Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
Ilustrasi laut serap karbon (Pexels/Kellie Churchman)
baca 10 detik
  • Ilmuwan mengembangkan peningkatan alkalinitas laut untuk mempercepat kemampuan alami lautan dalam menyerap karbon dioksida.
  • Peneliti Australia berencana menguji metode tersebut di Selat Bass menggunakan kapal riset RV Investigator.
  • Teknologi ini memerlukan pengujian lebih lanjut dan pelibatan masyarakat guna memastikan keamanan ekosistem laut.

Suara.com - Di tengah upaya dunia mengejar target emisi nol bersih (net zero), para ilmuwan terus mencari cara agar bumi mampu menyerap lebih banyak karbon dioksida (CO) dari atmosfer.

Salah satu pendekatan yang kini mulai diuji adalah ocean alkalinity enhancement atau peningkatan alkalinitas laut, sebuah teknologi yang memanfaatkan kemampuan alami laut untuk menyimpan karbon lebih banyak.

Dikutip dari Phys.org aut selama ini telah menjadi penyerap karbon terbesar di bumi. Sekitar 30 persen emisi CO yang dihasilkan manusia setiap tahun diserap oleh lautan. Namun, kemampuan alami tersebut berlangsung sangat lambat sehingga belum cukup untuk menahan laju perubahan iklim.

Karena itu, para peneliti mengembangkan metode untuk meningkatkan kadar alkalinitas air laut. Caranya dengan menambahkan material bersifat basa, seperti mineral silikat atau karbonat yang telah dihaluskan, maupun senyawa lain yang dapat meningkatkan kemampuan air laut mengubah CO terlarut menjadi bentuk yang lebih stabil.

Dengan demikian, laut dapat menyerap lebih banyak karbon dari atmosfer.

Sejumlah uji coba skala kecil telah dilakukan di wilayah pesisir menggunakan kapal maupun fasilitas penelitian. Hasil awal menunjukkan pendekatan ini berpotensi menjadi bagian dari solusi pengurangan karbon global.

Namun, para ilmuwan menekankan bahwa teknologi ini belum siap diterapkan secara luas. Masih banyak pertanyaan yang harus dijawab, terutama mengenai efektivitasnya di berbagai kondisi laut. Penelitian menunjukkan faktor seperti arus laut, kedalaman perairan, musim, hingga kecepatan angin dapat memengaruhi jumlah karbon yang mampu diserap.

Aspek keamanan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Sejumlah studi laboratorium menemukan peningkatan alkalinitas dalam jumlah kecil belum menunjukkan dampak berarti terhadap beberapa jenis rumput laut dan alga. Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa setiap jenis material memiliki batas aman dan dapat memberikan dampak berbeda terhadap ekosistem laut jika digunakan dalam jumlah besar.

Karena itu, para ilmuwan di Australia berencana melakukan pengujian lebih lanjut di Selat Bass menggunakan kapal riset RV Investigator. Penelitian tersebut bertujuan mengukur secara langsung dampak lingkungan sekaligus memperkuat metode pemantauan perubahan kimia laut.

baca juga

Selain bukti ilmiah, keberhasilan teknologi ini juga bergantung pada dukungan masyarakat. Sejumlah penelitian menunjukkan warga ingin dilibatkan sejak tahap perencanaan, bukan sekadar menjadi pihak yang diberi informasi. Keterlibatan masyarakat adat juga dinilai penting karena mereka memiliki pengetahuan panjang mengenai pengelolaan wilayah laut.

Pendekatan ini mencerminkan prinsip jurnalisme konstruktif: perubahan iklim memang membutuhkan solusi yang berani, tetapi setiap inovasi harus diuji secara transparan, berbasis bukti ilmiah, serta melibatkan masyarakat. Dengan keseimbangan tersebut, peningkatan alkalinitas laut berpeluang menjadi salah satu pelengkap upaya mengurangi emisi, tanpa mengorbankan kesehatan ekosistem yang justru ingin dilindungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina

Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:30 WIB

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Foto | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:00 WIB

Terkini

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:11 WIB

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:10 WIB

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:08 WIB

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:03 WIB

Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar

Berhenti Menggosok Dudukan Toilet Umum dengan Tisu, Ini Cara Membersihkan yang Benar

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:57 WIB

John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data

John Herdman Diolok-olok Publik Vietnam Disebut Sok Tahu dan Salah Data

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:53 WIB

Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027

Manga Sometimes Even Reality Is a Lie! Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:50 WIB

Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah

Sunscreen Ozzaskin untuk Umur Berapa? Biasa Dipakai Ayu Ting Ting dan Bilqis ke Sekolah

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:47 WIB

Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku

Teror di Berlin! Tabrakan Massal di Acara Pride, Kelompok Islam Dituding Jadi Pelaku

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 12:46 WIB

×