Arkeolog Jelaskan Nisan dan Koin Lafadz Allah di Zaman Majapahit

Siswanto | Dian Rosmala | Suara.com

Minggu, 23 Juli 2017 | 15:20 WIB
Arkeolog Jelaskan Nisan dan Koin Lafadz Allah di Zaman Majapahit
Arkeolog dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar di acara beda buku tentang Majapahit [suara.com/Dian Rosmala]
Kajian Herman Sinung Janutama yang menyimpulkan Kerajaan Majapahit sebagai Kerajaan Islam yang kemudian dituangkan dalam bukut berjudul Fakta Mengejutkan, Majapahit Kerajaan Islam (2010) diperdebatkan oleh arkeolog dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Agus Aris Munandar. Menurut Agus simpulan tersebut tak didukung bukti yang kuat.

Namun, penulis buku menekankan bahwa bukunya yang telah diterbitkan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pengurus Daerah Muhammadiyah, Kota Yogyakarta, sudah melalui kajian yang ilmiah. Kesimpulan tersebut, antara lain didukung oleh bukti-bukti adanya nisan bertuliskan aksara Arab di sekitar reruntuhan bangunan Kerajaan Majapahit, kemudian temuan koin yang bertuliskan lafadz La Ilaha Illallah Muhammadan Rasulullah (Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Rasul Allah).

Menurut Agus nisan dan koin memang benar adanya dan sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Tapi, kata dia, bukan berarti langsung bisa disimpulkan Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan Islam.

"Pada masa Majapahit, ada masyarakat Islam di sana. Jadi nisan-nisan itu memang nisan yang menandai makam-makam Islam," kata Agus dalam diskusi bertema Jangan Lupakan Sejarah, Tolak Rekayasa Sejarah Majapahit, di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/7/2017).

Agus menambahkan sejak Kerajaan Majapahit berdiri, Islam sudah masuk ke Pulau Jawa. Pemerintahan Majapahit yang dikuasai oleh Hindu-Buddha tidak pernah melarang orang-orang Islam datang ke kerajaan mereka. Bahkan, nisan mereka juga diberi lambang daripada kerajaan Majapahit.

"Itu tidak dilarang oleh pemerintahan Majapahit. Boleh-boleh saja, dan malahan diberi hiasan-hiasan Majapahit juga hiasan-hiasan Surya Majapahit yang merupakan ciri khas kerajaan Majapahit," tutur Agus.

Mengenai koin yang memuat lafadz La Ilaha Illallah Muhammadan Rasulullah dan di dalamnya terdapat lambang kerajaan Majapahit, kata Agus, itu karena pemerintahan Majapahit menerima semua koin yang dipakai untuk bertransaksi di kerajaannya oleh para pendatang, termasuk ummat Islam pada saat itu.

"Jadi sah-sah saja kalau itu ada poin dengan tulisan lafadz La ilaha Illallah dan semua koin berlaku di sana, termasuk koin itu. Marena memang sebagian penduduk Majapahit ada yang agamanya Islam, tapi tidak seluruhnya kerajaan itu memeluk agama Islam," tutur Agus.

Bahkan, kata Agus, penduduk di kawasan pantai utara Jawa, pada zaman itu sudah memeluk agama Islam. Namun bukan berarti Kerajaan Majapahit dan para petingginya juga beragama Islam.

Lebih lanjut, dosen Arkeologi FIB UI mengatakan bahwasanya terkait adanya penulisan sejarah Majapahit yang berbeda itu sudah pernah dibahas di Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan, Ditjen Kebudayaan sudah menolak buku Herman.

"Kami pernah melakukan diskusi, oleh pak Dirjen Kebudayaan, pak Hilmar di kantor dia waktu itu. Kemendikbud sendiri resmi menolak. Makanya sekarang sudah sudah nggak ada lagi. Jadi memang keliru tafsirannya atau memaksa untuk ditafsirkan," kata Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak

Novel Kemben Emas: Sejarah Kejayaan Majapahit dan Bangkitnya Kerajaan Demak

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 09:00 WIB

Diguyur Hujan, Dinding Penahan Candi Dorok Era Majapahit Runtuh

Diguyur Hujan, Dinding Penahan Candi Dorok Era Majapahit Runtuh

Foto | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:36 WIB

Jejak Majapahit dan Aroma yang Menjerat Keserakahan dalam Aroma Karsa

Jejak Majapahit dan Aroma yang Menjerat Keserakahan dalam Aroma Karsa

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:55 WIB

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:47 WIB

Bedah Buku Gajah Mada: Riwayat Hidup Mahapatih Terhebat dalam Sejarah Majapahit

Bedah Buku Gajah Mada: Riwayat Hidup Mahapatih Terhebat dalam Sejarah Majapahit

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:00 WIB

Apakah Keajaiban Sejarah Desa Majapahit di Mojokerto Akhirnya Terungkap?

Apakah Keajaiban Sejarah Desa Majapahit di Mojokerto Akhirnya Terungkap?

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 12:40 WIB

Laundry Majapahit: Tradisi Jadi Modal Ekonomi Kreatif Baru

Laundry Majapahit: Tradisi Jadi Modal Ekonomi Kreatif Baru

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:58 WIB

Menjelajahi Masjid Ampel: Filosofi 16 Pilar hingga Pasar Bernuansa Arab

Menjelajahi Masjid Ampel: Filosofi 16 Pilar hingga Pasar Bernuansa Arab

Lifestyle | Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:28 WIB

Mengenang Peristiwa 19 September 1945, Perobekan Bendera di Hotel Yamato

Mengenang Peristiwa 19 September 1945, Perobekan Bendera di Hotel Yamato

Foto | Minggu, 21 September 2025 | 17:00 WIB

Serukan Perdamaian, UGM: Stop Kebijakan Tidak Adil

Serukan Perdamaian, UGM: Stop Kebijakan Tidak Adil

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 13:54 WIB

Terkini

Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027

Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Tersambung, Siap Meluncur di 2027

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:20 WIB

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

Bupati Malang Lantik Anak Jadi Kadis, PDIP: Sulit Mengelak Tudingan Nepotisme

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:17 WIB

Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah

Waspada! Polri Bongkar 7 Modus Haji Ilegal, Dari Visa Ziarah Hingga Skema Ponzi Rugikan Jemaah

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:12 WIB

Modus Rokok Modifikasi: Cara Licik Selundupkan Tembakau Sintetis ke Lapas Karawang Terbongkar

Modus Rokok Modifikasi: Cara Licik Selundupkan Tembakau Sintetis ke Lapas Karawang Terbongkar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 18:05 WIB

Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi

Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:44 WIB

Status Tersangka  Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!

Status Tersangka Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:41 WIB

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:35 WIB

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:24 WIB