Jokowi Sebut Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Hidup di Indonesia

Adhitya Himawan, Erick Tanjung

Minggu, 23 Juli 2017 | 07:00 WIB
Jokowi Sebut Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Hidup di Indonesia
Presiden Jokowi saat berada di Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. [Foto Laily Rachev - Biro Pers Setpres]

Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, semangat memperkuat Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terus dikobarkan UGM sebagai upaya melanjutkan perjuangan tersebut.

"Kita berkumpul di sini untuk komitmen yang sama, untuk semangat yang sama, yaitu semangat untuk memperkuat Pancasila sebagai jiwa bangsa kita, sebagai jiwa raga kita, dan sebagai cara hidup berbangsa dan bernegara," ujar Presiden saat memberikan sambutan pada Kongres Pancasila Ke-9 yang dihelat di Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Dalam sambutannya itu, Presiden menceritakan pengalamannya saat bertemu banyak kepala negara, baik Presiden, Perdana Menteri maupun Raja. Dalam pertemuan tersebut, Presiden selalu menyampaikan keberagaman Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, 714 suku yang berbeda-beda, 1.100 lebih bahasa lokal.

"Mereka selalu bertanya balik kepada saya bagaimana mengelola 17.000 pulau, 714 suku, 1.100 bahasa lokal, manajemennya seperti apa?" katanya.

Selain itu, para kepala negara juga menanyakan apakah Presiden Jokowi memahami semua bahasa daerah yang ada di Indonesia. Saat dijelaskan bahwa dirinya tidak memahami, mereka kemudian bertanya lagi bahasa apa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan ratusan suku yang ada di Indonesia?

"Memakai bahasa Indonesia yang semua rakyat kita tahu dan mengetahui," tutur Presiden.

Kekaguman para kepala negara itu bertambah dengan dipahaminya bahasa Indonesia oleh seluruh rakyat Indonesia yang saat ini berjumlah sekira 250 juta orang.

"Insya Allah nanti sampai hari akhir, kita tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Presiden.

baca juga

Lain halnya dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, ia menceritakan kondisi negaranya yang memiliki beragam kekayaan alam, mulai dari ladang gas, minyak, hingga tambang emas. Namun kekayaan alam tersebut tidak dapat dikelola dengan baik karena terjadinya peperangan yang melibatkan 40 faksi.

Karenanya, Presiden Ghani menyampaikan kekagumannya karena 714 suku di Indonesia dapat hidup rukun dan damai.

"Jawaban saya sederhana karena Indonesia memiliki Pancasila. Sekali lagi karena Indonesia memiliki Pancasila, jangan melupakan ini," ucap Presiden.

Saat itu juga Presiden Ghani, ucap Presiden, meminta Indonesia untuk berbagi pengalaman dengan Afghanistan. Caranya dengan mengirimkan delegasi menteri dan ulama ke Afghanistan guna memberitahukan kepada kelompok-kelompok yang bertikai mengenai kerukunan Indonesia.

"Atau mengundang 40 kelompok itu datang ke Indonesia untuk melihat," ujar Presiden.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi rujukan negara lain. Meskipun demikian, Indonesia harus tetap belajar dari pengalaman buruk negara lain agar tidak terjadi di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Jokowi Cari Peluang Investasi ke Timur Tengah

Ini Alasan Jokowi Cari Peluang Investasi ke Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 06:51 WIB

UU Pemilu Disahkan, Jokowi Optimis Demokrasi Berjalan Baik

UU Pemilu Disahkan, Jokowi Optimis Demokrasi Berjalan Baik

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 06:46 WIB

PKB: Tak Boleh Ada Ancaman Pada Keberagaman di Indonesia

PKB: Tak Boleh Ada Ancaman Pada Keberagaman di Indonesia

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 06:26 WIB

Presiden Bakal Perkuat Madrasah, Apa Kata MUI?

Presiden Bakal Perkuat Madrasah, Apa Kata MUI?

News | Minggu, 23 Juli 2017 | 01:10 WIB

Jokowi Kaget Ditanya Mahasiswa UGM: Aku Enggak Dapat Sepeda Pak?

Jokowi Kaget Ditanya Mahasiswa UGM: Aku Enggak Dapat Sepeda Pak?

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 21:08 WIB

Jokowi Hadiri Kongres Pancasila IX UGM

Jokowi Hadiri Kongres Pancasila IX UGM

Foto | Sabtu, 22 Juli 2017 | 15:58 WIB

Kelakar Jokowi Soal Tangga Keramat di Kampus UGM

Kelakar Jokowi Soal Tangga Keramat di Kampus UGM

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 11:22 WIB

Sultan Siap Laksanakan Perppu Ormas Anti-Pancasila di Yogyakarta

Sultan Siap Laksanakan Perppu Ormas Anti-Pancasila di Yogyakarta

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 05:29 WIB

Usai Jalani Agenda Padat Jakarta-Banten, Jokowi Bermalam di Jogja

Usai Jalani Agenda Padat Jakarta-Banten, Jokowi Bermalam di Jogja

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 02:02 WIB

Megawati: Pembumian Pancasila Sangatlah Penting

Megawati: Pembumian Pancasila Sangatlah Penting

News | Sabtu, 22 Juli 2017 | 06:02 WIB

Terkini

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×