PPP: Tujuh Persen WNI Ingin Ubah NKRI Jadi Negara Khilafah

Ririn Indriani

Jum'at, 09 Juni 2017 | 00:13 WIB
PPP: Tujuh Persen WNI Ingin Ubah NKRI Jadi Negara Khilafah
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan periode 2016-2021 Romahurmuziy [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) prihatin terhadap adanya sekelompok kecil masyarakat Indonesia yang berpotensi ingin mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara khilafah.

"Dari hasil survei, ada sekitar tujuh persen WNI yang berpotensi ingin mengubah NKRI menjadi negara khilafah. Meskipun jumlahnya kecil, tapi kalau dibiarkan akan menjadi besar," kata Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy, di sela acara buka puasa bersama di Kompleks Rumah Jabatan Anggota DPR RI di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Menurut Romy, panggilan akrab Romahurmuziy, menyikapi isu tersebut, DPP PPP mengundang mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), KH Asy'ad Ali, untuk menyampaikan kuliah Ramadan dengan topik seputar penyebab dan perkembangan kelompok terorisme di dunia internasional maupun di Indonesia.

Asy'ad Ali dalam ceramahnya, Romy menyebutkan, bahwa dari hasil survei ada sekitar tujuh persen WNI yang setuju ingin melakukan perubahan bentuk negara Indonesia dari NKRI ke khilafah.

"Potensi ini harus segera diantisipasi agar tidak makin membesar," katanya.

Menurut Romy, tugas PPP sebagai partai politik berbasis Islam, menjadi kanal guna mengantisipasi kecenderungan warga yang ingin mengubah ideologi.

WNI yang berpandangan ingin mengubah NKRI, kata dia, hanya sebagian kecil, tapi pandangan tersebut harus diluruskan lagi, dan meluruskannya dengan pendekatan persuasif, tidak bisa dengan kekerasan.

"Umat Islam, kelebihanya berperilaku lemah-lembut, sehingga dapat bersikap persuasif. Karena itu, agama Islam terus berkembang," katanya.

Romy menambahkan, dari tujuh persen WNI yang setuju ingin perubahan NKRI, sekitar 1,5 persen di antaranya setujui perubahan NKRI dengan cara kekerasan.

"Kelompok ini, meskipun jumlahnya sangat kecil, tapi harus segera diantisipasi, karena kalau dibiarkan akan menjadi besar," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP: Pemerintah Harus Panggil Ormas Anti NKRI

PPP: Pemerintah Harus Panggil Ormas Anti NKRI

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 05:31 WIB

PPP: Menegakkan Syariat Islam di Indonesia Beda dari Negara Lain

PPP: Menegakkan Syariat Islam di Indonesia Beda dari Negara Lain

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 00:18 WIB

Ketua Umum PPP Sebut Indonesia Sedang Dihinggapi Tiga 'Penyakit'

Ketua Umum PPP Sebut Indonesia Sedang Dihinggapi Tiga 'Penyakit'

News | Jum'at, 10 Februari 2017 | 06:06 WIB

Terkini

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global

Jawa Tengah | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Apa Saja Tanda-Tanda Rumah Membawa Banyak Rezeki? Ini Kata Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Batik Reimagined 2026 Hadirkan Eksplorasi Batik lewat Fashion dan Kreativitas

Foto | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Perbedaan Sensor Pemantau Tidur HRV vs SpO2 pada Smartwatch

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

×