Hary Tanoe Masuk dalam Daftar "9 Mitra Tak Lazim" Trump

Liberty Jemadu

Sabtu, 14 Januari 2017 | 19:37 WIB
Hary Tanoe Masuk dalam Daftar "9 Mitra Tak Lazim" Trump

Suara.com - Donald Trump akan disumpah sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 pada 20 Januari mendatang, tetapi kontroversi tampaknya belum lepas dari politikus berusia 70 tahun tersebut.

Surat kabar terkemuka AS, Washington Post, dalam laporan terbarunya, Jumat (13/1/2017) yang bertajuk "Trump's Foreign Network" membeberkan bahwa Trump, yang juga seorang pengusaha terkemuka di AS, memiliki beberapa mitra bisnis di luar negeri yang "tidak lazim".

"Beberapa rekan bisnis Trump sedang diselidiki karena ketidakwajaran finansial, dan beberapa dari mereka diwajibkan untuk membayar denda besar...Trump juga bekerja sama dengan pengusaha yang mempunya hubungan erat dengan pemerintahan otoriter," tulis Washington Post.


Teman-teman yang "tidak lazim" ini, memantik kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan ketika Trump berkuasa di Gedung Putih.

"Seorang pengusaha bisa berurusan dengan pebisnis-pebisnis model begini dan semoga ia cukup cerdas untuk tidak dimanfaatkan," kata Richard Painter, pakar hukum etika kepercayaan mantan Presiden George W Bush dan salah satu pengkritik paling keras Trump.

"Tetapi ketika Anda masuk ke pemerintahan, sebagai presiden Amerika Serikat, jelas ini adalah tipe hubungan yang harus Anda buang," tegas dia.

Trump sendiri adalah presiden pertama AS yang berlatar belakang pebisnis dengan skala usaha besar, yang bahkan namanya telah menjadi merek bisnis global, dan memiliki mitra-mitra bisnis unik - yang memanfaatan nama Trump untuk meraih keuntungan.

Sebagian besar presiden AS sebelumnya berasal dari latar belakang diplomat, pemimpin politik, militer, dan intelijen.

Dalam laporan panjangnya, Washington Post, membuat daftar mitra-mitra bisnis "tak lazim" Trump di dunia dan mengerahkan para pewartanya di sembilan negara untuk meneliti nama-nama dalam daftar tersebut.

Sembilan nama pengusaha mitra bisnis Trump dalam daftar itu berasal dari seluruh dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Afrika, hingga Asia. Uniknya dalam daftar itu, tepatnya di urutan kedua, ada nama konglomerat Indonesia: Hary Tanoesoedibjo.

"Saya Akan Memimpin Negeri Ini!"

Hary, taipan media, properti, dan seorang ketua partai politik baru di Indonesia, disandingkan dengan delapan pengusaha lain seperti Hussain Sajwani (Dubai), Tony Tiah (Kanada), Richardo Hazoury (Republik Dominika), Mangal Prabhat Lodha (India), Mehmet Ali Yalcindag (Turki), Ars dan Emin Agalarov (Rusia), Roger Khafif (Panama), dan Paulo Figueiredo Filho (Brasil).

Khusus soal Hary, Washington Post menulis bahwa hubungannya dengan Trump dimulai sejak 2016. Hary, menurut penelusuran itu sedang diselidiki Kejaksaan Agung karena diduga terkait dalam kasus penggelapan pajak di sebuah perusahaan komunikasi.

Di Tanah Air Hary diketahui telah diperiksa Kejagung sejak 2015 silam terkait kasus penggelapan pajak Mobile 8 pada periode 2007-2009. Ketika itu MNC Group masih menguasai Mobile 8.

Washington Post mewawancarai seorang jaksa Indonesia, yang mengaku bahwa sejak Januari 2016 ia menerima beberapa SMS berisi peringatan dari Hary.

"Kami akan membuktikan siapa yang salah dan benar, siapa yang profesional dan siapa yang penjahat," bunyi salah satu SMS Hary, "Saya akan memimpin negeri ini, dan ketika itu Indonesia akan dibersihkan."

Jaksa tersebut telah melaporkan Hary ke kepolisian karena SMS-SMS tersebut. Hary, yang telah menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada 2019 dalam sebuah wawancara dengan media Australia, juga telah melaporkan balik jaksa tersebut dengan tudingan pencemaran nama baik.

Dalam sebuah wawancara Hary mengatakan dia frustrasi dengan pemerintah yang ditudingnya melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya ketika "popularitas sangat tinggi saat ini".

Selain kasus Mobile 8, Washington Post juga menulis tentang sengketa Hary dengan Siti Hardijanti Rukmana, salah satu puteri mendiang Presiden Soeharto dalam memperebutkan kepemilikan stasiun televisi Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang berlansung sejak 2013.

Hubungan bisnis Hary dengan Trump sendiri terkait pembangunan dua resort mewah Trump di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dan di Bali. Dua proyek itu bernilai sekitar 500 juta dolar AS dikerjakan oleh salah satu perusahaan Hary.

Hary dan istrinya telah diundang untuk menghadiri pelantikan Trump pada 20 Januari mendatang. Keduanya dipastikan akan hadir dalam peristiwa bersejarah itu.

Washington Post juga menulis bahwa Hary pernah mengatakan bahwa dia dan Trump punya banyak kesamaan. Keduanya sama-sama konglomerat yang terjun ke politik, dan keputusan itu karena mereka "ingin melakukan sesuatu" untuk negara mereka masing-masing.

Sama seperti Trump yang menggagas kontek kecantikan Miss Universe, Hary juga menggelar kontes Miss Indonesia. Keduanya menggemari mobil mewah seperti Rolls-Royce dan pengguna Twitter yang centil. Keduanya sama-sama memuja Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada 2014, Hary bilang bahwa Putin "sangat kuat, sangat tegas. Kita harus mengagumi caranya memajukan Rusia".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:34 WIB

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:57 WIB

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:27 WIB

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:06 WIB

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:10 WIB

Akhirnya! Amerika dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

Akhirnya! Amerika dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:42 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Terkini

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB