Bahasa Asing Masih Jadi Kendala Lanjutkan S2 di Luar Negeri

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 20 Mei 2017 | 21:54 WIB
Bahasa Asing Masih Jadi Kendala Lanjutkan S2 di Luar Negeri
'World Post Graduate Expo' di JCC Senayan, Sabtu (20/5/2017). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Penguasaan bahasa Inggris sebagai syarat melanjutkan pendidikan di luar negeri ternyata masih jadi kendala bagi calon mahasiswa asal Indonesia, selain faktor biaya.

Hal ini disampaikan Oka Simanjuntak, Commissioner at Trade and Investment Queensland, Australia. Menurut dia, tak sedikit calon mahasiswa S2 atau S3 asal Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri gugur saat tes kemampuan bahasa Inggris.

"Banyak dari sisi pengetahuan nilainya sangat bagus, tapi gugur di tes IELTS. Jadi memang penguasaan bahasa Inggris harus ditingkatkan untuk yang mau ke luar negeri," ujar dia di sela-sela seminar dalam 'World Post Graduate Expo' di JCC Senayan, Sabtu (20/5/2017).

Lelaki yang menghabiskan 30 tahun hidup di berbagai negara ini pun memberikan tips agar calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di luar negeri dapat menguasai bahasa internasional ini.

Pertama, kata dia, calon mahasiswa harus memiliki kamus bahasa Inggris-Inggris. Kemudian perbanyak membaca surat kabar atau bahan bacaan dalam bahasa Inggris.

"Kalau ada kata-kata yang tidak diketahui artinya segera catat, langsung buka kamus. Anda akan terbiasa memahami konsep yang disajikan dalam bahasa Inggris," tambah dia.

Jika dilakukan secara terus menerus, Oka yakin, menguasai bahasa Inggris bukan hal sulit untuk dilakukan. Tips ini pula yang selalu dibagikannya pada pencari beasiswa pendidikan ke luar negeri, khususnya Australia.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, John Pariwono, Koordinator Beasiswa Luar Negeri Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenrisdikti) menambahkan, selain penguasaan bahasa, kendala lain yang dihadapi 'scholarship hunter' adalah persiapan yang kurang.

"Kita sudah terbiasa di Indonesia sistem kebut semalam (SKS). Mengisi formulir dua hari sebelum deadline. Padahal pengumuman beasiswa sudah ada setahun sebelumnya. Jadi, persiapan yang buruk jadi alasan mengapa banyak yang gagal kuliah di luar negeri," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berburu Beasiswa Pascasarjana Dalam dan Luar Negeri di JCC

Berburu Beasiswa Pascasarjana Dalam dan Luar Negeri di JCC

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 18:03 WIB

Jokowi Tinjau Pameran Pendidikan dan Pelatihan

Jokowi Tinjau Pameran Pendidikan dan Pelatihan

Foto | Kamis, 02 Februari 2017 | 15:28 WIB

Pameran Pendidikan Eropa

Pameran Pendidikan Eropa

Foto | Sabtu, 08 November 2014 | 17:50 WIB

Terkini

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:38 WIB

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:30 WIB

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:18 WIB

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:21 WIB

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:35 WIB

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB