Rapat Paripurna DPR RI ke-22 Hari Ini: 293 Anggota Hadir, Ini Agendanya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:19 WIB

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Terseret Kasus Haji Kemenag, Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan Penyidik KPK

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:11 WIB

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

Hakim Ungkap Putusan Kasus Nadiem Makarim Mencapai 1.146 Halaman

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:07 WIB

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

IPAL Dibangun, Bau Kali Krukut di Taman Bendera Pusaka Mulai Ditangani

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:02 WIB

×