Menteri Nila: Imunisasi Measles Rubella Haram Itu dari Mana?

Siswanto, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 03 Agustus 2017 | 17:59 WIB
Menteri Nila: Imunisasi Measles Rubella Haram Itu dari Mana?
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek membantah ada penolakan imunisasi Measles Rubella di sejumlah sekolah di Yogyakarta. Nila mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menegaskan bahwa imunisasi tersebut halal.

"Nggak ada, kan kita dari sana. Hampir 100 persen, 9,7 (Nggak ada yang menolak)," ujar Nila usai rapat koordinasi khusus tingkat menteri di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (3/8/2017).

"Kita kerjakan (imunisasi) di madrasah juga artinya dan Presiden menepis tidak ada kata haram," Nila menambahkan.

Nila menegaskan pentingnya ikut imunisasi campak dan Rubella yaitu untuk mencegah cacat permanen, seperti tuli dan bisu.

Nila mengatakan bahan-bahan untuk membuat imunisasi tersebut sangat aman karena dari embrio telur ayam.

"Ada satu yang saya minta betul, (imunisasi) ini kan melindungi anak, anak itu harus sehat, anak itu harus disayang, anak itu harus diayomi kata Presiden dan dilindungi. Imunisasi ini melindungi, dan haram itu dari mana? Ini dari telur ayam, istilahnya, dari embrio telur ayam," kata dia.

Itu sebabnya, Nila meminta para orangtua jangan khawatir secara berlebihan jika anaknya diberikan imunisasi Measles Rubella.

"Nggak usah khawatir, karena kalau sudah buta, tuli, kasihan. Ini adalah melindungi daripada anak kita cacat. Pertama beban juga buat bangsa, tapi juga beban juga buat kita dan untuk anak itu nggak adil, dia tidak bersalah kita yang bersalah tidak mau memberikan perlindungan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×