Cerita Sunarti Saat Tidur di Makam Karet Bivak Bikin Merinding

Siswanto Suara.Com
Jum'at, 23 Juni 2017 | 15:53 WIB
Cerita Sunarti Saat Tidur di Makam Karet Bivak Bikin Merinding
Sunarti, perawat makam TPU Karet Bivak [suara.com/Yunita Susan]

Suara.com - Banyak pengalaman menarik yang dirasakan perawat Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jalan Karet Pasar Baru Barat, Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Seperti yang dialami Sunarti atau Yoyo. Sunarti sering tidur di warung area pemakaman. Dia tidak takut lagi meskipun siang harinya baru ada jenazah yang dimakamkan.

"Ada kejadian di makam, kadang-kadang habis dikubur. Saya sih sudah biasa nginep di makam. Kemarin puasa nginep di warung. Kalau dikasih lihat sih nggak, tapi wanginya tetap tercium. Wangi benar, wangi cendana," kata Sunarti kepada Suara.com, Jumat (23/6/2017).

Konon, ketika aroma wangi cendana tercium di malam hari, itu pertanda ada makhluk tanpa wujud yang sedang lewat untuk pulang.

Aroma wangi minyak usai kematian biasanya akan tercium sampai seminggu.

"Kalau yang udah lama-lama sih enggak," kata dia.

Tapi, dia menganggap semua pengalaman itu biasa-biasa saja. Sunarti dan pekerjaan mengurus makam sudah menyatu sehingga semua hal yang dirasakan di area tersebut dia anggap sebagai pengalaman yang baik.

Sunarti cerita banyak hal ketika ditemui Suara.com. Antara lain, soal mudik lebaran.

Mudik pas hari raya Idul Fitri sangat ditunggu-tunggu sebagian besar perantau di Ibu Kota Jakarta. Namun, tidak setiap orang mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung, seperti juga Sunarti.

Ibu dari lima orang anak tidak bisa pulang kampung ke Tegal, Jawa Tengah, pas hari raya karena pada hari itu tenaganya sangat dibutuhkan. Hari itu, akan banyak sekali peziarah yang datang.

Dia mengatakan akan pulang ke Tegal seminggu setelah hari-H.

"Pulang lebaran, lebaran seminggu baru pulang, pulang lebaran sama anak-anak. Biasanya naik bis, saya nggak suka naik kereta," tuturnya.

Sunarti dulunya seorang pedagang makanan kecil di sekitar TPU Karet Bivak. Dia menjadi perawat setelah suaminya meninggal dunia.

"Tadinya dagang, ahli waris nggak mau dipegang sama orang lain. Maunya istrinya, dibilang kan ada istrinya, lalu saya dipanggil. Gimana namanya juga bekas dari laki, jadi saya mau pegang. Kalau punya orang saya gak berani, di sini kalau punya orang nggak boleh sembarangan ngurus soalnya sudah masing-masing bagian," tuturnya.

Suami Sunarti meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Kini dia menjadi tulang punggung keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI