Calon Komisioner Angkat Bicara Soal Kondisi Internal Komnas HAM

Adhitya Himawan, Nikolaus Tolen

Rabu, 17 Mei 2017 | 18:23 WIB
Calon Komisioner Angkat Bicara Soal Kondisi Internal Komnas HAM
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memberikan hasil pantauan penyelenggaraan pilkada DKI Jakarta 2017 di Gedung Komnas Ham, Jakarta, Selasa (21/2). [suara.com/Oke Atmaja]

Mohammad Choirul Anam, salah satu calon komisioner Komiai Nasional Hak Asasi Manusia periode 2017-2022 mengomentari kondisi internal Komnas HAM saat ini. Dia menilai kondisi saat ini sudah tidak mencerminkan keharmonisan dalam memimpin lembaga HAM tertua di Indonesia tersebut.

"Komisioner dikontrol, staf juga dikontrol, harus mengetahui tugas fungsi maaing-masing," katanya saat mengikuti seleksi tahap ketiga di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2017).

Apa yang disampaikan Choirul berangkat dari adanya perbedaan pernyataan antara Komisioner Komnas HAM terkait proses lanjutan soal aduan dugaan kriminalisasi Rizieq Shihab. Pentollan Front Pembela Islam tersebut tersandung sejumlah kasus yang memyebabnya harus berurusan dengan kepolisian.

Selain itu, salah satu hal yang paling penting menururt Choirul adalah soal pengawas internal Komnas HAM yang saat ini statusnya masih rendah. Pengawas internal ini, kata dia, tidak bisa menjangkau pejabat eselon II di Komnas HAM, lantaran statusnya masih eselon III.

Kemudian, aktivis HAM dari Human Rights Working Group (HRWG) itu juga menyoroti soal pengawasan publik. Lima tahun ini, ia menilai Komnas HAM telah gagal membangun komunikasi yang baik dengan publik.

"Tiga bulan pertama di komisioner yang sekarang, ribut. Ada yang diancam dilapor ke polisi. Ini gak pernah diperbaiki sampai sekarang. Publik harus masuk, dan Komnas HAM harus membuka diri," kata Choirul.

Dia juga menyarankan agar Komnas HAM diaudit secara profesional secara berkala. Dengan demikian, laporan kinerja tidak hanya dibikin oleh pengawas internal.

"Tapi ada yang dari profesional untuk kita ukur dengan standar yang sama," katanya.

baca juga

‎Sementara itu, calon komisioner Komnas HAM lainnya, Amiruddin mengatakan, salah satu yang jadi masalah dalam Komnas HAM yakni soal anggaran. Ia melihat, anggaran di Komnas HAM ke depannya harus terbuka supaya jelas.Lalu, dia juga menyoroti soal masih adanya komisioner di periode ini bersikap sektarian dalam menyikapi suatu persoalan.

"Seharusnya Komnas HAM tidak boleh diskriminatif," katanya.

Calon komisioner Komnas HAM Anggara memiliki pandangan lain. Menurut dia, untuk mengatasi persoalan internal ada dua langkah.Pertama dengan transparansi, supaya Komnas HAM dapat diawasi bersama-sama, sehingga penyalahgunaan kewenangan bisa diminimalisir.

"Kedua, nantinya harus ada komisi etik di Komnas HAM," kata Anggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pansel Komnas HAM Tak Persoalkan Keikutsertaan Aktivis FPI

Pansel Komnas HAM Tak Persoalkan Keikutsertaan Aktivis FPI

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 14:22 WIB

Jimly: Komnas HAM Tahun Ini Disebut yang Paling Parah

Jimly: Komnas HAM Tahun Ini Disebut yang Paling Parah

News | Rabu, 17 Mei 2017 | 13:13 WIB

Zainal Petir dari FPI Jelaskan Kenapa Mau Jadi Anggota Komnas HAM

Zainal Petir dari FPI Jelaskan Kenapa Mau Jadi Anggota Komnas HAM

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:29 WIB

Publik Bisa Protes Jika Tak Ingin 'Wakil' FPI Masuk Komnas HAM

Publik Bisa Protes Jika Tak Ingin 'Wakil' FPI Masuk Komnas HAM

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 15:01 WIB

Pengurus FPI Lolos Seleksi Awal Calon Komisioner Komnas HAM

Pengurus FPI Lolos Seleksi Awal Calon Komisioner Komnas HAM

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 13:26 WIB

Bangun Kota Ramah HAM, Komnas HAM Teken MoU Dengan INFID

Bangun Kota Ramah HAM, Komnas HAM Teken MoU Dengan INFID

News | Senin, 15 Mei 2017 | 17:16 WIB

Komnas HAM: Belum Tentu Benar Ada Kriminalisasi Ulama

Komnas HAM: Belum Tentu Benar Ada Kriminalisasi Ulama

News | Jum'at, 12 Mei 2017 | 17:53 WIB

Komnas HAM Bantah Bakal Temui Habib Rizieq di Eropa

Komnas HAM Bantah Bakal Temui Habib Rizieq di Eropa

News | Jum'at, 12 Mei 2017 | 17:26 WIB

Komnas HAM Apresiasi Pelaksanaan Tugas TNI-Polri di Pilkada DKI

Komnas HAM Apresiasi Pelaksanaan Tugas TNI-Polri di Pilkada DKI

News | Kamis, 20 April 2017 | 06:13 WIB

LBH Jakarta Kritik Ahok dan Anies Tak Punya Program HAM

LBH Jakarta Kritik Ahok dan Anies Tak Punya Program HAM

News | Rabu, 12 April 2017 | 15:33 WIB

Terkini

Pemimpin Kuat vs Pemimpin Dominan: Mengenali Perbedaan Telak Keduanya

Pemimpin Kuat vs Pemimpin Dominan: Mengenali Perbedaan Telak Keduanya

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:50 WIB

Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer

Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer

Sulsel | Kamis, 05 November 2026 | 11:47 WIB

Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Bayar Berapa? Begini Cara Daftarnya

Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Bayar Berapa? Begini Cara Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 11:45 WIB

5 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Mata Lelah Akibat Menatap Layar

5 Kebiasaan Sederhana untuk Mengatasi Mata Lelah Akibat Menatap Layar

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 11:44 WIB

Redmi Turbo 6 Max Dibekali Baterai 11.000 mAh, Siap Jadi HP Xiaomi dengan Baterai Terbesar?

Redmi Turbo 6 Max Dibekali Baterai 11.000 mAh, Siap Jadi HP Xiaomi dengan Baterai Terbesar?

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 11:43 WIB

3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan

3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter Mi-17 di Kalteng, 2 Jenazah Dipulangkan

Kalbar | Kamis, 05 November 2026 | 11:42 WIB

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Persib Dongkrak Ranking AFC Indonesia, Koleksi Poin Super League Lampaui Australia dan Korea Selatan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:36 WIB

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Bersiap! Film Naruto Live-Action Siap Diproduksi Mulai Awal Tahun 2027

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 11:34 WIB

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

Ada Celah Hukum, Wamenkum Sebut Koruptor Bisa Lolos dari Perampasan Aset saat Tersangka Meninggal

News | Kamis, 05 November 2026 | 11:33 WIB

×