Tol Brebes Timur-Weleri Belum Sempurna, Pemudik Diminta Waspada

Ririn Indriani

Minggu, 11 Juni 2017 | 08:15 WIB
Tol Brebes Timur-Weleri Belum Sempurna, Pemudik Diminta Waspada
Ilustrasi jalan tol. (Antara)

Suara.com - Pemudik yang memilih melalui jalan tol fungsional Brebes Timur-Weleri, Jawa Tengah, diharapkan waspada mengingat kondisinya belum sempurna, seperti marka yang minim, serta kondisi permukaan beton masih bergelombang.

"Kondisi jalan tol memang masih bersifat fungsional sehingga pengemudi harus ekstra hati-hati agar tak terjadi hal yang tak dinginkan," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna kepada pers saat meninjau jalan tol itu di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (11/6/2017).

Hal itu, disampaikan saat ia mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono menggunakan mobil menelusuri jalan tol dan non-tol untuk melihat langsung sejumlah infrastruktur dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2017.

Herry mengimbau pengemudi tak memacu kendaraan lebih dari 50 kilometer per jam melihat kondisi jalan yang belum terlalu sempurna.

Dari hasil pemantauan, kondisi jalan tol sepanjang 110 kilometer itu memang tak memungkinkan untuk memacu kendaraan lebih dari 100 kilometer karena banyak tanjakan dan turunan curam, serta tikungan tajam yang berbahaya jika pemudik mengebut.

Belum lagi pada malam hari kondisi jalan tol itu minim penerangan dan marka yang mampu memantulkan cahaya, sehingga membahayakan jika melaju dengan mengebut.

"Kita memang sengaja memfungsikan tol ini untuk mengurangi kepadatan jalur utara dan selatan. Diharapkan dengan jalan tol fungsional ini maka jalur utara dan selatan tak terlalu padat," katanya.

Kementerian PUPR memfungsikan tiga ruas tol untuk dilalui pemudik secara gratis, yakni Tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang atau mulai dari Brebes Timur sampai Weleri sepanjang 110 km.

"Jalan tol fungsional dengan dua lajur satu arah, dengan kondisi perkerasan LC (lean concrete) atau beton tipis 10 cm yang cukup nyaman untuk dilalui kendaraan," kata Herry.

Sepanjang ruas tersebut akan terdapat enam pintu keluar tol sementara yang difungsikan untuk menghindari penumpukan kendaraaan saat keluar Weleri dan enam tempat istirahat di enam lokasi.

"Untuk kendaraan yang akan ke Surabaya, bisa melalui Tol Semarang-Salatiga dan selanjutnya juga terdapat beberapa jalan tol yang fungsional," jelas Herry.

Pada ruas tol fungsional itu, pihaknya juga menyiapkan kantong parkir atau "parking bay" sebagai tambahan menunjang tempat istirahat utama.

"Tempat itu bukan untuk tempat istrahat berlama-lama. Hanya untuk sebentar saja, untuk pengendara yang membutuhkan toilet setelah itu jalan kembali, sehingga tidak terjadi penumpukan," katanya.

Rencananya, jalan tol fungsional itu akan dibuka untuk umum gratis pada H-10 Lebaran dengan satu arah menuju timur. Selanjutnya akan berlaku satu arah menuju barat pada H+4.

Setelah arus balik selesai, pemerintah akan memperbaiki lagi jalan tol tersebut sehingga layak dan sesuai ketentuan internasional. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sambut Lebaran, Kominfo Siapkan Aplikasi Mudik

Sambut Lebaran, Kominfo Siapkan Aplikasi Mudik

Tekno | Selasa, 23 Mei 2017 | 19:58 WIB

Jalur Pantura Didominasi Pemudik Motor

Jalur Pantura Didominasi Pemudik Motor

Ramadan1437h | Minggu, 03 Juli 2016 | 11:30 WIB

Ini Curhatan Pemudik Motor ke Banyumas

Ini Curhatan Pemudik Motor ke Banyumas

Ramadan1437h | Sabtu, 02 Juli 2016 | 23:56 WIB

Terkini

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Dari Menabung hingga Pantau Emisi Karbon, Inovasi Baru Perbankan Digital

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

Tanah Diklaim Bank Tanah, Perempuan Adat Pekurehua Ungkap Ancaman Penggusuran dan Hilangnya Kebun

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Dibumbui Komedi Absurd, GJLS: Berapi-api Ceritakan Perjuangan Petugas Damkar

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Tembus Sejuta Unit dalam Dua Tahun! Ini Rahasia Geely EX2, Spek Lengkap, dan Beda Harganya

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Sering Pakai AI untuk Kerja? Hati-Hati Jangan Sembarangan Memasukkan Data Perusahaan

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

Diduga Dicari-cari Kesalahannya, 6 Aktivis Greenpeace Masih Ditahan Polisi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Vietnam Lebih Maju, Kapal Tanker RI Kebanyakan Impor

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Atap Miring hingga Lantai Becek, 13.945 Keluarga di Sragen Masih Huni Rumah Tak Layak

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:31 WIB

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

It Didn't Start with You: Menelusuri Luka Keluarga yang Membentuk Diri Kita

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×