Pelajar Afghanistan Sempat Ditolak AS ikut Kompetisi Robot

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 13 Juli 2017 | 09:22 WIB
Pelajar Afghanistan Sempat Ditolak AS ikut Kompetisi Robot
Ilustrasi robot pekerja (Shutterstock).

Suara.com - Tim perempuan pelajar Afghanistan dan Gambia sempat ditolak masuk ke Amerika Serikat. Padahal, tim tersebut merupakan peserta kompetisi robotik di Washington DC.

Sejatinya, pemerintah AS melarang akses masuk bagi murid-murid dari negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim untuk masuk dan berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Kebijakan itu adalah turunan dari perintah Presiden Donald Trump yang menerapkan larangan masuk bagi pengunjung sejumlah negara berpenduduk mayoritas Islam.

Larangan terhadap pelajar Afghanistan dan Gambia tersebut, seperti dilansir Agence France-Presse, Kamis (13/7/2017), memicu kemarahan publik.

Alhasil, Presiden Trump disebut memerintahkan otoritas keimigrasian untuk membolehkan tim itu memasuki wilayah AS.

Ivanka Trump, staf ahli sekaligus putri presiden, merupakan sosok yang mengupayakan pihak keimigrasian memberikan visa kunjungan kepada kedua tim tersebut.

“Saya menyatakan selamat datang kepada gadis-gadis Afghanistan dan kompetitor mereka di Washington DC pekan depan,” tulis Ivanka melalui akun resmi Twitter miliknya.

Joe Sestak, Presiden Global First—organisasi yang menyelenggarakan kompetisi itu—menyatakan kegembiraannya setelah tim Afghanistan dan Gambia dibolehkan masuk dan berkompetisi.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah AS serta Departemen Luar Negeri untuk memastikan Afghanistan dan juga Gambia dapat bergabung dengan kami untuk kompetisi internasional tahun ini," kata Joe.

Joe menuturkan, tidak ada satu pun alasan rasional untuk menolak masuk tim dari kedua negara tersebut. Sebab, tim-tim dari negara Muslim lain, yakni Yaman, Libya, dan Maroko, juga turut hadir.

Ia mengatakan, total 163 tim dari 157 negara yang sudah mendapat izin masuk dan mengikuti kompetisi bergengsi tersebut. Izin itu juga didapatkan tim Iran, yang pemerintahnya selama ini berseberangan  dengan AS.

"Aku tak bisa menutupi kegembiraan bahwa kompetisi ini bisa menyatukan semua negara. Tim dari Sudan, bahkan tim dari pengungsi Suriah juga ikut serta," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Paksa Anak-anak Tiri Jilati Kotoran di Kamar Mandi

Ibu Paksa Anak-anak Tiri Jilati Kotoran di Kamar Mandi

News | Rabu, 12 Juli 2017 | 13:36 WIB

Pimpinan ISIS Al-Baghdadi Sudah Tewas? Ini Komentar Pemerintah AS

Pimpinan ISIS Al-Baghdadi Sudah Tewas? Ini Komentar Pemerintah AS

News | Rabu, 12 Juli 2017 | 09:22 WIB

Ingin Berkhianat dan Bantu ISIS, Tentara Amerika Serikat Dibekuk

Ingin Berkhianat dan Bantu ISIS, Tentara Amerika Serikat Dibekuk

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 12:41 WIB

Menlu AS Tiba di Kuwait Bicarakan Krisis Qatar

Menlu AS Tiba di Kuwait Bicarakan Krisis Qatar

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 06:28 WIB

Langgar Hukum di AS, Pemain Baru MU Ini Tak Wajib Hadiri Sidang

Langgar Hukum di AS, Pemain Baru MU Ini Tak Wajib Hadiri Sidang

Bola | Senin, 10 Juli 2017 | 11:12 WIB

Korut: 'Menyapu Bersih' Militer Korsel adalah Perkara Mudah

Korut: 'Menyapu Bersih' Militer Korsel adalah Perkara Mudah

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 18:29 WIB

Dendam Bom Inggris, Aktor Hollywood Ini Janji Tak Beri Ampun ISIS

Dendam Bom Inggris, Aktor Hollywood Ini Janji Tak Beri Ampun ISIS

Entertainment | Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB

Kencingi Bendera AS, Ada Hadiah 40 Juta Buat Kepala Gadis Ini

Kencingi Bendera AS, Ada Hadiah 40 Juta Buat Kepala Gadis Ini

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 07:00 WIB

Kim Jong Un: Rudal Antarbenua, Hadiah Kami untuk Ultah AS

Kim Jong Un: Rudal Antarbenua, Hadiah Kami untuk Ultah AS

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 14:35 WIB

Iran Gelar Lomba Lukisan Kartun Mengejek Donald Trump

Iran Gelar Lomba Lukisan Kartun Mengejek Donald Trump

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 12:08 WIB

Terkini

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB