Juniardi: Waktu Bom Meledak Semua Terasa Bergetar, Seperti Gempa

Ruben Setiawan, Erick Tanjung

Kamis, 25 Mei 2017 | 05:30 WIB
Juniardi: Waktu Bom Meledak Semua Terasa Bergetar, Seperti Gempa
Personil Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran di lokasi ledakan yang diduga bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Sementara anggota polisi lainnya mengamankan sekitar lokasi [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

‎Malam belum larut di Jakarta, Rabu (24/5/2017). Jam baru menunjukkan pukul 21.00 WIB ketika tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Juniardi mengaku tak pernah membayangkan ledakan bom terjadi di lokasi yang hanya berjarak 50 meter dari warung tempatnya berjualan.

Lelaki 55 tahun ‎ini menjadi saksi mata terjadinya ledakan bom yang menelan korban tewas dan luka-luka. 

‎"Saya tak pernah membayangkan kejadian ini. Biasanya saya hanya menonton ledakan bom dari berita televisi, tapi tadi saya melihat langsung," kata Juniardi dalam perbincangan dengan Suara.com di lokasi kejadian.

Pedagang kelontong ini mengaku, ‎ia melihat ledakan bom tersebut terjadi di depan toilet umum dekat sebuah pohon yang berdekatan dengan halte Trans Jakarta. Di dekat lokasi itu tampak puluhan motor parkir berjajar.

"Saat itu ‎saya sedang berdiri di depan warung yang sekaligus rumah saya. Ledakan terjadi dua kali, saat bom pertama meledak asap putih mengepul ke atas langit," ujar dia.

Menurutnya suara ledakan itu sangat keras. Bahkan, saking kerasnya, bangunan warung dan tanah tempatnya berdiri bergetar.

"Waktu bom meledak semuanya terasa bergetar, kaca bergetar, seperti gempa," tutur dia.

Ketika ledakan pertama, lanjut dia, warga yang tengah ramai di terminal dan di dalam halte Trans Jakarta langsung lari berhamburan menjauh dari lokasi. Lima menit berselang kembali terjadi ledakan bom kedua.

"‎Saat kejadian orang-orang berhamburan melarikan diri. Kemudian melihat korban luka-luka warga dan Polisi datang membantu. Tapi lima menit setelah itu terjadi lagi ledakan kedua. Waktu ledakan yang pertama ada beberapa polisi yang kena, dia bersimbah darah. Lalu teman-temannya datang membantu," terang dia.

‎Juniardi mengaku setelah ledakan kedua ia melihat banyak korban luka-luka, bahkan ada potongan tubuh yang terpisah seperti kepala, paha, tangan dan badan.

"Saya takut, tapi melihat banyak korban saya mendekat ke lokasi jarak satu meter. Saya melihat ada kepala, kaki, dan tangannya terpisah. Saya melihat banyak serpihan tubuh, bahkan ada yang pahanya terlempar jauh di bawah “fly over”,” ungkap dia.‎

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menerangkan, hingga Kamis (25/5/2017) pukul 1.00 WIB dini hari, korban meninggal dunia akibat ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam, bertambah menjadi lima orang. Tiga di antaranya adalah anggota Polri.

"Hasil olah TKP kembali harus saya sampaikan, ternyata 3 anggota Polri yang gugur.  2 orang pelaku dinyatakan gugur juga, kemudian 5 anggota Polri luka-luka dan 5 anggota sipil luka-luka," kata Setyo di TKP, Rabu (25/5/2017) dini hari.

Setyo memastikan jumlah pelaku yaitu dua orang, keduanya laki-laki. Namun belum bisa diidentifikasi kedua pelaku tersebut.

"Setelah olah TKP, ternyata memang ditemukan ada 2 pelaku, sementara identitas masih belum," ujar Setyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×