Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

M Nurhadi

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
ARSIP-Sebuah rudal diluncurkan ke langit dalam operasi yang diklaim menargetkan Houthi Yaman, di lokasi yang tidak disebutkan, sebagaimana terlihat dalam tangkapan layar dari video selebaran yang dirilis pada 18 Maret 2025. (Reuters)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menunda serangan langsung terhadap Iran demi mencegah perluasan konflik serta menghindari dampak ekonomi global.
  • Kelompok Houthi melancarkan serangan intensif menggunakan rudal terhadap fasilitas minyak perusahaan Aramco di Arab Saudi pada hari Sabtu.
  • Teheran secara resmi menuduh Ukraina melakukan penyerangan terhadap salah satu kapal Iran yang berada di perairan Laut Kaspia.

Suara.com - Eskalasi perang di kawasan Timur Tengah terpantau semakin melebar pada akhir pekan ini. Meskipun Amerika Serikat memutuskan untuk menunda sementara serangan langsungnya, kelompok Houthi ustru melancarkan serangan intensif terhadap fasilitas minyak milik Arab Saudi di sepanjang pesisir Laut Merah.

Di front yang berbeda, ketegangan baru juga muncul setelah Teheran secara resmi menuduh Ukraina melakukan penyerangan terhadap salah satu kapalnya di perairan Laut Kaspia.

Militer Amerika Serikat pada hari Sabtu memberikan pernyataan resmi bahwa blokade angkatan laut yang mereka terapkan terhadap Iran "remains in full effect".

Kendati demikian, pihak Washington tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai alasan penghentian rentetan serangan beruntun yang sebelumnya telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut. 

Ketika dikonfirmasi mengenai jeda operasi militer tersebut, seorang pejabat senior di pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Trump "Selalu jelas bahwa pilihannya adalah diplomasi, namun ia telah menunjukkan kepada Iran apa yang akan terjadi jika mereka gagal untuk berunding secara serius.."

Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip dua narasumber terkait diskusi internal tersebut, Presiden Trump saat ini memutuskan untuk mundur dari rencana peningkatan eskalasi serangan terhadap Iran.

Presiden AS beserta para penasihatnya memiliki kekhawatiran serius terkait potensi perluasan konflik yang dapat menguras cadangan persenjataan, merusak hubungan diplomatik dengan negara-negara sekutu di Teluk Timur Tengah, serta memicu disrupsi pasokan energi dan pelemahan ekonomi global.

Meski situasi di kawasan Teluk relatif mereda, pertempuran mematikan yang pecah pada hari Sabtu antara sekutu Iran, Houthi, dan Arab Saudi menunjukkan bahwa perang proksi ini terus bergerak liar.

Gangguan yang sebelumnya membatasi pasokan energi di Selat Hormuz kini mengancam rute pelayaran utama kedua di kawasan tersebut dan berpotensi menghidupkan kembali perang saudara di Yaman.

baca juga

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa kelompoknya telah sukses menyerang situs-situs strategis milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Aramco (2222.SE), di kota Jizan dan Yanbu.

Berdasarkan rekaman video di media sosial yang telah diverifikasi oleh Reuters, kepulan asap tebal membumbung tinggi dari arah kilang Aramco di Jizan yang berlokasi dekat perbatasan Yaman. Sebagai informasi, kilang vital ini memiliki kapasitas pemrosesan hingga 400.000 barel minyak mentah per hari.

Dua sumber perdagangan yang berbasis di Asia mengungkapkan bahwa mereka telah menerima informasi terkait potensi kerusakan serius pada fasilitas penyimpanan bahan bakar dan minyak di Jizan akibat insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Aramco belum memberikan komentar resmi. Sementara itu di Yanbu, dua rudal yang diarahkan ke instalasi minyak berhasil dicegat oleh sistem pertahanan. Yanbu merupakan pelabuhan minyak utama Arab Saudi di Laut Merah yang belakangan menjadi rute alternatif krusial untuk menghindari Selat Hormuz yang tengah diblokade oleh Iran.

Harga minyak dunia saat ini berada di kisaran 90,47 dolar AS per barel untuk jenis WTI dan sekitar 96,78 hingga 97,90 dolar AS per barel untuk jenis Brent

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:00 WIB

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:30 WIB

Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas

Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:50 WIB

Pertemuan Panas Trump-Netanyahu Pekan Depan, Perang Iran Diprediksi Makin Membesar

Pertemuan Panas Trump-Netanyahu Pekan Depan, Perang Iran Diprediksi Makin Membesar

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:43 WIB

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

IRGC: Iran Hancurkan Pusat Data Amazon karena Dukung Intelijen Amerika

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:02 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Terkini

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

×