Suara.com - Presiden Joko Widodo hadiri silaturahmi ulama pondok pesantren di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
Dalam acara itu Jokowi juga meresmikan pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD tahun 2017.
Dalam kesempatan itu Jokowi mengapresiasi Persinas ASAD yang memelihara, serta merawat seni bela diri pencak silat sebagai warisan leluhur nusantara.
"Tanpa kesadaran untuk menjaga, merawat seni tradisi pencak silat ini kita akan kehilangan sebuah karakter, karena hampir semua negara juga memiliki. Inilah sebuah karakter bangsa yang harus dirawat dan dijaga bersama-sama," kata Jokowi.
Jokowi menceritakan, beberapa tahun lalu, saat menjabat Wali Kota Solo dirinya juga pernah membuka kejuaraan Persinas ASAD. Hari ini ia kembali membuka kejuaraan serupa, namun sebagai kepala negara.
Dia mengingatkan, sekarang ini ada perubahan global yang sangat cepat. Mantan gubernur DKI Jakarta ini memprediksi dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang akan ada perubahan peta ekonomi dan politik yang akan mempengaruhi generasi muda.
"Saya perkirakan dalam 5-10 tahun ke depan anak-anak muda dan remaja banyak yang sudah tidak baca koran, nonton TV lagi. Semuanya hanya pegang satu benda yang namanya smartphone, HP, gadget. Mau lihat tv, netlfix, video, apapun ada di situ. Mau baca berita tidak baca koran, tapi baca berita online di situ (HP)," terang dia.
Maka dari itu, ia mengimbau semua pihak untuk mewaspadai, jangan sampai generasi muda terpengaruh karakter-karakter yang tidak baik dari intervensi peradaban dunia barat.
"Budi pekerti, budi luhur, kesopanan, kesantunan kita inilah kekuatan negara kita. Nilai keislaman, keindonesiaan kita dikagumi negara lain. Maka itu harus dirawat dan dijaga," tandas dia.