Sudah 36 Orang Ditangkap Terkait Bom Kampung Melayu

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 20 Juni 2017 | 12:51 WIB
Sudah 36 Orang Ditangkap Terkait Bom Kampung Melayu
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyambangi KPK, di Jakarta Senin (19/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Datasemen Khusus 88 Anti Teror Polri telah menangkap 36 orang terduga teroris terkait kasus bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mereka ditangkap dari berbagai daerah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan di antara yang ditangkap ada di Malang dan Surabaya, Jawa Timur. Mereka bagian dari kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Kelompok ini jaringan terpidana teroris Bahrun Naim yang dibaiat jadi anggota ISIS di Indonesia.

"Mereka adalah sel-sel Jamaah Ansharut Daulah (JAD), terkait dengan Bahrun Naim. Mereka juga ada yang akan melakukan serangan teror, ada yang juga yang memberangkatkan (orang bagung ISIS) ke Suriah," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).

Dia menjelaskan, semua terduga teroris yang ditangkap Datasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di berbagai daerah yang berbeda rata-rata terkait dengan serangan bom Kampung Melayu, Jakarta Timur. Di antara tempat yang menjadi penangkapan di Medan, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bima, dan terakhir Malang dan Surabaya.

"Total semua (terduga teroris) yang ditangkap setelah bom Kampung Melayu, sudah ada 36 ‎orang. Tapi semuanya bukan terkait bom Kampung Melayu, ada yang terkait Kampung Melayu, ada juga yang tidak terkait. Tapi mereka adalah sel-sel JAD yang berencana akan melakukan serangan teror," ungkap dia.

Tito menambahkan, sejak kejadian serangan bom Kampung Melayu, dia memerintahkan Kepala Densus 88 Anti Teror ‎untuk melakukan deteksi secara ekstra ketat terhadap jaringan atau sel-sel teroris selama Ramadan dan Lebaran.

"Saya sudah perintahkan Kadensus 88, jadi lakukan tindakan cepat, kalau ada indikasi‎ lakukan sesuai kewenangan yang ada, sesuai Undang-undang. Termasuk alat bukti yang ada, dan kami bisa melakukan penangkapan selama tujuh hari, kalau terbukti di tahan, kalau nggak terbukti kami lepaskan," terang dia.

Menurut dia, dari semua terduga teroris yang ditangkap tersebut ada yang punya senjata api dan bom rakitan. Bahkan seperti terduga teroris yang diamankan di Bima, Nusa Tenggara Barat ‎memiliki bom yang sudah jadi dan siap untuk diledakkan.

"Mereka akan menyerang Polsek Woha (Bima) pada tiga malam lalu, namun Densus berhasil mendeteksi dan di‎gagalkan. Enam orang yang ditangkap merupakan keberhasilan teman-teman Densus untuk cegah serangan teror. Yang berhasil dicegah banyak, tapi nggak jado hot topic seperti yang meledak," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

24 Perwira Tinggi Polri Dapat Bintang Bhayangkara

24 Perwira Tinggi Polri Dapat Bintang Bhayangkara

News | Selasa, 20 Juni 2017 | 12:15 WIB

Polri Tolak Beri Bantuan Pansus KPK Berkukuh Jalan Terus

Polri Tolak Beri Bantuan Pansus KPK Berkukuh Jalan Terus

News | Senin, 19 Juni 2017 | 22:38 WIB

Jenderal Tito Sambangi KPK

Jenderal Tito Sambangi KPK

Foto | Senin, 19 Juni 2017 | 17:46 WIB

Kapolri Klaim Fasilitas Mudik Sudah Lengkap

Kapolri Klaim Fasilitas Mudik Sudah Lengkap

News | Senin, 19 Juni 2017 | 15:27 WIB

Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017

Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017

Foto | Senin, 19 Juni 2017 | 11:54 WIB

Cak Nun: Polisi Bukan Bawahan Presiden

Cak Nun: Polisi Bukan Bawahan Presiden

News | Minggu, 18 Juni 2017 | 22:32 WIB

Bahas Kasus Novel, Kapolri Segera Temui Pimpinan KPK

Bahas Kasus Novel, Kapolri Segera Temui Pimpinan KPK

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:27 WIB

Tito Minta Novel Baswedan Sebut Nama Jenderal yang Terlibat

Tito Minta Novel Baswedan Sebut Nama Jenderal yang Terlibat

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:03 WIB

Rakor Persiapan Idul Fitri

Rakor Persiapan Idul Fitri

Foto | Senin, 12 Juni 2017 | 14:00 WIB

Terkini

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB