Telegram Jadi Sarang Teroris, Tito Jabarkan Penyebabnya

Tomi Tresnady, Bagus Santosa

Minggu, 16 Juli 2017 | 14:03 WIB
Telegram Jadi Sarang Teroris, Tito Jabarkan Penyebabnya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama dengan rombongan Pansus Hak Angket KPK memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/7/2017). [Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah memblokir layanan berbagi pesan Telegram. Alasannya, aplikasi Telegram dinilai membahayakan keamanan negara.‎

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Telegram menjadi salah satu aplikasi yang digemari kelompok radikal atau teroris dalam menjalin komunikasi. ‎

Sebab, layanan ini memiliki kebutuhan yang menunjang untuk kelompok tersebut berkomunikasi.

"Pertama, ada fitur end to end encryption, sehingga sulit disadap. Kedua, mampu menampung grup hingga 10 ribu (akun) dan akhirnya menyebarkan paham-paham di sana," tutur Tito usai menghadiri acara peresmian Akademi Bela Negara di Pancoran, Jakarta, Minggu (16/7/2017).

Dia menambahkan, komunikasi lewat layanan berbagi pesan seperti ini dianggap sangat efektif untuk memberikan doktrin ‎radikal.

Sehingga, fenomena "lone wolf self radicalisation" bisa muncul dengan mudah lewat Telegram. Karenanya, Polri memberikan rekomendasi agar Pemerintah memblokir layanan ini.

"Karena ‎ini tidak face to face, ini lebih berbahaya. Karena kalau ketemu didoktrin face to face akan dipahami dan dideteksi intelijen, tapi kalau dengan aplikasi, sulit untuk dideteksi," kata dia.

Selain sulit dideteksi, aparat keamanan juga kesulitan untuk melakukan penetrasi ke grup radikal dalam layanan tersebut.‎ Sebab, kata Tito, setiap kali aparat keamanan berupaya menyamar, selalu ketahuan oleh kelompok tersebut dan berakhir kepada kegagalan penyamaran.

"Kalau (kita) menyamar, mereka (kelompok radikal) mengerti teknik-teknik itu untuk meng-counter. Maka yang kita lakukan adalah meminta untuk dilakukan penutupan," kata Tito sambil menambahkan akan ada pro kontra dari penutupan ini.

baca juga

Dia menambahkan, pola teroris sekarang ini juga sudah berubah. Kalau dahulu doktrin dilakukan secara‎ tatap muka. Sekarang, doktrin bisa dilakukan hanya lewat membaca pesan di Telegram atau internet.

"Mulai 2-3 tahun ini, sejak ada ISIS, fenomenanya non struktur, yang dilakukan orang-orang dengan membaca Telegram, kemudian terjadi self radikalisasi, kemudian latihan membuat bom yang namanya online training. Ini kan bahaya," kata Tito.

Dia menambahkan, "Karenanya, langkah yang paling utama adalah sekali lagi, memutus sistem komunikasi mereka. Kedua melakukan kontra radikalisasi, dengan cara mengimunisasi warga yang rentan terkena ideologi ini agar mereka kuat. Jangan sampai terkena paham radikal, baru kemudian tindakan hukum melalui langkah lain."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Pastikan Pemblokiran Telegram Hasil Pengamatan Lama

Jokowi Pastikan Pemblokiran Telegram Hasil Pengamatan Lama

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 13:41 WIB

Akui Telat Merespon, Telegram Bikin Jalur Report untuk Kominfo

Akui Telat Merespon, Telegram Bikin Jalur Report untuk Kominfo

Tekno | Minggu, 16 Juli 2017 | 13:22 WIB

Kapolri: Telegram Jadi Tempat Saluran Komunikasi Favorit Teroris

Kapolri: Telegram Jadi Tempat Saluran Komunikasi Favorit Teroris

News | Minggu, 16 Juli 2017 | 10:07 WIB

Gedor Desak Pemerintah Segera Buka Akses Telegram

Gedor Desak Pemerintah Segera Buka Akses Telegram

News | Sabtu, 15 Juli 2017 | 15:54 WIB

Menkominfo: Saya Punya Bukti 'Telegram' Digunakan Teroris

Menkominfo: Saya Punya Bukti 'Telegram' Digunakan Teroris

Tekno | Sabtu, 15 Juli 2017 | 10:16 WIB

Menkominfo Minta Telegram "Self Filtering" Konten Berbau Radikal

Menkominfo Minta Telegram "Self Filtering" Konten Berbau Radikal

Tekno | Sabtu, 15 Juli 2017 | 04:37 WIB

CEO Telegram Protes Pemblokiran Telegram di Indonesia

CEO Telegram Protes Pemblokiran Telegram di Indonesia

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 23:23 WIB

Operator Seluler Siap Blokir Aplikasi Telegram

Operator Seluler Siap Blokir Aplikasi Telegram

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:35 WIB

Analis Terorisme: Pemblokiran Telegram Tak Pengaruhi ISIS

Analis Terorisme: Pemblokiran Telegram Tak Pengaruhi ISIS

Tekno | Jum'at, 14 Juli 2017 | 21:20 WIB

Geledah Rumah Orang Tua Terduga Teroris, Polisi Dapati Buku Jihad

Geledah Rumah Orang Tua Terduga Teroris, Polisi Dapati Buku Jihad

News | Jum'at, 14 Juli 2017 | 20:29 WIB

Terkini

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Sepatu Lycan Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaiknya

Sepatu Lycan Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaiknya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

×