PDIP Perketat Calon di Pilkada 2018 Agar Tak Tertangkap KPK

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 21 Juni 2017 | 18:08 WIB
PDIP Perketat Calon di Pilkada 2018 Agar Tak Tertangkap KPK
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai lakukan kunjungan ke DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan ada sejumlah syarat yang akan digunakan PDI Perjuangan dalam menentukan calon dalam gelaran Pilkada 2018 mendatang. Syaratnya ketat.

Calon yang disiapkan PDI Perjuangan nanti bukan sekadar ‎berdasarkan elektabiltiasnya saja. Mereka harus memiliki karakter dan mampu membangun peradaban sebagai politik untuk menyelesaikan masalah rakyat.

Langkah ini dilakukan supaya mencegah calon yang disiapkan PDI Perjuangan ini melakukan‎ korupsi dan kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Kalau kita hanya bicara kalah menang yang terjadi banyak pimpinan-pimpinan dengan modal luar biasa setelah menjabat dia (calon kepala daerah) mencoba mendapatkan return dengan korupsi sehingga OTT banyak terjadi. Ini mengkhawatirkan PDI Perjuangan. Kami terus melakukan pemecatan bagi kader yang terlibat kasus-kasus tersebut," ujar Hasto di DPR, Jakarta, Rabu (21/6/2017). ‎

Di sisi lain, Hasto menambahkan, Pilkada pada 2018 tidak perlu dihubung-hubungkan ‎dengan Pilkada Jakarta. Meski dia mengatakan, semua pihak harus belajar dari apa yang terjadi di Jakarta. Sehingga, diharapkan persatuan bangsa bisa dijunjung dengan baik.

"Pilkada jakarta sudah selesai, semua pihak belajar dari apa yang terjadi di Jakarta dan kita disadarkan bahwa kita adalah bangsa yang besar, bertanah air satu, bangsa yang menjunjung tinggi Pancasila," tuturnya.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPR Mengancam KPK, Menkeu Pilih Memantau

DPR Mengancam KPK, Menkeu Pilih Memantau

Bisnis | Rabu, 21 Juni 2017 | 15:35 WIB

Pansus Angket KPK: Pernyataan Misbakhun soal KPK-Polri Sepihak

Pansus Angket KPK: Pernyataan Misbakhun soal KPK-Polri Sepihak

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 14:48 WIB

Kata Wiranto soal Ancaman DPR ke KPK

Kata Wiranto soal Ancaman DPR ke KPK

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 14:30 WIB

Sudah Siap Dipanggil Pansus, Miryam Ingin Blak-blakan

Sudah Siap Dipanggil Pansus, Miryam Ingin Blak-blakan

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 12:47 WIB

Sudah Ditolak KPK, Pansus Angket DPR Tetap Inginkan Miryam

Sudah Ditolak KPK, Pansus Angket DPR Tetap Inginkan Miryam

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 12:25 WIB

KPK Periksa Lima Tersangka Terkait e-KTP

KPK Periksa Lima Tersangka Terkait e-KTP

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 11:45 WIB

Pakar Hukum Minta DPR Belajar Politik, Etika dan Moral

Pakar Hukum Minta DPR Belajar Politik, Etika dan Moral

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 09:17 WIB

Peraih Penghargaan 'Akhlak Mulia' Itu Berakhir di Sel Tahanan KPK

Peraih Penghargaan 'Akhlak Mulia' Itu Berakhir di Sel Tahanan KPK

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 05:37 WIB

Misbakhun Ancam Bekukan Dana KPK-Polri, Todung: Jangan Emosi Dong

Misbakhun Ancam Bekukan Dana KPK-Polri, Todung: Jangan Emosi Dong

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 06:20 WIB

Ade Komarudin Tak Penuhi Panggilan KPK

Ade Komarudin Tak Penuhi Panggilan KPK

News | Rabu, 21 Juni 2017 | 02:08 WIB

Terkini

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Otomotif | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:29 WIB

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:20 WIB

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

×