Alasan Hary Tanoe Kirim SMS yang Dinilai Ancaman

Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala | Suara.com

Senin, 12 Juni 2017 | 16:44 WIB
Alasan Hary Tanoe Kirim SMS yang Dinilai Ancaman
Hary Tanoesoedibjo [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo membeberkan alasannya mengirimkan pesan singkat yang dinilai sebagai ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Menurut CEO MNC Group, pesan itu ia buat karena karena dirinya disangkut pautkan dengan kasus dugaan korupsi restitusi pajak di perusahan telekomunikasi Mobile 8 oleh Yulianto. Melalui pesan tersebut, ia bermaksud untuk membela diri.

"Jadi SMS ini tujuannya juga untuk menegaskan, ini satu hal yang ironis, saya berjuang dengan segala pengorbanannya di politik yang mana kemudian disangkut pautkan dengan kasus mobile 8 yang sebenarnya juga bukan kasus dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya," kata Hary Tanoe di Ditipidsiber Bareskrim Polri, Jalan Cideng Barat Dalam, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Karena mendapatkan pesan singkat itu, Yulianton kemudian melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada tahun 2016. Pagi tadi, Hary Tanoe kembali dipanggil penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditipidsiber) Bareskrim Polri sebagai saksi terlapor untuk dimintai keterangan tambahan.

Lebih lanjut, Hary Tanoe mengatakan dia mengirimkan pesan tersebut saat dirinya berada di Amerika Serikat. Dia mengetahui namanya dikaitkan dengan kasus Mobile 8 dari media massa.

"Kemudian 29 November 2016 lalu ada putusan praperadilan bahwa Kejaksaan Agung diminta menghentikan kasus Mobile 8. Itu jelas. Itu sudah diputuskan pengadilan," tutur Hary Tanoe.

"Jadi memang betul sekali apa yang saya duga, meskipun saya tidak ada kaitannya, bahwa SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan, saya masuk ke politik itu untuk membuat Indonesia lebih baik dan tidak ada maksud mengancam," Hary Tanoe menambahkan.

Diketahui, pada tanggal 5 Januari 2016, Yulianto mendapatkan pesan singkat melalui sms dari nomor yang tidak ia kenal.

Isi pesan tersebut yaitu:

Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.

Pesan tersebut tidak digubris oleh Yulianto. Lalu pada tanggal 7 Januari dan 9 Januari 2016, Yulianto kembali mendapat pesan singkat, kali ini melalui aplikasi WhatsApp dari nomor yang sama. Isi pesannya sama, namun ada penambahan di bagian bawahnya.

"Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."

Merasa terancam dengan adanya pesan tersebut, Yulianto kemudian melaporkan si pengirim pesan yang ternyata Hary Tanoesoedibjo atas dugaan pelanggaran Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Hary Tanoe Usai Diperiksa, Bantah SMS Ancam Jaksa Yulianto

Cerita Hary Tanoe Usai Diperiksa, Bantah SMS Ancam Jaksa Yulianto

News | Senin, 12 Juni 2017 | 13:21 WIB

Hary Tanoe Penuhi Panggilan Polisi Terkait SMS Bernada Ancaman

Hary Tanoe Penuhi Panggilan Polisi Terkait SMS Bernada Ancaman

News | Senin, 12 Juni 2017 | 10:20 WIB

Selain Rizieq, Amien Rais, Kini Hary Tanoe Juga Terancam

Selain Rizieq, Amien Rais, Kini Hary Tanoe Juga Terancam

News | Senin, 05 Juni 2017 | 11:29 WIB

Sandiaga Puji Hary Tanoe Setinggi Langit

Sandiaga Puji Hary Tanoe Setinggi Langit

News | Kamis, 20 April 2017 | 20:38 WIB

Menang Hitung Cepat, Ini Pesan Hary Tanoe ke Anies-Sandi

Menang Hitung Cepat, Ini Pesan Hary Tanoe ke Anies-Sandi

News | Rabu, 19 April 2017 | 19:32 WIB

Alasan Hary Tanoe Putuskan Perindo Deklarasi Dukung Anies-Sandi

Alasan Hary Tanoe Putuskan Perindo Deklarasi Dukung Anies-Sandi

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 18:23 WIB

Hary Tanoe, Anies, Sandiaga Temui Said Aqil, Ini yang Dibicarakan

Hary Tanoe, Anies, Sandiaga Temui Said Aqil, Ini yang Dibicarakan

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 17:36 WIB

Hary Tanoe Disebut Antasari Diutus SBY, Perindo: Pengalihan Isu

Hary Tanoe Disebut Antasari Diutus SBY, Perindo: Pengalihan Isu

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 15:18 WIB

Hary Tanoe Masuk dalam Daftar "9 Mitra Tak Lazim" Trump

Hary Tanoe Masuk dalam Daftar "9 Mitra Tak Lazim" Trump

News | Sabtu, 14 Januari 2017 | 19:37 WIB

Terkini

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB