Pansus Angket Tinggal Koalisi Pemerintah, Ini Kata PDIP

Pebriansyah Ariefana, Bagus Santosa

Rabu, 26 Juli 2017 | 16:20 WIB
Pansus Angket Tinggal Koalisi Pemerintah, Ini Kata PDIP
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan PDI Perjuangan menghargai keputusan Fraksi Gerindra mundur dari Pansus Angket KPK.

Dia pun tidak mau menyalahkan peristiwa ini. Hanya saja, PDI Perjuangan mengingatkan Pansus ini merupakan perintah dari paripurna.‎

"Kita menghargai keputusan apapun dari masing-masing fraksi. Politik kita adalah politik persaudaraan, gotong royong, saling menghargai. Tidak bisa saling menyalahkan. Karena Pansus angket ini sudah disahkan di paripurna itu seyogyanya mengikat kita semua," tutur Hendrawan di DPR, Jakarta, Rabu (26/7/2017).‎‎

‎Kalau disebut Pansus hanya diisi partai pendukung pemerintah, Hendrawan tidak sepakat.

Untuk informasi, pendukung pemerintah saat ini adalah PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PAN dan PKB. Sementara partai yang ikut Pansus Angket KPK adalah PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Hanura, PAN dan PPP.

"Tapi kan ‎PKB nggak kirim. Ini semua harus didasari dengan pertimbangan yang profesional," katanya.
‎
Dia percaya Pansus Angket KPK ini dibentuk dengan pertimbangan yang rasional dan tidak emosional. ‎Karenanya, PDI Perjuangan konsisten dalam mengawal Pansus ini untuk tetap dijalurnya.

"Kita akan mengawal sama-sama agar pansus ini on the track berjalan di jalur yang benar, dengan usulan-usulan yang tujuannya menjadikan KPK lembaga yang profesional dan bekerja secara proporsional," kata dia.

Menurutnya, Pansus ini tidak digunakan untuk melemahkan KPK. Karenya, dia meminta seluruh pihak mengawal Pansus ini sampai Pansus tersebut memaparkan rekomendasinya dalam Paripurna.

"Rekomendasi di paripurna bisa kita baca, apakah (Pansus) ini melemahkan atau menempatkan KPK di tempat yang terhormat‎ dan terintegrasi dengan sistem hukum yang kita kenal di Indonesia, memiliki badan atau komite pengawas yang lebh baik sehingga akuntabiltasnya terjaga," tutur dia.
‎
Hendrawan mengatakan pembentukan angket KPK ini tidak memiliki tujuan politik. Katanya, fraksi yang mengirim nama ke Pansus adalah fraksi yang berkeinginan menuntaskan tugas ini sesuai dengan hasil rapat paripurna.

"Yang menjadikan keanggotan pansus ini seperti alat untuk bergaining tawar menawar terhadap konsesi politik, saya kira tidak begitu. Mari kita komitmen dengan visi menyelesaikan tugas di paripurna," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluar dari Pansus Angket, Fahri Anggap Gerindra Walk Out

Keluar dari Pansus Angket, Fahri Anggap Gerindra Walk Out

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 14:39 WIB

Dituduh Fasilitasi Suap, Elza Syarief Minta KPK Tangkap Yulianis

Dituduh Fasilitasi Suap, Elza Syarief Minta KPK Tangkap Yulianis

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 14:35 WIB

Disebut Yulianis, KPK Pastikan Ungkap Kasus  Terkait Nazaruddin

Disebut Yulianis, KPK Pastikan Ungkap Kasus Terkait Nazaruddin

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 13:03 WIB

Muchtar Effendi Tuding Diancam Novel, Ini Reaksi KPK

Muchtar Effendi Tuding Diancam Novel, Ini Reaksi KPK

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 00:54 WIB

Usai dari Pansus Hak Angket KPK, Niko Buat Laporan ke Bareskrim

Usai dari Pansus Hak Angket KPK, Niko Buat Laporan ke Bareskrim

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 23:35 WIB

Niko: Novel Ancam untuk Tukar Guling Pidana Umum Saya

Niko: Novel Ancam untuk Tukar Guling Pidana Umum Saya

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 22:32 WIB

Dua Tersangka Suap BPK Segera Disidang

Dua Tersangka Suap BPK Segera Disidang

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 20:29 WIB

Cerita Novel Baswedan soal Mata Kirinya yang Terluka Parah

Cerita Novel Baswedan soal Mata Kirinya yang Terluka Parah

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 19:23 WIB

Ini Kata Demokrat soal Pernyataan Yulianis tentang Ibas

Ini Kata Demokrat soal Pernyataan Yulianis tentang Ibas

News | Selasa, 25 Juli 2017 | 17:01 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×