Mengenal Selendank, Mainan Anti Predator Seks Karya Mahasiswa IPB

Siswanto

Selasa, 30 Mei 2017 | 11:13 WIB
Mengenal Selendank, Mainan Anti Predator Seks Karya Mahasiswa IPB
Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Kasus kejahatan seksual pada anak yang akhir-akhir ini marak terjadi menimbulkan keprihatinan mendalam lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Mereka pun menciptakan permainan edukasi untuk menangkal kejahatan seksual.

"Permainan edukasi ini diberi nama Selendank singkatan dari Snakes and Ladder Education Game for Kids," kata Salahuddin El Ayyubi, dosen pembimbing tim Program Kreativitas Mahasiswa Selendank IPB, dikutip dari Antara, Selasa (30/5/2017).

Selendank merupakan karya lima mahasiswa IPB yang berasal dari sejumlah fakultas. Mereka adalah mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi, dan Manajemen, yakni Citra Atrina Sari, Risyda Aulia, Ixananda Arcedia Renzy, Aris Kristianto dan Sabri Rahman Siregar.

Salahuddin menjelaskan permainan tersebut memuat materi pendidikan seksual pada anak menjadi unik, sederhana, dan menyenangkan dalam bentuk permainan ular tangga yang sudah awam dikenal masyarakat.

Permainan Selendank atau ular tangga tersebut telah dipraktikan di SD Negeri Bondongan, Kota Bogor. Dalam permainan tersebut, para siswa yang menjadi pemain aktif (bidak) di dalam papan permainan ular tangga yang dirancang khusus dengan dimensi 4,5 x 5,8 meter.

"Setiap siswa diberikan tayangan video singkat tetang pendidikan seksual agar menambah pengetahuan untuk menjaga diri sesaat sebelum bermain," katanya.

Ia menjelaskan materi pendidikan seksual yang ringan disesuaikan dengan anak, dikemas dalam amplop di setiap kotak dan para siswa mendapat pendampingan saat membaca materi tersebut.

Ia menyebutkan, keunggulan permainan Selendank tersebut ialah terdapat harta karun di beberapa kotak untuk menambah keseruan permainan. Harta karun tersebut bisa menguntungkan atau merugikan, misalnya pemain mendapat bonus satu kali lagi untuk melempar dadu, atau ada juga harta karun yang berisikan pemain harus mundur beberapa langkah, dan sebagainya.

Pelajaran tentang antisipasi kejahatan seksual ada di setiap kotak-kotak yang dilalui oleh anak-anak. Materi pembelajarannya seperti, anak-anak diingatkan untuk tidak berkendaraan seorang diri, menghindari kontak dengan orang yang tidak kenal apalagi memberikan makanan, apalagi menyentuh areal sensitif pada anak.

"Selain itu, setiap kotak pada papan permainan dirancang berwarna-warni dan terdapat gambar pakaian adat serta rumah tradisional berbagai provinsi di Indonesia," katanya.

Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk senantiasa mengingatkan anak-anak agar mencintai budaya Indonesia yang beraneka ragam. Selain itu nama-nama provinsi dituliskan dalam bahasa Inggris. Hal ini untuk mengajarkan dan membiasakan anak-anak berbahasa Inggris terutama di dunia yang semakin modern ini.

Ia mengatakan saat uji coba permainan dilakukan mendapat respon positif dari anak-anak yang begitu antusias memainkannya. Dalam permainan tersebut para siswa merasakan keceriaan, namun sarat dengan materi-materi penjagaan diri dari kejahatan seksual.

"Begitu juga dengan pihak sekolah," katanya.

Salahuddin berharap dengan hadirnyapermainan Selendank menumbuhkan kesadaran siswa dan berkurangnya angka kejahatan seksual pada anak karena dapat merusak masa depan anak-anak Indonesia.

Menurutnya, permainan tersebut juga mendorong terciptanya generasi yang memiliki pengetahuan sejak dini tentang bahaya kejahatan seksual sehingga peluang mereka terjerumus ke dalam korban kejahatan seksual semakin kecil, serta terbentuknya watak serta karakter anak bangsa yang mencintai budaya Indonesia.

Permainan ini dibuat dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, dibawah asuhan dosen pendamping, Salahuddi.

Tim PKM Selendank IPB merencanakan mengadakan sosialisasi dan pembinaan kepada orangtua murid dan kelompok ibu PKK masyarakat sekitar agar edukasi ini tidak hanya berhenti pada anak, namun perlu juga diketahui oleh orangtua sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas keselamatan anak-anak.

"Harapannya program ini dapat direplikasikan di sekolah lain di Kota Bogor bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor. Program ini juga diharapkan bisa dirasakan manfaatnya di seluruh Indonesia sebagai upaya preventif kejahatan seksual pada anak," kata Salahuddin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun

Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:07 WIB

Heboh Dugaan Jaringan Pedofilia WNA Jepang di Blok M, Polda Metro Turun Tangan

Heboh Dugaan Jaringan Pedofilia WNA Jepang di Blok M, Polda Metro Turun Tangan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:01 WIB

Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI

Ahmad Doli Kurnia Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Asahan ke KPAI

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:08 WIB

Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital

Remaja Jakarta Rentan Jadi Sasaran Utama Child Grooming di Ruang Digital

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:08 WIB

Mantan Kapolres Ngada Fajar Widyadharma Hadapi Vonis, DPR Desak Hukuman Maksimal

Mantan Kapolres Ngada Fajar Widyadharma Hadapi Vonis, DPR Desak Hukuman Maksimal

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:21 WIB

Miris! Anak 10 Tahun di Samarinda Jadi Korban Eksploitasi Seksual: Ibu dan Ayah Tiri Terlibat

Miris! Anak 10 Tahun di Samarinda Jadi Korban Eksploitasi Seksual: Ibu dan Ayah Tiri Terlibat

News | Selasa, 23 September 2025 | 14:55 WIB

Ibu Sampai Kirim Surat ke Presiden, Ini Alasan Kasus Kekerasan Seksual Anak TKW di Pontianak Mandek!

Ibu Sampai Kirim Surat ke Presiden, Ini Alasan Kasus Kekerasan Seksual Anak TKW di Pontianak Mandek!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:59 WIB

Indonesia Peringkat 3 Asia Kasus Kekerasan Seksual Anak di Dunia Maya

Indonesia Peringkat 3 Asia Kasus Kekerasan Seksual Anak di Dunia Maya

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 21:57 WIB

Modus Pendeta di Blitar Rudapaksa 4 Anak, Iming-iming Jalan-jalan Berujung Petaka

Modus Pendeta di Blitar Rudapaksa 4 Anak, Iming-iming Jalan-jalan Berujung Petaka

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:12 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×