Diancam Diburu ISIS, Said Aqil: NU dan Banser Tidak Takut!

Reza Gunadha

Selasa, 04 Juli 2017 | 17:03 WIB
Diancam Diburu ISIS, Said Aqil: NU dan Banser Tidak Takut!
Ketua PBNU Said Aqil Siradj [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), Kiai Haji Said Aqil Siradj, memastikan seluruh warganya tak takut menghadapi ancaman yang diumbar gerombolan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pernyataan tersebut merupakan respons atas “surat kaleng” berisi ancaman yang disebar kelompok misterius di markas Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017) pagi.

Dalam surat kaleng tersebut, mereka yang mengatasnamakan ISIS bersumpah akan memburu dan membunuh aparat kepolisian, TNI, Detasemen Khusus 88 Antiteror, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU.

"Tentu kami siap menghadapi ancaman itu. Banser juga siap, kenapa tidak. Kami tidak takut. Kewaspadaan kami itu bukan berarti NU takut,” tegas Said Aqil, Selasa sore.

Ia mengatakan, organisasi paramiliter NU tersebut sudah diminta meningkatkan kewaspadaan. Selain waspada terhadap serangan kepada sesama anggota Banser, mereka juga diminta mewaspadai teror terhadap masyarakat.

Karenanya, Said Aqil juga meminta seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu takut terhadap beragam teror ISIS dan gerombolan teroris lain.

“Perlu diketahui, mereka itu sebenarnya kecil dalam ukuran organisasi. Modalnya juga kenekatan dan ada yang memberikan modal. Sebenarnya mereka itu grup kecil, jumlahnya sedikit, jadi jangan pernah takut,” tegasnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, markas Polsek Kebayoran Lama diteror oleh kelompok yang belum teridentifikasi. Mereka memajang bendera hitam ISIS di pagar markas polisi.

Selain itu, turut ditemukan secarik kertas berwarna kuning berisi ancaman kepada polisi, TNI, Densus 88, dan Banser NU.

baca juga

”Wahai para Anshor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yang menyesatkan itu,” begitu tulisan pembuka dalam surat ancaman tersebut.

Selanjutnya, surat itu meminta kesemua pihak tersebut berhenti membela pemerintah dan Pancasila yang mereka anggap sebagai ”berhala”.

”Berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yang kalian banggakan, yang kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu, yang telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yang telah kalian buat.”

Mereka juga berkilah bukan gerombolan teroris. Sebaliknya, kelompok misterius melalui surat kaleng itu justru menilai Polri, TNI, Densus, dan Banser, yang sebenarnya teroris.

”Sadarlah kalian, sesungguhnya kalian berperang di barisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman. Berhentilah kalian menyebut dan memfitnah kami sebagai teroris, bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya.”

Belakangan, seorang saksi bernama Wahyu, mengklaim pemasang bendera dan penyebar ”surat kaleng” ISIS tersebut berjumlah dua orang. Satu di antaranya adalah perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dipasang Bendera ISIS, Polsek Kebayoran Lama Diperketat

Dipasang Bendera ISIS, Polsek Kebayoran Lama Diperketat

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 16:49 WIB

Saksi: Bendera ISIS di Polsek Kabayoran Lama Dipasang Suami-Istri

Saksi: Bendera ISIS di Polsek Kabayoran Lama Dipasang Suami-Istri

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 16:43 WIB

Polisi Diminta Usut Tuntas Pemasangan Bendera ISIS

Polisi Diminta Usut Tuntas Pemasangan Bendera ISIS

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 15:42 WIB

Polisi Diingatkan Jangan Lagi Bertugas Sendirian

Polisi Diingatkan Jangan Lagi Bertugas Sendirian

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:40 WIB

Keamanan Ketat, Tapi Polsek Masih Bisa Dipasangi Bendera ISIS

Keamanan Ketat, Tapi Polsek Masih Bisa Dipasangi Bendera ISIS

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:30 WIB

'Surat Kaleng' ISIS: Jakarta Akan Kami Buat seperti Marawi!

'Surat Kaleng' ISIS: Jakarta Akan Kami Buat seperti Marawi!

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:13 WIB

Diteror Bakal Diburu ISIS, Begini Reaksi Ansor

Diteror Bakal Diburu ISIS, Begini Reaksi Ansor

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 14:02 WIB

Bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Teror Lanjutan ke Polisi

Bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Teror Lanjutan ke Polisi

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 13:50 WIB

Selain Polri dan TNI, Ansor dan Banser Juga Diteror Bakal Diburu

Selain Polri dan TNI, Ansor dan Banser Juga Diteror Bakal Diburu

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 13:41 WIB

ISIS Ancam Polsek Kebayoran Lama: Kami Balas Kematian Santoso!

ISIS Ancam Polsek Kebayoran Lama: Kami Balas Kematian Santoso!

News | Selasa, 04 Juli 2017 | 13:20 WIB

Terkini

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB